
"Maaf aku nggak bisa untuk menolak kamu. Maaf aku nggak bisa untuk hanya sekedar jadi temanmu. Aku bersedia jadi kekasihmu" Sambungnya disertai senyum manis tapi nakal. Tampak Dennis menghela nafas seolah tak percaya.
"Ternyata kamu usil juga yaa" Dan mereka pun tertawa bersama.
"Oh iya ini kado buat kamu, semoga sesuai sama selera kamu" Kata Dennis sambil menyerahkan sebuah kotak kecil yang dibungkus dengan kertas kado bernuansa hijau. Dera segera membukanya dan ternyata adalah sebuah dompet mungil yang lucu.
"Ini Meta sama Sindi yang milih. Yaa kamu tahu kan aku nggak paham soal selera wanita." Kata Dennis. "Aku lihat dompet kamu sudah pudar warnanya, makanya aku membeli ini buat kamu. Kamu jangan tersinggung yaa" Jelas Dennis, Dera hanya bisa tersenyum sambil menggeleng perlahan.
"Aku terlalu sibuk memikirkan kuliah sampai-sampai dompet yang sudah usang-pun luput dari perhatianku. Terima kasih yaa, aku akan pergunakan ini baik-baik" Dera tampak bahagia.
"Tapi Den.." Kata Dera tiba-tiba dengan raut wajah yang murung. "Kok nyatain perasaannya di tempat ini sih. Nggak di tempat yang romantis kayak di film-film gitu. Tak seindah biasa seperti yang mereka tayangkan" Sambungnya. Dennis tersenyum memahami tujuan Dera berkata.
"Awalnya aku mikir gitu. Alasan aku mikir hari ini adalah hari bahagia dan hari bersejarah kamu, makanya aku juga ingin mengukir hari bersejarah kita berdua. Alasan milih rumah ini, karena aku ingin setiap saat kamu merasa sendiri dan kangen sama aku, kamu nggak perlu berjalan jauh-jauh. Cukup duduk saja di teras dan ingat kenangan manis kita berdua." jelas Dennis yang membuat wajah Dera tampak bahagia sekali.
__ADS_1
"Waah ternyata kamu mikirnya sampai jauh juga yaa. Aku sama sekali nggak kepikiran loh." Kata Dera.
"Yaa iyalah. Ini kan pikiran calon pengusaha sukses, jadi yaa harus berpikir untuk jangka panjang" Kata Dennis sambil membusungkan dada.
"Iya iya deh"
"Aku pulang dulu yaa. Udah mau Maghrib nih" Dennis segera beranjak dari kursi.
"Saking keasikan aku sampai lupa" Dera tersipu malu.
"Iih kamu apa siih.. Iya habis ini aku mau ngisi air dulu di Vas untuk naroh bunga ini, terus langsung persiapan buat Sholat Maghrib."
"Aku akan selalu membeli bunga untuk kamu dan akan ku pastikan bunga di Vas kamu takkan pernah layu." Kata Dennis dan lagi-lagi membuat Dera tak mampu berkata apa- apa.
__ADS_1
"Kamu hati-hati yaa di jalan, segera kabari aku begitu sampai di rumah" kata Dera.
"Iya. Aku akan segera menelepon begitu tiba di rumah. Kalau bapak kamu belum juga pulang, jangan lupa kunci pintu yaa"
"Bentar lagi bapak juga pulang. Kalau enggak, paling Selesai Sholat magrib bapak pulangnya. Biasanya bapak menyempatkan diri dulu untuk Sholat berjamaah di Mesjid" Jelas Dera.
"Ntar kita lanjutin lewat telepon yaa" Kata Dennis.
"Iya iya. Udah buruan pulang gih. Keburu Maghrib di jalan nih. Mana belum mandi lagi. Udah bau asem tau" Goda Dera.
"Siaaap pacarku yang manis."
Dennis pun pulang dengan rasa bahagia. Aah inikah rasanya jatuh cinta?? Jantung Dennis serasa mau meledak Saking bahagianya.
__ADS_1
.