Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Hilang


__ADS_3

Bukan hanya itu saja hal yang di lakukan Dera untuk mendukung Dennis selama menjalani perawatan.


Dia juga yang membeli bunga yang sama persis dengan bunga yang di berikan Dennis kepadanya. Dia pula yang membelikan Dennis seporsi mi ayam kesukaan Dennis. Karena dia tak dapat mengantarnya langsung, maka dia meminta Riri untuk mengantarnya dengan syarat jangan pernah memberi tahu Dennis siapa yang mengirim itu semua.


Bagi Dera melihat Dennis bisa hidup dengan baik, itu sudah sangat cukup baginya. Bukankah cinta tak harus memiliki?? Mungkin dia dan Dennis memang hanya di takdirkan bersama dalam waktu beberapa bulan saja. Meskipun demikian, dia tidak pernah menyesali semua yang telah terjadi. Karena baginya, waktu bersama Dennis adalah salah satu waktu terbaik yang di anugerahkan Tuhan untuknya.


Hari ini Dennis di perbolehkan pulang dan melanjutkan pengobatan rawat jalan. Mama dan papanya juga telah mencari perawat dan ahli terapi untuk membantu Dennis belajar berjalan seperti sedia kala.


Proses konsultasi hingga ujian proposal Dennis berjalan lancar. Semua karena kerja sama yang baik dari pihak universitas. Karena tidak memungkinkan untuk bekerja sendiri, maka orang tua Dennis juga telah menyewa jasa pembuat Skripsi. Dengan begitu Dennis tak perlu lembur dalam penyusunan skripsi. Dia hanya perlu belajar sementara orang lain yang akan mengetikkan skripsinya. Hal itu di lakukan karena mengingat Dennis masih belum bisa terlalu lelah karena dia masih dalam masa penyembuhan.


Keseharian Dennis dihabiskannya hanya di rumah saja sambil menjalani terapi Setiap pagi. Sekarang dia sudah bisa berjalan memakai tongkat. Sesekali Dennis juga pergi ke kampus untuk saling berbagi dengan teman-temannya mengenai ujian akhir yang sudah di depan mata.


Meskipun belum sembuh total, namun Dennis sangat bersemangat dalam penyusunan tugas akhir.

__ADS_1


Kesibukan kuliah dan proses terapi sungguh sangat menyita waktu Dennis. Tapi hal itu sama sekali tak membuatnya bisa melupakan keberadaan Dera sedikit pun.


Dennis masih berusaha mencari-cari tahu tentang Dera melalui teman-temannya. Namun mereka juga tidak mengetahui seolah-olah Dera telah menghilang di telan bumi.


Meta pernah mengatakan bahwa dia pernah berhasil mengirim pesan ke Dera, tapi saat dia mencoba menelepon, nomornya sudah tidak aktif.


Hal itu sempat menimbulkan tanda tanya di antara teman-temannya. Apakah Dera benar masih berada di kampung halamannya? Entahlah. Biar waktu yang menjawab dimana keberadaannya.


Seluruh rangkaian ujian akhir telah di jalani Dennis. Mulai dari konsul skripsi, ujian meja hijau hingga Yudisium. Semua telah selesai dan kini Dennis tinggal menunggu wisuda yang akan di laksanakan minggu depan.


Persiapan wisuda mulai di persiapkan oleh Dennis dan keluarga. Segala kebutuhan Dennis di atur oleh kedua orang tuanya mengingat Dennis belum boleh berjalan terlalu jauh.


Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu Dennis datang juga. Dia tampak gagah mengenakan baju toga. Kedua orang tuanya dan juga kakak beserta kakak ipar dan keponakannya turut hadir dalam prosesi wisuda.

__ADS_1


Setelah seluruh rangkaian wisuda selesai, Dennis berkumpul bersama teman-temannya di taman di luar gedung yang di gunakan untuk wisuda. Tiba-tiba Indra sang ketua kelas datang sambil membawa sebuket bunga mawar yang indah sekali. Lalu dia memberikan bunga itu kepada Dennis.


"Dari siapa nih?" Tanya Dennis


"Dari seorang gadis. Pas aku mau jalan kesini dia manggil aku, dan menitipkan bunga itu ke aku" Jelas Indra.


"Dimana dia menemui kamu?"


"Disana" Kata Indra sambil menunjuk ke sebuah tempat.


Dennis segera pergi ke tempat yang di tunjuk Indra. Dia sangat yakin bahwa buket bunga itu dari Dera. Karena bunga mawar merah itu persis seperti yang dia berikan untuk Dera


__ADS_1


__ADS_2