
Lantas dimanakah Dennis berada? Mengapa dia tidak hadir di hari bersejarah Dera? Apakah dia sengaja? Jawabannya tentu saja tidak. Jadwal kuliah Dennis sangat padat sehingga dia tidak bisa meminta ijin untuk pergi ke acara wisuda Dera.
Tapi bukan Dennis namanya jika tidak menyiapkan kado kecil untuk Dera. Dennis memang belum berpengalaman soal pacaran, tapi soal menyenangkan hati wanita dia tahu betul. Secara Kan dia hidup di kelilingi oleh wanita. Eits jangan salah dulu. Para wanita itu adalah, mamanya, kakaknya dan keponakannya. hehe
Tepat jam 16.00 kuliah Dennis selesai. Segera dia keluar dari kelas dan menuju ke mobil. Hari ini dia tidak bersama kedua sahabatnya. Mereka sudah pergi terlebih dahulu karena kuliah mereka hanya sampai jam 13.30.
Dennis mengendarai mobilnya keluar dari kampus. Jalanan sore lumayan padat. Mengingat sore hari banyak orang pulang dari bekerja. Dennis melihat jam di tangannya yang menunjukkan pukul 16.20.
"Semoga tokonya belum tutup" Batin Dennis.
Dennis memarkirkan mobilnya di depan toko.
"Selamat datang" Sapa sang karyawan begitu Dennis membuka pintu toko. Tampak berbagai macam bunga menghiasi seluruh ruangan. Ternyata Dennis mendatangi toko bunga.
"Mau cari bunga yang bagaimana" tanya karyawan tersebut.
__ADS_1
"Saya mau nyari bunga untuk hadiah wisuda."
"Ooh yang ini mas" " katanya sambil menunjuk sebuket bunga yang cantik. "Hari ini banyak banget yang ngambil buket ini. Selain rangkaiannya yang cantik, buket ini juga nampak berkelas." Dennis tampak mengamati buket itu.
l"Ini tinggal satu mas. Karena kami sudah mau tutup, saya kasih diskon 10% dari harga normal" tawar sang karyawan.
"Baiklah." Dennis setuju
"Ini kartu ucapannya. Mau saya tuliskan?"
Dari depan pintu gerbang tampak Dera berdiri. Dennis memberi kabar akan berkunjung ke rumahnya dan dera mengatakan akan menjemputnya di depan pintu gerbang perumahan.
"Hay, Sampai sore banget ya kuliahnya" Kata Dera saat sudah tiba di mobil Dennis.
"Iya. Maklum ada dosen tamu jadinya full jadwal. Dan mereka tiba di rumah Dera.
__ADS_1
"Bapak kamu?" Tanya Dennis begitu keluar dari mobil.
"Ada kok. Lagi jalan-jalan kompleks. Bentar lagi juga mau pulang karena udah mau magrib" Jelas Dera dan langsung duduk di teras.
"Bentar yaa aku ada sesuatu buat kamu" Kata Dennis kemudian kembali masuk ke dalam mobil. Lalu dia keluar dengan membawa buket yan sangat cantik dan sebuah kado.
"Selamat atas kelulusannya" Kata Dennis seraya menyerahkan buket bunga.
"Waah cantik sekali. Makasih yaa. Aku bakal taruh di Vas dan isi dengan air biar gak layu" kata Dera dengan wajah berseri-seri. Kemudian Dera membuka kartu ucapan. Matanya membelalak karena kaget. Kartu ucapan itu bertuliskan "Dera, Jadilah kekasihku"
"Maaf ya, aku nggak pandai merangkai kata, kan aku bukan pujangga" Kata Dennis menyembunyikan kegundahan hatinya.
"Maaf Den aku nggak bisa." Kata-kata singkat Dera membuat Dennis sejenak tertegun dan menatapnya. "Maaf aku nggak bisa untuk menolak kamu. Maaf aku nggak bisa untuk hanya sekedar jadi temanmu. Aku bersedia jadi kekasihmu" Sambungnya disertai senyum manis tapi nakal. Tampak Dennis menghela nafas seolah tak percaya.
"Ternyata kamu usil juga yaa" Dan mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1