Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Wisuda


__ADS_3

Dennis dan Dera tiba di Departement Store milik keluarga Dennis. Di situlah teman Dennis bekerja. Mereka langsung menuju lantai 4. Begitu tiba di lantai 4 tiba-tiba Dera berkata,


"Den aku ke toilet dulu ya." Katanya


"Ok. Kamu udah tahu kan di mana letaknya."


"Iya." Kata Dera sambil segera berjalan menuju toilet, sementara Dennis pergi menuju konter dimana temannya bekerja sambil membawa HP Dera.


"Hai Anto." sapa Dennis kepada penjaga konter, temannya.


"Hai Den, lagi inspeksi yaa" Kata Anto


"Inspeksi apaan sih. Bahasamu sok gitu." Dennis tersenyum. "Nih aku mau servis HP, barusan ketumpahan air nih" Kata Dennis sambil menyerahkan HP milik Dera.


"Coba sini aku lihat." Anto mengambil HP dari tangan Dennis dan memeriksanya. "Waah parah nih. Kamu tahu kan barang elektronik kalau terkena air bisa berakibat fatal" Sambung Anto.


"Iya aku tahu. Makanya segera aku bawa ke kamu. Kan kamu ahlinya."

__ADS_1


"Beruntung kamu cepet bawa. Kalau Lama sedikit saja bisa makin fatal nih. Bentar yaa aku cek LCD penggantinya soalnya ini harus ganti LCD juga." Kata Anto sambil mencari-cari sesuatu.


"Naah ketemu" Katanya sambil mengotak-atik HP Dera. "Tapi Den, ini masalahnya bukan hanya di LCD. Ada masalah di lain juga. Daripada kamu memperbaiki lebih baik kamu beli baru aja deh. Karena harganya sama saja dengan harga HP baru." Jelas Anto.


"Nggak bisa gitu To, ini HP berharga banget bagi pemiliknya. Jadi tolong kamu perbaiki ya. Nggak papa deh bayar mahal"


"Ok lah kalau begitu maumu" dan Anto melanjutkan pekerjaannya.


"Den maaf yaa lama." ternyata Dera sudah tiba di tempat Dennis.


"Terus kira-kira berapa biayanya? mahal gak?" Tanya Dera.


"Nggak kok. 100rb saja." Kata Dennis. Spontan Anto melihat ke arah Dennis dan Dennis tampak mengedipkan mata mengisyaratkan agar Anto diam saja. Anto pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Nih Den udah selesai" Kata Anto sambil menyerahkan HP dera.


"Waaah makasih yaa. Aku pikir bakal rusak berat" kata Dera dengan mata berapi-api saking bahagianya. Dan Dera mengambil uang 100 ribu dari dalam dompetnya dan menyerahkan ke Anto.

__ADS_1


"Terima kasih banyak yaa" katanya.


"Iya sama-sama" Anto menerima uang tersebut. Dera segera pergi meninggalkan konter.


"Aku pergi dulu ya. Besok pulang kuliah aku balik lagi untuk melunasi kekurangannya. Nggak enak kalo dia lihat" Kata Dennis.


"Bereess.. Semoga kali ini jadi yaa, pinter juga kamu milih cewe. Cantik" Kata Anto menggoda Dennis sambil menepuk pundak Dennis.


"Aamiiiinnnn" Kata Dennis seraya pergi meninggalkan konter.


Hari ini adalah hari bahagia untuk Dera. Dera sudah selesai dandan, dia tampak cantik dan anggun mengenakan kebaya berwarna biru. Meski kebaya itu sederhana, namun tak dapat menyembunyikan kecantikannya. Tampak matanya berkaca-kaca karena bahagia telah menyelesaikan pendidikannya.


Ada seseorang yang tak kalah bahagianya. Beliau adalah Ayah Dera. Senyum bahagia selalu menghiasi wajah keriputnya. Anak satu-satunya telah menyelesaikan pendidikannya walaupun dengan program beasiswa. Bangga dan haru menyelimuti perasaannya. Meski kurang mampu tapi itu tak menghalangi niat Dera untuk menjadi seorang perawat. Bahkan Dera mampu lulus dengan predikat cumlaude. Ibunya pasti sangat bangga memiliki anak seperti Dera.


Lantas dimanakah Dennis?


__ADS_1


__ADS_2