Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Episode Tambahan 1


__ADS_3

"Waah Dennis benar-benar kamu ya. Diam-diam ternyata sudah mau lamaran saja" Kata Ari.


Sore itu mereka bertiga meluangkan waktu untuk sekedar nongkrong bersama. Mereka memang sudah jarang bertemu karena kesibukan masing-masing setelah wisuda.


Ari melanjutkan bisnis keluarga mereka. Sementara Fery melanjutkan kuliah S2 karena ingin menjadi dosen.


"Nggak diam-diam juga sih. Nih buktinya aku ngasih tahu kalian" Kata Dennis.


"Terus gimana nih? kapan rencananya?" Tanya Fery penasaran.


"Secepatnya. Kalau nggak ada halangan minggu depan bakal lamaran. Terus untuk pernikahan juga nggak bakalan lama-lama setelah lamaran."


"Mantaap kamu Den berani ambil keputusan begitu. Aku pikir kamu bakalan pacaran lama dulu sama Dera." Kata Ari.


"Nggak lah. Kami sudah sama-sama dewasa. Aku rasa waktu perkenalan kami juga sudah cukup. Aku juga sudah banyak mendengar tentang Dera dari meta dan Sindi. Jadi aku sudah memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius." Jelas Dennis.


"Ok lah kalau begitu. Semoga lancar-lancar ya. Dan Kalau kamu butuh bantuan jangan segan-segan untuk menghubungi kami berdua. Ya nggak Fer?"


"Iya Den, kami pasti siap membantu. Mumpung aku juga belum ada jadwal kuliah nih."

__ADS_1


"Siip deh calon magister" Kata Dennis sambil menepuk bahu Fery. "Ntar as lamaran kalian dateng ya. Sama pasangan masing-masing tentunya"


"Jelas dong." Kata Ari sambil tertawa lebar.


Mereka pun melanjutkan mengobrol tentang kesibukan baru masing-masing. Setelah sekitar satu setengah jam Dennis pamit karena harus bertemu Dera untuk menyiapkan keperluan lamaran.


Dennis tiba di lokasi tempat pertemuan dengan Dera. Mereka janji bertemu di sebuah toko kain.


Tak lama kemudian Dera datang dan mereka pun segera memilih kain. Setelah itu mereka menuju ke tukang jahit langganan keluarga Dennis. Dera menolak menggunakan jasa designer, karena menurutnya ini baru acara lamaran jadi dia merasa belum terlalu membutuhkannya. Jadi Dera hanya mencari gambar di web saja sebagai referensi.


"Der, Kamu ingin konsep pernikahan kita nanti bagaimana?" Tanya Dennis saat mereka di mobil menuju ke tukang jahit.


"Aku pengennya garden party." Jawab Dera.


"Mmm aku pengen suasana yang menyatu dengan alam. Kan kalau di gedung sudah biasa nih, aku jadi pengen sesuatu yang beda saja"


"Waaah pasti mama sama mbak Della seneng banget dengar ini"


"Masak? Seneng kenapa?"

__ADS_1


"Soalnya waktu mbak Della menikah, rencananya mau di bikin konsep garden party, tapi karena waktu itu lagi musim hujan, jadi di bikinlah di gedung tapi tetap sih temanya garden party, gedungnya di sulap seolah-olah kita lagi di kebun" Jelas Dennis.


"Serius?? Pasti seru banget ya." Kata Dera semangat.


"Iya seru banget. Tapi tetap saja mbak Della pengennya di alam terbuka. Akhirnya di bikinlah garden party pas acara mbak Della tujuh bulanan. Untung saja waktu itu pas nggak musim hujan, jadi bisa terlaksana. Kalau nggak, bisa-bisa ileran ponakanku karena keinginan mamanya nggak terpenuhi" Kata Dennis sambil tertawa, Dera pun juga ikut tertawa.


"Semoga semua rencana kita berjalan lancar yah sayang" Kata Dera sambil memegang tangan Dennis yang sedang menyetir.


"Apa? kamu manggil apa barusan?"


"Mmm mulai lagi deh." Dera senyum-senyum.


"Sayang. Sayang sayang sayang." Kata Dera.


"Seneng banget aku dengernya" Kata Dennis.


"Sebentar lagi kamu akan lebih sering lagi dengar aku manggil begitu."


"Iya. Makasih ya udah sayang ma aku." Kata Dennis.

__ADS_1


"Makasih juga udah pilih aku di antara wanita-wanita yang kamu kenal" Kata Dera.


Dennis tersenyum sambil memegang erat tangan Dera, sementara tangan yang satunya mengendalikan stir dengan hati-hati.


__ADS_2