Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Rumah sakit


__ADS_3

Mama dan Papa Dennis tampak terburu-buru berjalan di parkiran rumah sakit. Indra sang ketua kelas langsung menghubungi mereka begitu Dennis kecelakaan dan langsung di larikan ke rumah sakit Kota X. Tampak mata mama Dennis sembab karena menangis di sepanjang jalan. Sementara papa Dennis tak dapat menyembunyikan kekhawatiran dari wajahnya. Segera mereka menuju ke ruang UGD di mana Dennis di tangani.


"Bagaimana keadaan Dennis?" Tanya papa Dennis kepada perawat jaga sambil berusaha tenang. Sementara sang mama hanya terdiam sambil menahan air mata.


"Anda orang tuanya?" Tanya perawat jaga. Papa Dennis pun mengangguk.


"Tunggu sebentar ya saya panggilkan Dokter, biar dokter yang menjelaskan kondisi pasien" sang perawat itu pun pergi memanggil dokter.


Mama segera menghampiri Dennis yang terbaring di ranjang. Matanya tak kuasa menahan air mata. Masih ada sisa bercak darah di bajunya.


"Kamu yang menghubungi tante?" Tanyanya kepada Indra dan Roni.


"Iya Tan, Kami teman sekelasnya."


"Terima kasih ya sudah membawa Dennis ke rumah sakit." Kata mama Dennis sambil menyeka air mata. "Mobilnya kemarin mogok dan pagi ini di perbaiki di bengkel. Tante sudah menyarankan untuk naik taksi online saja, tapi dianya ngotot pengen naik motor." Lanjut mama Dennis. "Harusnya tante lebih keras lagi melarangnya untuk pergi naik motor" Mama Dennis menangis lagi. Papanya hanya terdiam dan mencoba menenangkan mama Dennis.


"Anda keluarganya Dennis?" Tanya dokter.

__ADS_1


"Iya dok" Mama dan papa Dennis hampir menjawab bersamaan.


"Jadi begini, kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Kaki kiri pasien mengalami patah. Dan penanganannya harus di lakukan operasi."


Tubuh mama Dennis lemas. Dia pun terduduk di kursi. Kaki anak bungsu kesayangannya patah. Bagaimana dia harus berjalan nanti? Pikirannya kacau.


"Sebaiknya operasi di lakukan secepat mungkin. Mengingat semakin cepat di operasi maka akan semakin cepat pula proses penyembuhan dan penyatuan tulang yang patah" Jelas dokter lagi.


"Iya Dok, lakukan yang terbaik untuk anak kami." Kata papa Dennis.


"Jadi, Apakah anak saya akan cacat dok?" Tanya mama Dennis.


"Jadi anak saya bisa berjalan lagi seperti semula dok?"


"Soal itu kami belum bisa memastikannya sekarang. Kita jalani dulu operasi penyambungan tulangnya dulu. Untuk terapi selanjutnya kita bisa pilih setelah tulang pasien pulih kembali."


"Baik Dok" Kata mama Dennis sambil terus memegang tangan Dennis.

__ADS_1


"Pasien sementara kami kasih penenang karena tadi sangat kesakitan. Sebentar lagi dia akan sadar. Sekarang keluarga pasien silahkan menyelesaikan administrasi untuk operasi dulu. Rencananya operasi akan di laksanakan besok pagi" jelas dokter.


Perlahan Dennis membuka matanya, dilihatnya sekitar ada mama, papa, Indra dan juga Roni.


"Maa.." Panggil Dennis pelan. Sontak panggilan itu membuat semua orang melihat dirinya.


"Kamu sudah sadar sayang. Apa yang kamu rasakan?" tanya mama.


"Kaki aku sakit ma. Aku nggak kenapa-kenapa kan ma? Kaki aku nggak akan di amputasi kan ma?"


"Nggak sayang." Jawab mama penuh kasih sayang.


"Kenapa mama menangis? apa kaki aku terluka parah?" Tanya Dennis.


"Kaki kiri kamu patah. Kamu akan di operasi besok nak." Kata papa.


"Operasi?" Tanya Dennis ragu-ragu. "Ma pa aku takut di operasi. Apa aku akan baik-baik saja?"

__ADS_1


Pertanyaan Dennis itu membuat mama menangis lagi.


"Ada mama papa sama teman-teman kamu sayang. Dan sebentar lagi kakak kamu juga akan datang. Kamu jangan takut ya? Semuanya akan baik-baik saja" Jelas mama sambil terisak.


__ADS_2