
siang itu Dennis sedang duduk di depan sebuah mini market. Hari ini ada 3 mata kuliah. mata kuliah pertama baru saja selesai dan mata kuliah kedua dosen berhalangan hadir sehingga hanya memberikan tugas kelompok. 2 jam lagi mata kuliah jam ke 3. tanggung rasanya bagi Dennis untuk pulang ke rumah sekedar rehat sejenak. Dia lebih memilih untuk nongkrong di sebuah mini market sambil makan hotdog makanan kesukaannya. kedua temannya masih dalam perjalanan untuk menemuinya. Dennis melihat ponsel, ada pesan masuk dari papa. "papa sudah transfer uang bulanan kamu. papa kasih tambahan sedikit, katanya kamu mau beli sepatu futsal. kalau sudah di beli, jangan main di saat jam kuliah ya. papa nggak mau kuliah kamu terganggu" bunyi pesan singkat dari papa.
"yes akhirnya aku bisa beli sepatu futsal yang aku incar" batin Dennis. Dia pun senyum-senyum sendiri karena hatinya sangat girang.
Tak lama kemudian sebuah angkot lewat di jalan raya di depan Dennis. tak sengaja Dennis melihat seorang gadis memakai baju warna putih (lebih tepatnya baju seragam). dia tampak memejamkan mata (mungkin tidur-tiduran). gadis itu langsung membuat Dennis untuk tidak berhenti-henti menatapnya. wajahnya yang ayu dengan polesan bedak yang tipis-tipis tapi tetap membuatnya terlihat segar. Dia juga memakai lipstik warna natural bahkan hampir tidak kentara kalau dia memakai lipstik. Belum hilang kekaguman Dennis tentang gadis itu, sebuah tepukan menyadarkan dirinya
"wey bro, melongo aja. Liatin apa sih?". Ternyata Fery dan Ari sudah tiba.
__ADS_1
"aku baru aja ngeliat cewe cantiikk banget. sumpah aku gak bohong."
"Serius? Mana? Udah naik mobil?" tanya Ari sambil badannya berputar-putar mencari sang gadis yang di maksud Dennis.
"barusan dia lewat naik angkot itu tuh" seru Dennis sambil menunjuk angkot yang sudah lewat lumayan jauh.
"hahaha Dennis Dennis kamu ini lucu sekali. banyak cewek cakep punnya mobil mewah yang ngedeketin kamu tapi kamu nggak respon. Terus ini yang naik angkot kamu liatin sampe melongo begitu" kata Fery. "kamu yakin nggak salah lihat? jangan-jangan bukan di angkot kali" sambungnya
__ADS_1
"aku yakin banget kok. mata aku masih normal nih belum minus" sahut Dennis sedikit sewot.
"terus kamu mau apa? apa kamu tahu siapa namanya. dia tinggal dimana?" Tanya Ari. Dennis hanya bisa menggeleng.
"ya sudah kalo gitu, kota X ini memiliki penduduk jutaan jiwa. dan di antara jutaan jiwa itu kamu mau mencari seorang gadis tanpa tahu namanya, kamu kira semudah pesan ojol?" sambung Ari. "mending sekarang kita isi perut dulu karena sebentar lagi dosen kamu bakal masuk kelas. ok?"
"udah gak usah terlalu di pikirin, anggap aja hanya angin lewat. ntar juga ada angin lagi yang lewat" sahut Fery. Dan kamipun memesan makanan sambil ngobrol-ngobrol tentang tugas kuliah.
__ADS_1
Jam pelajaran Dennis telah usai, pertanda saatnya pulang ke rumah. tapi Dennis belum bisa melupakan sosok gadis di dalam angkot tadi. benar yang di katakan Fery dan Ari bahwa tak mudah mencari seseorang tanpa kita tahu identitasnya. Dennis pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya sembari mengemasi buku-buku di meja dan mengisinya ke dalam tas kemudian menuju ke area parkir untuk mengambil mobil dan pulang ke rumah.