Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Titik Terang


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 16.00. Suasana kampus masih lumayan rame. Dennis sendiri juga sudah selesai jam kuliah dan sedang duduk santai di parkiran sambil menikmati angin sore sepoi-sepoi. Dia tampak sibuk mengotak-atik hp. Kedua temannya 15 menit lagi baru selesai jam kuliah sehingga Dennis memutuskan untuk menunggu mereka di tempat parkiran saja.


Besok mereka bertiga merencakan bermain Futsal. Kebetulan besok mereka kuliah hanya sampai jam 2, jadi untuk mengisi waktu lowong mereka memutuskan untuk bermain futsal. Dan berhubung sepatu Futsal milik Dennis sudah usang, jadi sore ini mereka janjian untuk mengantar Dennis ke toko Olahraga guna membeli sepatu miliknya. Lokasi sepatu sport berdekatan dengan Departement Store keluarga Dennis jadi rencananya setelah membeli sepatu, Dennis akan mengajak mereka ke Departement Store sambil melihat koleksi baru seperti yang dikatakan oleh papa Dennis. Yaa kali aja mereka berminat, kan itung-itung iklan gratis. hehe


"Den cabut yuk" panggil Ari. Dennis pun langsung menuju mobil dan duduk di samping sedangkan Ari yang menyetir dan Fery kebagian duduk di belakang. Memang kalau lagi jalan bertiga Ari yang lebih sering menyetir. Alasannya simpel sih, udah di kasih tumpangan masak cuma mo duduk aja. haha.


Mobil mulai keluar area parkir dan menuju toko sport. Suasana toko lumayan sepi. Maklum bukan toko fashion yang selalu ramai. Segera Dennis menuju ke tempat sepatu futsal dan memilih sesuai keinginannya. Setelah meminta pertimbangan kedua temannya, Dennis pun segera menuju ke area kasir dan membayar sepatu pilihannya. Lalu mereka segera menuju ke Departement store keluarga Dennis yang letaknya tak jauh dari toko sport. Karena lokasi yang dekat mereka memutuskan untuk jalan kaki.


Mereka memasuki Departement Store dan menuju tangga eskalator untuk ke tempat fashion pria di lantai 3. Sesampainya di lantai 3 segera mereka berpencar untuk mencari keperluan masing-masing. Dennis memilih duduk dan membiarkan kedua temannya beraksi. Dia merasa belum terlalu membutuhkan baju baru jadi dia hanya melihat-lihat saja.


"Ehm yg ini bagus nggak ya" terdengar suara seorang gadis.


"Aduh aku nggak suka deh. Aksennya kayak orang tua" Kata gadis yang lain.

__ADS_1


"Kalau yang ini bagus nggak"


"Naah ini baru cocok"


"Tapi aku lebih suka sama yang pertama sih, coba kita minta pertimbangan sama laki-laki"


"Mas mas" tampak para gadis mendekati Dennis yang tengah duduk santai.


"Iya ada apa ya" Jawab Dennis.


"Aku lebih suka dengan yang warna abu-abu. Lebih kelihatan macho. Kalau yang merah terlihat lebih dewasa"


"Waah sama mas, aku juga berpikir begitu. Terima kasih ya mas." kata si gadis sambil berjalan menjauh dari Dennis. Wajahnya tampak sumringah.

__ADS_1


Dennis tertegun melihat para gadis itu, ada hal yang mengganggu peikirannya yaitu para gadis mengenakan baju yang sama persis digunakan oleh si gadis yang dilihatnya di angkot. Tak mau menahan penasaran Dennis pun menghampiri mereka.


"Mbak, maaf saya mau nanya"


"Ya mas ada apa?" Jawab teman si gadis yang tadi menanyakan pendapat Dennis.


"Mbak kok bajunya sama. Kalo boleh tahu ini seragam apa ya?"


"Ooh ini Seragam kampus kami mas"


"Seragam kampus?" Dennis tampak tak percaya.


"Iya seragam kampus. Kami jurusan perawat" Jelasnya.

__ADS_1


"Oh iya mbak terima kasih." Kedua gadis itu lalu segera menuju kasir.


Jadi gadis itu seorang mahasiswa perawat..


__ADS_2