
Dennis bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Map berisikan berkas-berkas proposal telah di masukkan ke dalam tas ranselnya. Dia segera menuju ruang makan untuk menyantap sarapan yang telah di buat bi Inda. Tak nyaman rasanya jika tidak menyantap sarapan bi Inda, Kasihan bi Inda sudah bangun pagi demi membuat sarapan terus tidak di makan. Di meja makan telah tersedia nasi dan segala lauknya. De samping itu juga ada sejumlah uang di meja.
"Ini uang apa bi?" tanya Dennis kepada bi Inda. Mendengar pertanyaan Dennis, bi Inda segera beranjak dari dapur dan menghampiri Dennis.
"Katanya uang untuk mas Dennis. Untuk lebih jelasnya coba mas telepon ibu atau bapak." Kata bi Inda.
Sambil menikmati sarapannya, Dennis mencoba menelepon mamanya.
"Halo ma"
"Iya sayang. Kamu sudah siap-siap kuliah?" Tanya mama.
"Iya ma. Ini lagi sementara sarapan. Ma uang di meja ini untuk apa?"
"Ooh itu uang untuk service mobil kamu. Tadi pagi-pagi sekali montir bengkel sebelah sudah membawa mobil kamu. Tapi sepertinya nggak bisa selesai dalam waktu dekat. Jadi kamu ke kampus naik taksi online saja ya." Kata mama.
__ADS_1
"Aku naik motor saja ma, Soalnya banyak kegiatan hari ini. Takutnya ribet kalau masih harus pesan taksi online."
"Yaa sudah tapi kamu hati-hati ya jangan ngebut. Hari ini jadi kan konsul sama dosen pembimbing kamu?"
"Iya ma jadi. Do'ain aku ya ma semoga semua lancar"
"Iya sayang. Do'a mama selalu menyertai kamu. Jangan lupa kabari mama terus ya".
"Iya ma.." Dennis mematikan ponselnya dan segera melanjutkan makan.
Dennis tiba di kampus dan segera memarkirkan motornya. Teman-teman sekelasnya segera menghampiri.
"Waah Den tumben kamu bawa motor. Mobil kamu kenapa?" Tanya Indra, sang ketua kelas.
"Biasa lah ndra, masuk bengkel." Jawab Dennis. "Oh ya siapa-siapa yang dosen kebagian dosen penguji bu Titi?" Sambungnya.
__ADS_1
"Aku, kamu, sama Roni." Kita bertiga kan memang kebagian dosen pembimbing yang sama.
"Waah kebetulan dong" Kata Dennis. "Aku sudah menghubungi ibu Titi kemarin. Katanya beliau ada waktu hari ini. Jadi kita bareng-bareng ya konsul sama bu Titi." Ajak Dennis.
"Boleh tuh." Kata Roni. "Tapi kabar teebaru ibu Titi hari ini ada urusan ke dinas pusat. Katanya sih sampai sore. Dan kita di minta untuk kesana" Lanjutnya.
"Oke lah. Ayo." Kata Dennis.
"Jadi aku sama Roni. Kamu sendirian nggak papa kan Den?" Kata Indra.
"Nggak papa. Ayo berangkat biar nggak keburu sore" Kata Dennis.
Mereka pun berangkat menuju ke kantor Dinas. Jarak kantor dari kampus lumayan jauh. Sekitar 45 menit. Perjalanannya pun melewati beberapa kelurahan, bahkan ada yang melewati area persawahan dengan kondisi jalan yang agak rusak.
Setengah perjalanan telah mereka lewati. kini mereka tiba di area persawahan. Udara persawahan yang sejuk membuat mata Dennis sayu-sayu menahan kantuk. Bahkan ketika ada jalan berlubang besar di depan pun luput dari pandangannya. Dennis tak bisa mengendalikan laju kendaraannya. Akhirnya kecelakaan tak bisa di hindari. Motor Dennis jatuh dan terseret beberapa meter. Kaki kirinya tertimpa motor. Kedua temannya yang mengikuti di belakang segera menolong Dennis, Indra mengangkat motor yang menimpa Dennis sementara Roni mengangkat Dennis yang terluka. Dan orang-orang di jalan pun berkerumun di sekitar lokasi kejadian.
__ADS_1