Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Episode Tambahan 3


__ADS_3

Malam semakin larut, acara resepsi Dennis dan Dera telah usai setengah jam yang lalu. Para tamu undangan yang rumahnya dekat dengan lokasi acara resepsi sudah langsung pulang ke rumah. Sedangkan tamu undangan yang rumahnya jauh dari lokasi acara resepsi, di fasilitasi oleh keluarga Dennis dengan menginap di Hotel terdekat. Termasuk juga kerabat Dera yang jauh-jauh datang dari kampung halaman, sebagian menginap di hotel karena sangat tidak memungkinkan jika semuanya menginap di Rumah Dera.


Begitu juga Dennis dan Dera juga telah tiba di hotel. Mereka menempati kamar eksklusif yang di pesan langsung oleh mama Dennis.


Dera sementara membersihkan make-up di wajahnya di kamar mandi. Setelah selesai membersihkan make-up, dia segera menuju ke kamar.


Dilihatnya Dennis sudah tertidur sambil memakai selimut. Dera kemudian naik ke tempat tidur dan di pandanginya wajah Dennis, lelaki yang kini telah jadi suaminya.


Lelaki yang tampan dan kaya impian dari setiap wanita ini telah sah jadi miliknya. Jangan menikah, berteman dengan Dennis pun tak pernah terlintas di benak Dera. Dia masih tak percaya dengan yang terjadi hari ini.


Dibelainya kepala Dennis dengan penuh kasih sayang. Kemudian Dera mematikan lampu lalu berbaring di samping Dennis dan berbagi selimut dengannya. Sambil menghadap wajah suaminya, Dera mencoba memejamkan mata.


Tiba-tiba Dennis memeluk Dera.


"Kenapa lama banget siih" Katanya.


"Loh kamu belum tidur?"


"Ya belum lah. Siapa juga yang tidur di malam pertamanya"


Dennis semakin mempererat dekapannya. Jantung keduanya berdetak semakin kencang.


"Dera, kamu yakin akan melakukannya malam ini?" Tanya Dennis lagi.


"Kalau kamu?" Dera balik bertanya.

__ADS_1


"Aku sih terserah kamu. Kan kodrat istri harus menuruti suami"


"Kamu nggak takut?"


"Takut kenapa?"


"Kata orang-orang sakit loh?"


"Aku nggak takut. Asalkan sama kamu, apapun itu aku nggak akan takut"


Dennis mencium lembut bibir Dera. Serangan tiba-tiba dari Dennis itu membuat jantung Dera berdetak tak menentu.


"Kamu tuh ya saat-saat seperti ini masih sempat-sempatnya ngegombal." kata Dennis setelah melepas ciumannya.


"Kamu juga sih, lupa ya kalau istri kamu itu perawat. Masalah gini tuh aku udah pelajari teorinya"


Dennis tiba-tiba menindih tubuh Dera. Detak jantung mereka semakin kencang.


"Tenang saja, aku akan melakukannya pelan-pelan." Kata Dennis disambut anggukan kepala oleh Dera. Dennis mencium bibir Dera lagi. Kali ini lebih lama dan lebih dalam dari ciuman yang pertama.


Dan malam itu Dera menyerahkan kesucian dirinya yang selama ini di jaganya untuk Dennis sang suami tercinta. Mereka pun semakin larut dalam hubungan halal pasangan suami istri.


.


.

__ADS_1


.


.


Mentari pagi telah bersinar. Dera lebih dulu bangun dan mandi, sementara Dennis masih tertidur pulas.


Di kecupnya kening Dennis.


"Bangun yuk, udah pagi nih" katanya.


Perlahan Dennis membuka mata. Dia langsung menggenggam tangan Dera.


"Istriku udah wangi banget nih. Jadi pengen lagi deh"


"Apaan sih. Kita sarapan dulu yuk. Keluarga udah pada nungguin tuh di bawah."


"Suruh aja antar makanannya ke kamar"


"Nggak enak dong sama keluarga yang udah nunggu."


"Mereka pasti ngerti kok sama pengantin baru. Ayo donk. Pengen lagi nih."


"Nanti selesai sarapan ya. Nggak papa kan?" Tolak Dera dengan halus.


"Ok janji selesai sarapan ya."

__ADS_1


"Iya. Mandi sana gih."


__ADS_2