Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Melihat Dari Jauh


__ADS_3

sudah hampir dua minggu lamanya Dennis terbaring di rumah sakit tanpa bisa berbuat apa-apa. Tapi pagi ini dokter yang melakukan pemeriksaan mengatakan


"Sekarang kamu sudah bisa berjalan-jalan. Namun pakai kursi roda dulu ya. Jika tidak ada kendala, Satu atau dua hari perban bisa di buka" Katanya.


"Pelan-pelan saja prosesnya. Setelah kursi roda kamu bisa mengenakan tongkat. Lalu mencoba berjalan dengan kaki kamu yang terluka. Tapi kamu jangan terlalu memaksakan ya Kalau masih terasa sakit." Lanjutnya.


"Baik dok. Saya juga sudah mulai bosan di kamar" Kata Dennis.


"Naah itulah tujuan kamu jalan-jalan. Biar kamu tidak stres. Dengan pikiran kamu yang rileks maka diharapkan dapat membantu proses penyembuhan."


"Iya dok."


"Nanti akan ada perawat yang menemani kamu." Kata Dokter.


Mama datang dengan membawa satu tas berisi buah-buahan. Kemudian mama meletakkannya di kulkas mini.


"Den, tadi mama sudah ketemu sama pihak kampus. Syukurlah mereka bersedia memberi kamu keringanan dalam konsultasi proposal." kata mama.


"Benarkah ma??" Tanya Dennis bahagia.


"Iya, mereka turut prihatin dengan keadaan kamu. Mereka juga tidak mau menghambat ujian kamu. Mereka bersedia meluangkan waktu untuk melayani kamu konsultasi proposal di rumah sakit ini"

__ADS_1


"Jadi dosen yang bakal mengunjungi aku ma?"


"Iya. Meskipun kita yang harus menanggung seluruh biaya yang mereka keluarkan untuk datang ke sini. Tapi nggak papa sayang. Yang penting ujian akhir kamu tidak tertunda" Kata mama.


"Syukurlah ma kalau ada keringanan begitu.. Oh ya ma tadi pagi dokter mengatakan kalau aku sudah bisa menggunakan kursi roda." Kata Dennis penuh semangat.


"Waah bagus dong. Siapa tahu kamu bisa melakukan terapi penyembuhan di rumah."


"Iya ma. Aku nggak sabar pengen segera jalan."


"Hmm iya sayang. Mama juga nggak sabar."


"Selamat sore." Kata perawat sambil masuk ke ruangan Dennis.


"Pasien Dennis sudah siap jalan-jalan?"


"Ma, aku pergi dulu ya" Dennis pamit. Kemudian dengan bantuan perawat dia duduk di kursi rodanya.


"Ini untuk mengunci roda jika anda ingin berhenti sedikit lama." Kata perawat menerangkan cara pemakaian kursi roda.


"Oh begitu ya ses"

__ADS_1


"Kita jalan ke taman saja ya" Ajak perawat tersebut. Dennis mengangguk.


Dennis sangat menikmati suasana taman di sore hari. Keadaan taman lumayan rame dengan pasien-pasien yang juga ingin udara segar.


"Permisi, saya mau buang air kecil sebentar di toilet ya" Kata perawat.


"Iya silahkan."


Perawat itu kemudian pergi. Dennis melihat ada taman mawar yang sedang mekar-mekarnya. Bunga itu menarik perhatiannya. Perlahan dia menggerakkan kursi rodanya menuju ke arah bunga mawar itu. Taman bunga mawar itu terletak di lahan yang tidak rata. Sangat berbahaya untuk pengguna kursi roda. Dan hal itu membuat salah seorang perawat yang melihat dari jauh merasa was-was.


Segera dia memanggil temannya yang kebetulan lewat.


"Siska, tolong aku dong"


"Kenapa?"


"Kamu lihat pasien yang di sana?" katanya sambil menunjuk ke arah Dennis. Perawat yang bernama siska itu mengangguk tanda mengerti.


"Tolong dong kamu dampingi dia. Tadi dia bersama Riri, perawat yang menjaganya. Tapi kemudian perawat itu pergi ke arah toilet. Tolong ya kamu bantu dia. Aku takut dia tergelincir, kamu lihat kan tanah di dekatnya tidak rata."


Siska menatapnya dengan sedikit kesal.

__ADS_1


"Sampai kapan kamu akan seperti ini terus?" Katanya. "Sampai kapan kamu hanya akan melihatnya dari jauh Dera?" Sambungnya.


Hah apa?? Dia menyebut Dera?? Jadi benarkah Dera sudah kembali dari kampung halamannya??


__ADS_2