
Operasi berjalan selama kurang lebih 2 jam. Di luar ruang operasi keluarga Dennis menunggu dengan penuh harap. Do'a tak henti-hentinya mereka panjatkan agar operasi berjalan lancar.
Setelah 2 jam Dokter spesialis keluar dari ruangan operasi dan segera menghampiri keluarga Dennis.
"Operasinya sudah selesai dan berjalan lancar. Pasien sementara di bersihkan. Sebentar lagi juga akan segera keluar." Kata Dokter.
"Terima kasih banyak Dok." Kata papa Dennis.
"Sama-sama. Saya permisi dulu ya. Nanti akan ada perawat yang mengantar pasien ke ruang pemulihan." Lanjut Dokter.
"Iya dok Terima kasih." Dokter pun pergi meninggalkan ruang operasi.
Dennis keluar dari ruang operasi dengan di bantu oleh para perawat yang mendorong tempat tidurnya. Kelurganya pun segera menghampiri.
"Sayang Alhamdulillah operasi berjalan lancar." Kata mama Dennis sambil membelai kepala Dennis.
"Permisi ya bu, kami akan segera mengantar pasien ke ruangan" Kata perawat.
__ADS_1
"Oh iya ses" Kemudian mereka pun berjalan menuju ke ruang perawatan.
Dennis telah selesai di pindahkan ke ruang perawatan. Perawat juga telah selesai mengatur cairan infus. Ada salah satu perawat yang mencuri perhatian Dennis. Ya, dia adalah perawat yang memiliki aroma parfum seperti Dera. Dennis sama sekali tidak mengenali perawat itu karena dia mengenakan masker, kacamata dan juga topi khas petugas di ruang operasi.
"Pasien sudah selesai di pindahkan, Nanti akan ada perawat yang datang untuk memberikan obat suntikan. Jika ada keluhan segera hubungi perawat ya" Kata perawat yang mengantar Dennis sebelum pergi meninggalkan ruangan.
Sementara Dennis hanya bisa terdiam mendengar kata-kata perawat itu. Suaranya yang lembut sangat mirip sekali dengan Dera. Ingin rasanya Dennis memanggil perawat itu. Tapi tubuh Dennis rasanya lemah sekali. Dan rasa kantuk pun menghampiri dirinya. Dia hanya bisa menyaksikan perawat itu keluar dari ruangan. Kemudian Dennis pun tertidur sambil menikmati sisa-sisa aroma parfum yang di tinggalkan sang perawat.
Waktu menunjukkan pukul 15.00. Dennis pun terbangun. Ternyata sudah sekitar 3 jam dia tertidur. Mungkin efek dari obat bius yang membuatnya merasa sangat mengantuk.
"Dennis bagaimana rasanya? Apakah masih sesakit kemarin?" Tanya Dokter yang melakukan pemeriksaan ke Dennis.
"Ooh ituu hanya efek dari obat bius saat kamu operasi tadi. Sebentar lagi juga akan hilang. Kamu tidak pusing atau merasa mual?" Kata Dokter.
"Tidak dok. Hanya itu saja. Badan yang kena benturan juga masih terasa sakit."
"Nanti saya akan buatkan resep untuk mengurangi rasa sakit bekas dari benturan saat kamu kecelakaan."
__ADS_1
"Iya dok terima kasih"
"Dok bagaimana perkembangan anak saya?" Tanya papa Dennis setelah dokter keluar dari ruangan.
"Sejauh ini perkembangannya bagus. Hanya saja pasien merasa sedikit mengantuk karena efek obat bius. Tapi itu tidak perlu di takutkan karena efeknya perlahan-lahan akan hilang. Dan juga saya sudah membuat resep untuk menghilangkan rasa sakit karena benturan. Jadi nanti tolong di ambil di Apotek ya." Kata Dokter.
"Baik Dok. Terima kasih" Kata papa Dennis. Kemudian Dokter pun pergi meninggalkan ruangan Dennis.
Dennis tengah santai sambil menonton TV. Kedua orang tuanya pergi keluar sebentar untuk sekedar mencari angin. Sedangkan kakaknya pulang untuk menjemput anaknya Keyla.
Kemudian perawat masuk sambil mengantar sebuah bunga mawar yang cantik dan sebungkus cokelat.
"Permisi, ini ada kiriman bunga dan bingkisan cokelat" Kata suster sambil menaruh bunga di vas yang sudah tersedia.
"Suster, bunga dari siapa itu?" Tanya Dennis.
"Saya juga kurang tahu" Jawab suster.
__ADS_1
Dennis menatap bunga mawar itu. Persis sekali dengan bunga yang di berikannya untuk Dera. Mungkinkah Dera yang mengirim untuknya?