
"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus. Sampai kapan kamu hanya akan melihatnya dari jauh Dera?"
Kata-kata temannya itu selalu terngiang-ngiang di telinganya. Entah sampai kapan dia harus begini. Entah sampai kapan dia harus memperhatikan Dennis dari jauh. Entah sampai kapan dia harus diam-diam dan menghindar dari Dennis.
Saat dia memutuskan untuk menjauh dari Dennis, hatinya hancur berkeping-keping. Tak tahan rasanya harus berjauhan dengan sang kekasih hati. Dia mencoba menjauh tapi tak bisa. Akhirnya dia memutuskan untuk putus komunikasi dengan Dennis. Namun tetap bisa melihatnya meskipun hanya dari jauh.
Hari di saat dia mengatakan akan pulang ke kampung halaman, sebenarnya dia tidak pulang. Dia ada di rumahnya, tidak kemana-mana. Dia mengirim pesan bahwa telah tiba di rumah neneknya kemudian menonaktifkan nomornya dan mengganti dengan nomor yang baru.
Tapi nomor miliknya tetap tersimpan di HP dan hanya sesekali dia mengaktifkannya. Lalu Dera mengajukan lamaran di Rumah Sakit kota X. Tujuannya adalah agar keluarga Dennis tidak mencarinya di Rumah sakit dekat perumahan, karena seperti yang mereka ketahui bahwa Dera akan melamar pekerjaan disitu.
__ADS_1
Bersyukur ayah Siska, adalah Kepala HRD di Rumah sakit sehingga dia dapat mengetahui kapan penerimaan karyawan baru.
Dan untungnya dia langsung lulus tes dan bekerja di Rumah sakit kota X. Tepat pada saat Dennis kecelakaan, Dera mengaktifkan ponselnya dan menerima pesan dari Meta yang mengabarkan Dennis kecelakaan dan di rawat di rumah sakit kota X. Oleh karena itu dia langsung tahu bahwa Dennis kecelakaan.
Segera Dera menuju UGD Dennis di rawat dan mengetahui bahwa Dennis mengalami patah tulang kaki kiri. Dia sangat sedih, terlebih saat melihat kesedihan di wajah Dennis. Ingin rasanya Dera menghibur Dennis di saat itu, tapi dia tak melakukannya karena dia telah berjanji kepada mama Dennis untuk menjauhinya.
Dia berpesan kepada temannya di UGD untuk selalu memantau kondisi Dennis dan mengabarkannya kepada dirinya. Seketika itu juga temannya memberi kabar bahwa besoknya Dennis akan di operasi tulangnya yang patah.
"Pliis sis, ijinkan aku untuk menjadi perawat pendamping di ruang operasi nanti." Kata Dera sambil memohon.
__ADS_1
"Dera, kamu tahu kan hal itu tidak mungkin. Masalahnya kamu bukan perawat disitu. Dan itu akan menyalahi aturan." Kata Siska.
"Ayolah sis. Kali ini saja. Aku ingin sekali mendampingi Dennis tanpa di ketahui keluarganya. Katakan saja aku adalah keluarganya."
Siska menghela nafas.
"Baiklah aku akan mencoba bertanya pada ayahku."
Dan lagi-lagi keberuntungan berpihak pada Dera. Dia di ijinkan ikut dalam tim yang akan mengoperasi Dennis. Betapa bahagianya Dera saat itu. Meskipun jantungnya tidak berhenti berdebar selama operasi. Dia selalu berada di samping Dennis untuk memastikan dennis baik-baik saja selama operasi. Meskipun dia harus menyembunyikan identitasnya dari keluarga Dennis.
__ADS_1
Setelah selesai dari operasi pun Dera turut mengantar Dennis menuju ke ruang pemulihan. Dengan begitu Dera bisa merasa tenang karena telah mendampingi sang kekasih selama di meja operasi.
Jadi yang selama ini di rasakan Dennis tentang kehadiran Dera benar adanya. Aroma parfum mirip milik Dera yang dia hirup sesaat sebelum operasi di mulai, ternyata memang benar pemiliknya adalah Dera. Dennis sempat ragu-ragu karena tidak dapat melihat wajah Dera yang tertutup masker dan topi.