
Tak butuh waktu lama bagi Dennis untuk tiba di kediamannya. Jalanan sore yang tidak terlalu ramai semakin mempercepat laju kendaraan mereka. Segera mereka keluar dari mobil dan disambut oleh Penjaga rumah mereka, pak Tejo.
"Mas Dennis sudah datang? Ini siapa mas?" tanyanya.
"Ini Dera pak" Dennis pun mempersilahkan mereka bersalaman.
"Calon istri aku" Bisiknya ke pak Tejo. Tampak pak Tejo terkejut kemudian berkata.
"Cantik. Mas Dennis pinter" Kemudian mereka tertawa bersama.
Dennis pun mengajak Dera untuk masuk ke rumah. Suasana rumah sepi. Papa dan mamanya sebentar lagi pulang, masih ada urusan sedikit katanya. Dennis langsung menuju ke dapur mencari bi Inda untuk membuatkan minuman untuk Dera. Tak lama kemudian bi Inda pun keluar dapur dengan membawa segelas jeruk peras dan meletakkannya di meja.
"Silahkan di minum" katanya.
"Makasih bi" jawab Dennis.
"Mas Dennis ini yang namanya mbak Sera ya?" kata bi Inda ragu-ragu
"Dera bi" Tegas Dennis.
"Aduh maaf mas, bibi lupa. Mbak Dera manis ya, pantas mas Dennis sangat suka sama mbak."
"Makasih bi, Dennis juga ganteng makanya saya suka" Kata Dera. Dennis hanya bisa tersenyum sambil menatap mesra kekasihnya itu. Kemudian bi Inda pamit ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya.
__ADS_1
"Aku seneng banget, akhirnya kamu bisa ketemu sama mama papa aku" Kata Dennis.
"Aku juga"
"Aku juga seneng bisa meluangkan waktu sama kamu di rumah aku"
"Aku juga." Jawab Dera lagi dengan singkat.
"Aku makin seneng karena akhirnya aku bisa mencicipi brownis buatan kamu."
"Aku juga" Lagi-lagi Dera menjawab dengan singkat.
"Kok kamu dari tadi cuma bilang 'aku juga' terus sih?" Dennis mulai sewot.
Kemudian mereka duduk bercerita, bercanda, saling berbagi sambil melepas rindu, karena belum tentu waktu seperti ini akan datang lagi.
Bunyi telepon di HP Dennis menghentikan cerita mereka. Mama Dennis menelepon.
"Halo ma, mama dimana" Kata Dennis.
"Mama masih di kantor sayang. Kamu sudah tiba di rumah?"
"Sudah ma, sekitar 30 menit yang lalu"
__ADS_1
"Sama Dera?"
"Iya ma"
"Maaf yaa Den, mama sama papa belum bisa pulang sekarang. Ada pertemuan dengan para manajer Departement Store, kemungkinan juga mama akan makan malam disini."
"Oh gitu ya." Suara Dennis terdengar pelan. "Iya ma nggak papa. Nanti kita kan bisa ketemu lagi sama Dera di lain waktu. Semoga sukses ya acara mama" lanjutnya.
"Aduuh mama jadi nggak enak sama Dera. Sampaikan permintaan maaf mama yaa."
"Iya ma." Dennis menutup teleponnya.
Dennis menceritakan ke Dera perihal mama papanya yang tak bisa pulang cepat. Dera pun mengerti kegundahan hati Dennis dan menghiburnya.
Setelah satu jam bersama Dennis, Dera mohon pamit karena ayahnya sebentar lagi pulang kerja dan dia harus ada di rumah saat ayahnya pulang. Dennis pun mengantar Dera pulang.
Pagi-pagi Dennis sudah bersiap untuk kuliah. Di meja makan telah tersedia menu untuk sarapan. Ada pula Brownies buatan Dera. Papa dan mamanya sudah duduk lebih dulu dan Denis pun duduk di samping mamanya.
"Kemarin ada pertemuan dadakan, mama sama papa juga nggak menyangka. Kamu nggak papa kan? Mama jadi nggak enak sama Dera" Kata mama memulai pembicaraan.
"Nggak papa kok ma, Dera juga mengerti" kata Dennis sambil tersenyum.
"Den ini brownis buatan Dera sendiri? enak loh. Mama cobain deh" Kata papa Dennis sambil memberi suapan kecil ke mamanya.
__ADS_1
"Iya beneran enak. Lembut, Adonannya pas, nggak bantet, nggak pait. Sempurna deh. Pasti bakatnya nurun dari orang tuanya yang Chef kan?" Tanya mama. Sontak Dennis terdiam mendengar pertanyaan mamanya itu.