Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Dari Hati


__ADS_3

"Aku mikir mungkin kita jodoh kali yaa. Dennis Dera. Sama-sama awalan huruf D. Bertemu dengan cara yang tak biasa. Aku muter-muter nyari kamu, eh tanpa di sangka-sangka malah ketemu dengan sendirinya di kampus. Unik kan? Jangan-jangan ini emang takdir kita" ungkap Dennis panjang lebar.


"Amiiinnn.. Kita jalani saja ya. Belum juga seminggu jadian" Kata Dera. Hatinya berdebar sangat kencang mendengar pengakuan Dennis yang secara tiba-tiba itu.


"Tapi kan kita sudah kenal selama sebulan. Aku rasa itu cukup untuk kita saling mengenal satu sama lain. Aku malah pengennya langsung saja, nggak usah pacaran lama-lama. Takut terjadi hal-hal yang tidak di inginkan" Kata Dennis sambil menghentikan kendaraan tepat di depan rumah Dera.


"Kita kenalan sama orang tua masing-masing aja dulu. Untuk selanjutnya kita pikirkan bersama mereka ya." Kata Dera penuh dengan kelembutan.


"Iya Dera. Terima kasih sudah mau menerima aku dengan segala sifat aku yang mungkin kurang baik ini. Selama sekitar sebulan kita saling kenal, barangkali ada kelakuan aku yang menguji kesabaran kamu. Maaf yaa hanya ini yang bisa aku lakukan untuk kamu."


"Kamu ngomong apa siih. Dennis semua yang kamu kasih ke aku itu sudah lebih dari cukup. Bahkan kamu menghargai komitmen aku untuk tidak pacaran sebelum wisuda, itu saja sudah membuat aku merasa bangga punya pacar pengertian seperti kamu."


"Aku juga bangga punya pacar seperti kamu. Kepribadian dan latar belakang kamu yang membuat aku bangga. Di balik kesederhanaan kamu, tersimpan sejuta misteri yang membuat aku semakin tertarik akan dirimu"


"Kamu juga penuh misteri tau. Masak anak konglomerat bisa suka sama anak tukang buruh?"


"Loh apa yang salah? Kamu berpendidikan, pintar, cantik. Sama saja kan dengan gadis yang lain. Udah yaa jangan ngomong gitu lagi. Aku nggak suka." Kata Dennis..


"Besok bapak libur. Ketemu sama bapak yuk" Ajak Dera.

__ADS_1


"Aduuh aku gugup nih"


" Loh katanya pengen serius? Bapak aku sudah tahu loh tentang kamu"


"Masak? Makin gugup aku nih."


"Udaahh. Bapak aku baik kok." Dera segera membuka pintu mobil dan segera turun, begitu juga dengan Dennis.


"Kapan-kapan kamu juga ketemu sama mama papa aku yaa" Kata Dennis.


"Iya"


"Kok kamu santai gitu sih. Nggak ada gugup-gugupnya"


"Kalo gitu Aku balik yaa udah semakin malam."


"Iya hati-hati di jalan yaa Beb" Kata Dera. Dennis terdiam dan menatap Dera.


"Kamu bilang apa barusan?" Tanya Dennis

__ADS_1


"Hati-hati di jalan."


"Setelah itu?"


"Beb"


"Bisa di ulangi lagi"


"Beb"


"Sekali lagi"


"Beb beb beb beeeeeebbbbb... Udah kan" Kata Dera sambil menahan tawa. "Ternyata kamu juga usil yaa"


"Ini kan pertama kalinya kamu manggil aku gitu, makanya aku pengen ulangi lagi, kali saja aku salah dengar. hehe"


"Mulai sekarang akan ku pastikan kalau kamu bakal sering mendengar panggilan itu" Goda Dera.


"Naah sekarang kamu yang ngegombal. Sudah yaa aku pamit. Bye.." Kata Dennis sembari masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Bye" balas Dera.


Di dalam mobil Dennis berpikir untuk mengganti nama Dera di kontak teleponnya. Ganti pacar atau sayang sudah terlalu biasa. Sweety, honey, my love juga udah pasaran. Aah dia terlintas untuk mengganti dengan nama "Titisan Hawa" Yaa nama itu kan sangat unik. Dennis tak sabar untuk segera tiba di rumah dan mengganti nama Dera di kontak ponselnya.


__ADS_2