Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Satu Universitas?


__ADS_3

"Jadi si gadis angkot yang kamu ceritain itu mahasiswa keperawatan?" Tany Fery begitu mereka bertiga masuk ke dalam mobil. Sebelumnya Dennis telah menceritakan kejadian yang terjadi di dalam Departement Store sampai dia bisa mendapat info bahwa si gadis adalah mahasiswa keperawatan.


"Iya, aku juga nggak habis pikir sih. Pas aku pertama ngeliat dia pakai seragam berwarna putih, yang di pikiranku yaa cuma karyawati bakery. Sama sekali tidak terlintas di benakku kalau Seragam Kesehatan juga berwarna putih" Dennis menjelaskan panjang lebar.


"Bukan sepenuhnya salah kamu sih. Kan kamu hanya melihat sepintas. Mungkin kalau kamu melihat sepenuhnya, nggak bakal terjadi salah paham" kata Ari. "Terus kamu bilang terakhir melihat si gadis di angkot pas di perempatan dekat kampus kan, jangan-jangan si gadis kuliah di kampus yang sama dengan kita" Sambungnya.


"Haa bisa jadi juga sih. Kan di universitas kita ada juga jurusan Keperawatan" kata Fery yang langsung menyadarkan pikiran Dennis.


"Bener juga ya. Aduuh kenapa aku bisa nggak kepikiran sih. Padahal setiap hari melihat mahasiswa Keperawatan wira wiri di kampus, tapi kok gak pernah terlintas kalau si gadis adalah mahasiswa. Apa karena si gadis naik angkot ya. Jadi aku berpikir kalau dia karyawati bakery." Kata Dennis sambil manggut-manggut sendiri.


"Yaelah Den, mahasiswa di kampus kita banyak juga kali yang naik angkot. Kamu aja yang gak merhatiin karena setiap cewe yang deket sama kamu semuanya naik mobil pribadi" Fery mengomentari Dennis.

__ADS_1


"Bisa jadi sih. Setidaknya kita nggak perlu menelusuri toko bakery lagi kan buat nyari petunjuk. Kan bisa sambil kuliah kita nyari dia." Kata Dennis.


"Kita?? Lo aja kali cari sendiri" Kata Ari dan Fery hampir bersamaan. Dan mobil pun berjalan menembus kegelapan malam.


Sambil berbaring di atas sofa, Dennis menatap langit-langit rumahnya. Senyum tipis menghiasi wajah tampannya. Hatinya bahagia karena si gadis yang selama ini membuatnya penasaran ternyata adalah temannya se-kampus.


"Waduh mas Dennis lagi mikirin apa sih kok senyum-senyum sendiri" Kata bi Indaa sambil meletakkan secangkir teh hangat di meja. Suara bi Inda langsung membuyarkan lamunan Dennis.


"Bibi kayak nggak tahu mas aja, bibi disini udah sejak Mas kecil jadi bibi udah hafal gimana sifat mas. Ngomong-ngomong dia pasti cantik, ya kan mas?" Goda bi Inda.


"Cantik dan manis malah" Kata Dennis sambil senyum-senyum malu.

__ADS_1


"Nah nah masa Mas Ari sama Mas fery cantik dan manis?? Apa bibi bilang, bibi udah kenal mas Dennis sejak lama".


Muka Dennis langsung merah, bi Inda memang jagonya deh kalau soal jebak menjebak.


"Bibi bisa aja" kata Dennis sambil menyeruput teh buatan bin Indha.


"Nanti kenalin sama bibi ya, bibi penasaran sama wanita yang meluluhkan hati Mas Dennis"


"Bibi apaan sih. Udah ah" Dennis lalu memutar TV agar bi Inda berhenti menggoodanya. Kalau nggak gitu bisa-bisa Dennis jadi bulan-bulanannya Bi Inda.


Tak sabar Dennis menanti besok hari. Rasanya ingin Dennis mengelilingi seluruh kampus untuk bertemu si gadis. Mentari cepatlah terbit, ada yang tak sabar menanti kedatanganmu, dan dia adalah Dennis.

__ADS_1


__ADS_2