
Sejak perkenalan kemarin dengan Dera, hati Dennis semakin berbunga-bunga. Sedari malam dia menginginkan untuk segera datang pagi dan segera berangkat ke kampus. Karena di kampus dia dapat bertemu dan bercakap-cakap dengan Dera.
Hari ini rencananya mereka akan ikut kerja kelompok bersama dengan Meta, Sindi dan juga Dera. Dan mereka akan mengerjakan tugas di rumah Sindi.
Di area parkir, Dennis, Ari dan Fery sedang duduk di mobil sembari membuka pintu mobil.
"Kalo udah jelang semester akhir gini susah banget deh ngumpul-ngumpul bareng. Akhir pekan kadang juga bisa ngumpul karena biasanya kita menghabiskan waktu dengan keluarga. Yaa tinggal gini deh curi-curi waktu sambil bikin tugas. Kalo nggak yaa memang nggak bakalan bisa ketemu." Kata Fery membuka obrolan.
"Iya. Tapi nggak papa deh. Kan bentar lagi kita bakalan wisuda. Ini sih belum seberapa. Kalau udah waktunya proposal dan skripsi bakalan lebih sibuk dari sekarang" sahut Ari.
"Jalani saja. Akan ada waktunya kita santai-santai tapi yaa nanti belum sekarang." Sahut Dennis. "Ngomong-ngomong jam berapa si gadis-gadis bakal kelar kuliah?" sambungnya.
__ADS_1
"Tadi sih bilangnya 10 menit lagi. Tapi ini kayaknya idah lewat deh." Kata Ari sambil melihat sekitar. "Nah itu mereka" katanya sambil menunjuk ke arah Meta, Sindi dan Dera yang sedang berjalan menuju ke arah mereka.
"Maaf ya telat dikit, habis kita masih ke toilet dan rada antri" kata Sindi. "Oh iya ini Dera, kalian belum kenalan kan?" Sambungnya.
"Hai aku Dera" Kata Dera sambil bersalaman dengan Ari dan Fery.
"Ini Ari dan ini Fery" Kata Meta sambil menunjuk satu per satu. "Dan ini Dennis" Sambung Meta, tapi Dera tidak bersalaman dengan Dennis dan berkata
"Kami sudah saling berkenalan kok kemarin" kata Dera
"Waah parah kamu Den, diem-diem udah nyolong start duluan ya" Goda Fery.
__ADS_1
"Nggak kok. Kemaren juga ketemu nggak sengaja" bela Dennis.
"Nyolong start gimana? maksudnya apa sih?" Dera tampak kebingungan.
"Udah nggak usah di tanggepin. Cowo mah gitu suka Ga-Je alias gak jelas" Sindy merangkul Dera dan mengarahkannya ke mobilnya.
"Kamu sama aku sama Fery di mobil aku aja ya. Biar Meta sama Ari di mobil Dennis." Sindy menjelaskan.
"Nggak bisa gitu donk. Dera rame-rame sama kita aja. Kalian berdua aja di mobil itu." Dennis menyela.
"Enak aja. Nggak boleh. Belum saatnya Dennis." Kata sindy sambil menjulurkan lidahnya. Dan segera masuk ke mobil miliknya.
__ADS_1
"Udah Den, sabar. Baru juga kenal kemarin. Cewe itu nggak suka sama cowok yang terlalu terus terang. Tarik ulur sedikit, itu yang lebih seru" Jelas Ari. Dennis hanya bisa mengangguk-angguk. Yaa kata-kata Ari tak bisa di bantah. Karena dia telah berhasil menaklukkan hati Meta, sedangkan dirinya belum berpengalaman sama sekali.
Kedua mobil itu pun perlahan-lahan keluar dari pintu gerbang kampus.