
Kemarin mamanya Dennis datang menemui Dera. Dan benar tebakan Dennis bahwa ada sesuatu yang terjadi pada diri Dera hingga dia mengambil keputusan sulit ini. Mamanya Dennis datang ke rumah Dera setelah sempat bertanya kepada satpam perumahan. Dera saat itu sedang duduk menulis lamaran pekerjaan sendiri sementara bapaknya sudah berangkat kerja.
"Assalamu'alaikum" Kata mama Dennis.
"Wa'alaikumsalam" Jawab Dera sambil berjalan ke luar rumah. "Maaf cari siapa ya?" Tanya Dera.
"Kamu Dera?"
"Iya saya sendiri"
"Saya mamanya Dennis"
"Oh maaf tante, mari masuk" Dera mempersilahkan masuk. Mamanya Dera pun masuk dan duduk di kursi.
"Sebentar ya tante saya buatkan minum dulu."
"Nggak usah repot-repot" Tolak mama Dennis.
"Nggak kok tan" Dera segera menuju dapur. Tak lama kemudian dia keluar sambil membawa segelas teh hangat dan beberapa cemilan.
"Silahkan tante" Katanya sambil meletakkan di meja. "Maaf tante rumah saya kecil dan panas" lanjutnya.
__ADS_1
"Nggak papa kok." Mama Dennis tersenyum.
"Kamu lagi sibuk?"
"Nggak juga tan, cuma lagi nulis lamaran pekerjaan"
"Oh iya kamu kan baru selesai wisuda. Tante dengar kamu lulusan cumlaude ya?"
"Alhamdulillah tan"
Mama Dennis meneguk teh buatan Dera.
"Tadi pagi tante sudah coba kue brownies buatan kamu. Enak loh"
"Saya kesini karena ingin membicarakan mengenai Dennis" perkataan mama Dennis terhenti. sementara Dera menahan nafas menunggu kelanjutannya. "Saya tahu kamu mendekati anak saya bukan karena harta, saya tahu kamu bukan anak seperti itu. Tapi saya mohon, kamu bisa kan menjaga jarak dengan anak saya?"
"Maksudnya apa tante?" Dera bingung.
"Maksud saya begini, tolong beri anak saya kesempatan mengenal lebih jauh gadis lain selain kamu. Karena jika kamu masih ada di dekatnya, otomatis Dennis tak akan mau mendekati wanita lain selain kamu" Jelas mama Dennis hati-hati. "Tante yakin kamu tahu maksud tante"
"Tante mau saya meninggalkan Dennis?"
__ADS_1
"Kira-kira begitu"
"Tapi apa salah saya tante?"
Mama Dennis menghela nafas.
"Kamu nggak salah. Kamu anak yang baik dan juga pintar. Hanya saja hubungan kalian yang salah. Tak seharusnya kalian berpacaran. Seandainya kalian hanya berteman, tante nggak akan meminta kamu untuk menjauhinya." Jelas mama Dennis.
Tanpa sadar air mata Dera menetes.
"Sebagaimana kamu berbakti kepada kedua orang tua kamu dengan mendengar segala nasihatnya, tante juga ingin Dennis berbakti kepada mama dan papanya. Dan hal itu akan sulit dilakukan jika kamu berada di dekatnya." Mama Dennis memegang tangan Dera. "Kamu nggak mau Dennis jadi anak yang durhaka kan? Karena itu menjauhlah darinya. Tante mohon. Tante hanya seorang ibu biasa yang menginginkan sesuatu yang terbaik untuknya." sambung Mama Dennis sambil memohon.
"Iya tante aku mengerti. Aku bukanlah yang terbaik untuk Dennis. Pasti tante ingin Dennis menikah dengan wanita sederajat dengan tante kan?" Kata Dera di sela isak tangisnya.
"Maafkan tante. Ini demi Dennis juga."
"Baik tante. Aku akan memenuhi permintaan tante. Aku akan menjauh darinya. Tapi ijinkan aku untuk pamitan lebih dulu dengannya besok"
"Silahkan. Terima kasih telah mengerti tante." Mama Dennis meneguk tehnya lagi. "Kalau begitu tante permisi ya." Katanya.
Mama Dennis berjalan keluar, kemudian tiba-tiba berhenti dan berbalik menghadap dera, lalu beliau berkata,
__ADS_1
"Tante dengar kamu ingin melamar pekerjaan di rumah sakit dekat perumahan kan?" Tanyanya, Dera pun mengangguk.
"Tante bisa bantu kamu. Anggap saja itu sebagai ucapan terima kasih karena kamu telah bersedia memenuhi permintaan tante." Kata Mama Dennis kemudian pergi meninggalkan rumah Dera.