Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Tentang Dera


__ADS_3

Di rumah Sindi telah tersedia berbagai kue tradisional di meja. Sebelum pulang Sindi terlebih dahulu menelepon ART-nya untuk mengatakan bahwa ia akan datang bersama teman-temannya untuk mengerjakan tugas. Kedua orang tuanya sedang di luar kota untuk urusan bisnis. Sudah biasa Sindi hanya di rumah bersama penjaganya.


Sindi, Meta dan Dera berada di ruang tengah. Mereka sedang berdiskusi dengan tugas kuliah Sindi dan Meta, sementara Dera sebagai konsultan yang membimbing bagaimana cara menyelesaikan tugas. Meskipun beda jurusan tapi Dera sangat lihai di mata kuliah di luar jurusannya. Karena itulah Sindi sering mengajaknya belajar bersama.


Para lelaki berkumpul di ruang tamu. mereka tak ingin mengganggu para wanita belajar. Karena kalau mereka terganggu, peoses belajar akan semakin lama dan mereka tak akan bisa mengobrol santai bersama. Sembari memakan kue mereka main game di HP masing-masing.


Tepat 1,5 jam tugas mereka selesai. Mereka segera mengemasi buku-buku dan laptop.


"Hei kalian. gabung sini yuk". Kata Sindi. Dan ketiga lelaki segera menuju ke arah mereka.


"Gimana tugasnya beb, udah selesai semua?" tanya Fery ke Sindi.

__ADS_1


"Baru setengah sih. Setidaknya aku udah ngerti. Ntar bisa aku selesaikan sendiri kok." Jawab Sindi.


"Kalau butuh bantuan bilang aja ya" Kata Fery lagi.


"Oh Iya Dera kamu nggak papa pulangnya agak sore??" Tanya Dennis.


"nggak papa kok. Tadi juga sudah nelpon Ayah. Dan ayahku juga lagi kerja. Mungkin nanti pulangnya bakal barengan." Jelas Dera.


"Dera ini pinter banget tau. Dia rela loh gak dekat sama cowok karena gak mau kehilangan beasiswa." Kata Meta.


"Iyalah dia serius kuliah. Emangnya kamu Dennis, mentang-mentang anak konglomerat terus kuliah kurang serius."

__ADS_1


"Enak aja kamu Ar, gini-gini aku rajin loh. Soalnya kalau IPK gak sampai 3.00 bakal berdampak di uang bulanan sih." Kata Dennis disambut gelak tawa mereka semua di ruangan.


"Dennis anak konglomerat?" Tanya Dera


"Iya, Kamu tahu Departement Store di jln.Sehat? Itu tuh milik keluarga Dennis" Jelas Meta


"Waah enak ya kalian semua hidup berkecukupan" Kata Dera. Kemudian Dera memegang tangan Sindi dan Meta "Aku bersyukur banget berteman dengan kalian. Berkat kalian aku bisa naik mobil mewah, bisa makan makanan enak. Terima kasih ya udah mau temenan sama aku." Sambung Dera dengan mata berkaca-kaca.


"Iih apaan sih. Kan kita udah temenan sejak sekolah dulu. Aku ya aku temen kamu yang dulu. Aku nggak suka deh kalau kamu ngomong gitu lagi." Kata Sindi sambil memeluk Dera diikuti oleh Meta.


"udah ah nggak asik." Kata Ari. "Pokoknya Dera mulai hari ini kami para pria ganteng ini juga temen kamu. Jadi jangan sungkan-sungkan lagi yaa sama kita. Apalagi kalau kamu mau ke kampus kamu bisa barengan sama kita kok, daripada kamu naik angkot tiap hari" Sambung Ari.

__ADS_1


"Darimana kalian tahu kalau aku naik angkot setiap hari?" Tanya Dera penuh heran.


Mereka berlima pun saling bertatapan mata..


__ADS_2