Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Mimpi?


__ADS_3

Dennis terbangun dari tidurnya, pancaran sinar mentari yang menembus kaca berhasil membuatnya tersadar dari tidur panjangnya. Dia melihat jam beker di meja, ternyata sudah jam 10. Kuliah yang padat dan pikiran yang kalut membuatnya terjaga sampai pagi, sehingga dia baru dapat memejamkan mata begitu adzan Shubuh berkumandang.


Kemudian Dennis membuka ponselnya, dilihatnya ada pesan masuk dari dera yang diterima 20 menit yang lalu.


"Aku sudah hampir sampai di kampung halaman nenekku. Sebentar lagi jaringan telepon akan hilang dan kita tidak akan bisa berkomunikasi lagi. Meskipun begitu Kamu tetap semangat kuliah ya. Do'aku akan selalu menyertaimu. I love u Dennis cinta pertamaku yang paliiinng tampan" begitu Bunyi pesan singkat dari Dera.


Dennis termenung setelah membaca pesan singkat itu. Dia kemudian menelepon Dera, ah benar saja teleponnya sudah tidak aktif. Dennis mencoba mengingat-ingat kejadian yang dialaminya kemarin. Dia masih tidak percaya bahwa Dera telah menjauh darinya. Dia mencoba tidur, berharap disaat bangun nanti keadaan akan kembali seperti semula dan semua yang terjadi hanyalah mimpi. Namun pesan singkat dari Dera telah menyadarkannya bahwa semuanya adalah kenyataan. Dan itu adalah Kenyataan pahit yang harus Dennis alami.


Dennis bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke dapur. Kerongkongannya terasa kering, dia harus segera minum air. Selesai minum air, tanpa sengaja Dennis melihat ke ruang keluarga. Di ruangan itulah pertama kalinya Dera duduk dan bercanda bersama Dennis. Itu adalah ruang yang menjadi saksi bisu cinta mereka berdua. Tak terasa air mata Dennis meleleh. Kenyataan ini terlalu sulit untuknya. Terlalu sulit untuk menganggap bahwa semua ini hanyalah mimpi. Terlalu sulit untuk melupakan semua kenangan yang telah mereka lewati bersama. Terlalu sulit untuk menjalani keseharian tanpa Dera.


Perlahan Dennis menghapus air matanya. Dia mendengar suara langkah kaki mendekat.


"Ngapain kamu berdiri di situ Den" Ternyata itu papa Dennis.


"Nggak kok pa. Aku cuma lagi mikir saja" Jawab Dennis sambil menuju ke meja makan menemani papanya menyantap roti.


"Mikir apa? Kuliah?"


"Yaa gitu deh pa"

__ADS_1


"Nggak usah terlalu dipikirkan. Jalani saja. Biarkan waktu yang akan memberi jawaban. Yang penting kamu berusaha memberi yang terbaik" Kata papa.


"Bagaimana kabar Dera? Kamu sudah ketemu sama dia?" Sambung beliau.


"Sudah pa"


"Terus?"


"Dia pamit mau pulang kampung menemani neneknya di kampung" Jelas Dennis. Papa Dennis mengangguk-angguk.


"Jadi itu yang bikin kamu tadi berdiri sambil bengong disitu?" tanya papa. Dennis hanya bisa diam sambil menunduk.


Untuk menghilangkan kegundahan di hatinya, Dennis pergi berjalan-jalan di Departement Store keluarganya. Dia janjian akan ketemu dengan teman-temannya satu jam lagi. Tapi karena Dennis suntuk di rumah jadi dia memutuskan untuk pergi lebih awal.


Tanpa arah dan tujuan dia berjalan-jalan menelusuri mall. Pikirannya melayang. Tanpa sadar dia telah menubruk salah seorang pengunjung.


"Maaf pak" Kata Dennis sambil membantu mengambil barang pengunjung yang terjatuh.


"Nggak papa nak, bapak yang kurang hati-hati" Pengunjung itu kemudian menatap Dennis. "Loh, kamu bukannya yang sering mengantar mbak Dera?" Tanyanya.

__ADS_1


"Iya pak. Bapak petugas keamanan perumahan ya?"


"Iya. Waah ternyata kamu ingat saya ya"


"Iyalah pak. Bapak sendirian?". Tanya Dennis.


"Sama istri saya. Itu lagi belanja" Katanya sambil menunjuk seorang wanita yang sibuk memilih baju. "Mbak Dera nggak ikut?"


"Nggak pak. Dia lagi pulang kampung"


"Ooh barangkali kemarin itu saudaranya yang menjemput mbak Dera."


"Maksud bapak?" Tanya Dennis heran.


"Kemarin ada ibu-ibu naik mobil mewah warna cokelat datang ke perumahan dan bertanya rumahnya mbak Dera di mana. Mobilnya mewah banget mas. Terus tadi mas bilang mbak Dera pulang kampung kan, makanya bapak pikir kemungkinan kemarin itu tantenya yang menjemput"


"Ibu-ibu itu bapak ingat nggak wajahnya?"


"Yang pasti cantik. Usianya sekitar 50an. Rambutnya ikal pendek"

__ADS_1


"Mobil mewah cokelat, rambut ikal pendek. Tak salah lagi itu adalah mama" Pikir Dennis. Terus untuk apa mama pergi menemui Dera?


__ADS_2