
Suasana Departement store milik keluarga Dennis lumayan ramai. Meskipun tidak seramai akhir pekan, tapi cukup membuat hati senang karena banyaknya pengunjung yang datang.
Dennis tampak berjalan santai bersama Stela. Demi menepati janji kepada mamanya, Dennis pun mengajak Stela jalan-jalan. Kebetulan hari ini dosen hanya memberikan tugas sehingga dia bisa pulang lebih cepat. Dera sedang sibuk membuat lamaran kerja jadi belum bisa di ganggu. Karena itulah Dennis mengajak Stela jalan-jalan agar supaya jika ada waktu lowong lagi dia bisa bertemu dengan Dera.
Mereka sudah keluar masuk toko, tampak Stela serius memilih baju dengan sekali-kali meminta pendapat Dennis. Dennis juga tak segan memberi pendapatnya untuk Stela. Bagi Dennis semua baju pasti cocok untuk Stela. Tapi yaa namanya perempuan, meskipun sudah di katakan cocok masih juga belum puas. Karena hal itulah sampai sekarang mereka masih keluar masuk toko.
Setelah mendapat beberapa keperluan, Stela pun mengajak Dennis untuk istirahat di sebuah cafe. Kakinya terasa pegal karena harus berjalan yang lumayan lama. Mereka pun memesan makanan.
"Departement Store milik keluarga kamu makin berkembang ya" Kata Stela memulai pembicaraan.
"Yaa begitulah. Berkat kerja keras mama dan papa juga sih." Jawab Dennis.
"Kamu nggak berencana mau ikut buka bisnis kayak kedua orang tua kamu?"
"Rencana sih ada. Makanya aku kuliah manajemen. Dan juga aku memang di persiapkan untuk meneruskan bisnis keluarga ini sih."
"Sama kayak aku. Aku juga bakal meneruskan bisnis keluarga, makanya selagi kuliah aku puas-puasin jalan-jalan. Karena kalau sudah selesai bakalan sibuk dengan pekerjaan." Ucap Stela sambil meminum minuman yang baru saja di antarkan oleh pelayan cafe.
__ADS_1
"Tapi asik kan kita nggak perlu capek-capek melamar pekerjaan begitu selesai kuliah."
"Iya juga sih".
"Terus kamu sudah punya pacar belum?" Tanya Dennis. "Kalau sudah ada kenalin ke aku yaa" Sambungnya.
"Gak ada. Nunggu di tembak kamu aja" Jawab Stela santai.
"Ngaco kamu. Udah buruan makan."
"Orang serius kok di bilang ngaco." Dan mereka pun makan dengan lahap.
"Kamu sudah pulang nak? Gimana jalan-jalannya, seru kan?" Tanya mama.
"Seru banget ma. Sampai kram nih kaki aku nemenin Stela keluar masuk toko." Jawab Dennis sambil duduk di samping mamanya.
"Duuh kasian anak mama. Nanti malam minta tolong suruh pijitin sama bi Inda ya." saran mama.
__ADS_1
"Iya ma."
"Terus gimana kelanjutannya?" Tanya mama penasaran.
"Kelanjutannya apa ma?" Dennis tak paham.
"Yaa kelanjutan pertemuan kalian tadi. Kapan rencana mau ketemuan lagi?"
"Oh Stela maksud mama. Nanti kalau ada waktu lowong lagi, aku juga bakal ketemuan sama dia. Tapi ya bukan sekarang" Jelas Dennis.
"Kok gitu. Kalian nggak buat janji untuk ketemuan lagi gitu?"
"Stela ngajakin sih ma, tapi aku yang nggak bisa janji soalnya mama tahu kan jadwal kuliahku padat"
"Yaa kalau nggak bisa kan kamu bisa ajak dia buat makan malam di rumah gitu"
"Nanti aja deh ma. Eh tapi bentar, mama nggak ada niatan buat menjodohkan aku sama Stela kan?" Dennis mulai curiga.
__ADS_1
"Memangnya kenapa? Dia belum punya pacar kan?"
"Stela belum punya pacar, tapi aku yang sudah punya pacar ma" ucap Dennis dan mamanya tampak terkejut dengan perkataan anaknya itu.