
Dennis merapikan buku-buku pelajarannya dan memasukkan ke dalam tas ransel berwarna cokelat kesayangannya. Tak lupa dia membawa kostum futsal dan sepatu yang baru di belinya kemarin. Segera dia menuju ruang makan untuk sarapan. Pagi ini formasi lengkap. Papa dan mamanya sudah menunggunya di ruang makan. Dennis langsung duduk di samping mamanya.
"Duuh anak mama makin gede makin ganteng aja. Hmm wangi kamu beda ya. Kamu pakai parfum baru?" tanya mama sambil menikmati aroma Dennis.
"Hehe mama tau aja, iya nih ma kemaren pas nyari sepatu futsal trus kepikiran beli parfum baru"
"Jadi udah beli sepatunya? Di toko sport seperti biasa kan?" kata papa sambil menyeruput kopi. Sarapan kali ini hanya sandwich dan minuman hangat.
"Iya pa udah beli kemarin" Kata Dennis sembari menggigit sandwich isi sosis kesukaannya.
"Terus mampir ke Departement Store nggak?" papa bertanya lagi.
"Mampir dong pa. Bareng Ari sama Fery lagi."
"Berarti udah cek koleksi terbaru donk?"
__ADS_1
"Jelas donk. Tuh si Ari sama Fery udah borong banyak"
"Kamu sendiri nggak belanja?" mama menyela.
"Untuk sekarang belum ma. Nanti aja kalau lagi ada event-event. Kan aku udah beli sepatu futsal" Kata Dennis sambil mengangkat tas yang berisi sepatu sama kostum futsal miliknya.
"Anak mama memang terbaik deh kalo urusan manajemen keuangan" kata mama sambil mengelus-elus kepala Dennis.
"Iya donk ma, siapa dulu yang ngajarin" Dennis melirik papanya di sambut kedipan mata sang papa. Dan merekapun melanjutkan sarapan sambil ngobrol-ngobrol ringan sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.
Dennis melihat-lihat sekeliling, barangkali bisa melihat mahasiswi keperawatan. Tapi sayang harapannya tidak terwujud. Di sekelilingnya tidak tampak mahasiswa mengenakan seragam putih-putih. Yang tampak hanya para mahasiswa mengenakan pakaian bebas rapi.
Segera Dennis masuk ke kelas karena 10 menit lagi jam pelajaran akan segera di mulai. hari ini cukup 2 mata kuliah saja. Tepat jam 2 kelas usai dan Dennis segera akan bermain futsal dengan Ari dan Fery.
Jam 2 kurang 5 menit Dennis sudah keluar dari kelas. Sementara Fery dan Ari sudah menunggu Dennis di parkiran.
__ADS_1
"Cabut yuk" Kata Dennis kepada kedua temannya begitu dia sampai di area parkir.
"Bentar lagi ya, Meta sama Sindi mau ikutan juga nih." Kata fery.
"Iya katanya bentar lagi mata kuliah selesai terus mereka gak ada rencana mo kemana jadinya mau ikutan kita main futsal" sambung Ary.
"Sindi gak bawa mobil, jadi ntar Sindi sama aku di mobil kamu dan Ari sama Meta di mobil meta." Kata Fery.
"Terus aku jadi obat nyamuk gitu?? Ogah ah mending aku nyetir sendiri" sahut Dennis di sambut gelak tawa kedua sahabatnya.
"Makanya segera cari donk" celetuk Ari
Di kejauhan tampak para gadis sedang berjalan menuju mereka bertiga. Itu tak lain adalah Meta, Sindi dan seorang lagi berpakaian putih-putih. Mata Dennis terpaku melihat si gadis, dia adalah gadis angkot yang telah mencuri perhatiannya akhir-akhir ini. Ternyata dia temannya Meta dan Sindi.
Kemudian Meta dan Sindi menuju ke arah Dennis dan kawan-kawan sementara si gadis angkot pergi menuju pintu gerbang setelah sebelumnya melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya sambil tersenyum manis. Ini adalah kali pertama Dennis melihat langsung si gadis angkot, dan hal itu langsung membuat jantungnya berdetak tak karuan.
__ADS_1