Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Bertamu


__ADS_3

Dera tampak keluar dari Fakultas keperawatan. Dia membawa sebuah map yang berisi berkas-berkas. Wajahnya tampak berseri-seri. Semua berkas kuliahnya telah di legalisir. Dia siap melamar pekerjaan dan mengaplikasikan ilmu yang telah di dapatnya di kehidupan nyata.


Dera istirahat sejenak di sebuah kursi di kamar. Dennis memberi kabar bahwa sebentar lagi kuliahnya selesai dan dia mwnyuruh Dera untuk menunggunya agar mereka dapat pulang bersama-sama.


Kesibukan kuliah Dennis akhir-akhir ini semakin bertambah. Hal itu di karenakan dia telah memasuki di penghujung semester. Dua bulan lagi dia akan ujian proposal, jadi dari sekarang sudah harus menyiapkan segala keperluan untuk proposal. Sangat sulit baginya untuk dapat bertemu dengan Dera seperti dulu. Meskipun hanya untuk sekedar bercerita tentang rutinitas keseharian mereka Dennis harus mencuri-curi waktu.


Begitu Dennis mendengar bahwa Dera akang berkunjung ke kampus, dia sangat senang. segera saja Dennis menghubungi Dera untuk dapat bertemu walau hanya sejenak saja.


"Udah lama nunggunya?" Tanya Dennis begitu dia sudah tiba di tempat Dera.


"Lumayan. Sekitar 15 menitan. Kamu sudah selesai kuliah?"


"Istirahat. Dosen masuk 3 jam lagi. Masih di perjalanan katanya. Kita jalan dulu yuk. Kamu sudah makan belum?"


"Sudah makan roti tadi sebelum ke sini"


"Masak cuma roti sih? Berarti belum makan nasi kan? Ayo kita cari makan nasi. Lumayan lah bisa ngobrol sama kamu" Kata Dennis. "Aku kangen bangeet" Sambungnya sambil mencubit pipi Dera dengan Gemas.

__ADS_1


"Sam aku juga" Balas Dera. "Ayo berangkat" Ajak Dera sambil menggandeng tangan pacarnya yang sangat di rindukannya itu.


Tiba-tiba hp Dera berdering.


"Bapak telepon" Katanya kepada Dennis.


"Halo Assalamualaikum pak."


"Wa'alaikumsalam. Sudah selesai urusan kamu di kampus?" tanya bapak Dera.


"Oh Syukurlah. Ini bapak tadi kerjaannya cepat selesai jadi pulang cepat. Terus bapak mampir beli ikan lele goreng kesukaan kamu. Bapak tunggu yaa nanti kita makan bareng"


"Iya pak" Segera Dera menutup teleponnya.


"Bapak ngajak makan bareng" Katanya.


"Yaa udah. Kita beli makanan terus makan di rumah kamu saja. Sekalian aku ketemu sama bapak kamu. Kan selama ini tiap mau ketemuan selalu nggak jadi. Aku ada waktu bapakmu lembur. Bapakmu lowong, jadwal kuliah padat." Kata Dennis.

__ADS_1


"Ayok" Dera menyetujui.


Mereka segera keluar dari area parkiran kampus dan mampir di sebuah warung. Setelah membeli beberapa macam makanan, mereka segera pergi menuju ke rumah Dera.


"Assalamu'alaikum. Paak Dera sudah datang" Kata Dera memberi salam sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikumsalam" Jawab bapak Dera sambil membuka pintu. Dera segera mencium tangan bapaknya.


"Pak ini Dennis, yang sering aku ceritain ke bapak" kata Dera sambil senyum-senyum.


"Oh nak Dennis" kata bapak Dera dan mereka berdua pun bersalaman. Tampak di mata Dennis tangan yang sudah keriput dan kasar, pertanda betapa keras kehidupan yang di jalaninya. Sangat berbeda dengan tangan papanya yang halus meskipun ada keriput-keriput kecil.


"Mari masuk nak" Bapak Dera mempersilahkan.


"Terima kasih pak" Jawab Dennis. Dan mereka pun segera masuk kemudian duduk di ruang tamu.


"Kamu tampan. Pantas Dera nggak pernah berhenti cerita tentang kamu. Rasa-rasanya cerita Dera ke bapak tentang kamu bisa di buat novel" Kata bapak Dera sambil tertawa, Dennis pun juga tertawa geli sementara Dera hanya terdiam menunduk menyembunyikan wajahnya yang merah karena malu.

__ADS_1


__ADS_2