
"Jadi anak mama sudah punya pacar? kok nggak bilang ke mama? Sejak kapan?" Mama tampak terkejut.
"Mama sih sering sibuk jadinya nggak ada waktu buat ngobrol bareng."
"Maafkan mama yaa sayang. Habisnya mama sibuk untuk kamu juga. Kalau mama di rumah mama sering bosan, terus kalau kamu kuliah mama ngobrol sama siapa. Bi Inda sibuk dengan pekerjaannya. Jadi mama mencari kesibukan di luar" Ucap mama panjang lebar.
"Iya maa. Dennis juga minta maaf. Soalnya aku juga kalau di rumah langsung tidur karena sudah kelelahan dari kampus." Kata Dennis sambil memegang tangan mamanya.
"Oh ya tadi kamu bilang sudah punya pacar? Siapa dia?" Tanya mama Dennis.
"Pokoknya dia gadis yang cantik, kalem, pintar" Jawab Dennis sambil matanya terlihat membayangkan seolah-olah Dera ada di hadapannya.
"Mama penasaran deh sama gadis yang telah berhasil menaklukkan hati anak kesayangan mama."
"Serius mama pengen tahu?"
Mama pun mengangguk.
__ADS_1
"Nggak apa-apa kalau aku ajak dia kesini?"
"Loh nggak papa dong. Memangnya kenapa?"
"Aku khawatir mama bakal marah kalau aku ngajak cewek main ke rumah"
"Yaa nggak lah sayang. Kan kamu sudah besar sayang. Sudah waktunya kamu serius untuk menjalin hubungan." Dennis memeluk mamanya.
"Baiklah ma, nanti aku akan ajak Dera kesini"
"Iya. Mirip ya ma, Dennis dan Dera. Kalau di singkat jadi DeDe, aku jadi mikir jangan-jangan aku memang jodoh sama dia."
"Hmmm kamu ini ada-ada saja. Pokoknya mama tunggu yaa. Sudah kamu pergi mandi sana. Bau asem nih."
"Ok mamaku sayaaang.." Dennis segera menuju ke kamarnya untuk mandi.
Di sebuah supermarket Dera tampak sibuk memilih bahan-bahan untuk kue brownies. Tadi malam Dennis menelepon dan mengatakan bahwa dia ingin makan kue buatannya. Dennis juga mengatakan untuk mengajak Dera berkunjung ke rumahnya. Karena itulah sebisa mungkin Dera ingin membuat kue dengan sempurna. Meskipun dia tahu keluarga Dennis pasti terbiasa dengan kue-kue buatan restoran yang mahal, tai Dera ingin membuktikan bahwa kue buatannya tak kalah enak dengan kue yang biasa mereka makan.
__ADS_1
Setelah selesai memilih bahan, Dera segera menuju ke kasir kemudian bergegas pulang. Di dalam angkot Dera membuka pesan yang masuk, ternyata dari Dennis, dia ingin memastikan apakah Dera sudah selesai membeli bahan kue. Dengan singkat Dera membalas pesan dari kekasih hatinya itu. Tak lama kemudian Dennis membalas bahwa dia akan menjemput Dera besok sore setelah Dennis selesai kuliah.
Dera telah selesai bersiap. Kue buatannya telah ditata rapi di sebuah dus sederhana namun cantik. Lima menit lagi Dennis akan datang menjemputnya. Benar sekali tak lama kemudian mobil Dennis tampak memasuki pekarangan rumah Dera dan segera Dera masuk ke mobil.
"Waah harum banget bau kuenya. Mama sama papa pasti suka. Apalagi aku." Kata Dennis begitu Dera masuk ke dalam mobil.
"Kamu bisa aja. Semoga nggak mengecewakan ya. Aku gugup banget" Kata Dera.
"Kenapa gugup?"
"Soalnya kan orang tua kamu biasa makan dari olahan chef terkenal, tapi ini cuma olahan dari seorang perawat yang nggak ada basic chef sama sekali"
"Tapi kan di buat dengan cinta. Itu saja udah lebih dari cukup. Makanan yang di buat dengan cinta pasti rasanya luar biasa" Ucap Dennis yang lagi-lagi membuat Dera tersipu malu.
"Aah kamu bisa aja" kata Dera sambil tersenyum. Meskipun sudah mulai terbiasa dengan gombalan Dennis, tapi tetap saja dia masih merasa tersipu dengan kata-katanya yang keluar dengan spontan itu.
Mobil pun melaju perlahan menuju ke kediaman keluarga Dennis.
__ADS_1