Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Acara Keluarga


__ADS_3

"Deen bangun bangun" Kata mama sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dennis, sementara Dennis hanya membuka matanya sedikit kemudian terpejam lagi.


"Ayo bangun donk. Sudah jam 7 niih. Ikut mama sama papa ke acara yuk" Kata mama masih menggoyangkan tubuh Dennis berharap dia segera bangun.


"Dennis ngantuk banget maa" Ucap Dennis masih dengan mata terpejam.


"Ayolah nak. Cuma bentar kok. Ntar pulang dari acara kamu tidur lagi" Kata mamanya. Hari ini adalah hari minggu, mungkin karena itulah Dennis masih ingin berlama-lama di tempat tidur.


"Maa belum bangun juga?" Kata papa Dennis sambil masuk ke kamar Dennis.


"Kayaknya ngantuk banget deh pa"


"Wajarlah ma. Kan jadwal kuliah Dennis memang lagi padat-padatnya. Acara resminya juga kan jam 11. Suruh nyusul aja dia"


"Ya sudah lah. Paling sebentar lagi juga bangun. Mama tulis pesan dulu di meja." Kata mama Dennis sambil menatap wajah anak bungsunya yang sedang terlelap itu penuh kasih sayang. Kemudian mama Dennis pergi dari kamar setelah meninggalkan secarik kertas yang bertuliskan alamat di meja.


"Bi, nanti tolong siapkan sarapan untuk Dennis ya. Kami nggak sarapan, soalnya ada acara sarapan bersama di rumahnya pak Beni. Nanti bilang ke Dennis untuk nyusul ya?" Kata mama Dennis kepada bi Inda.

__ADS_1


"Baik bu, Pak Beni yang punya restoran itu kan?" Tanya Bi Inda memastikan.


"Iya bi, Bukan pak Beni yang punya salon yaa" Kata mama Dennis sambil senyum.


Matahari sudah memancarkan sinarnya yang terik menyapu kamar Dennis. Perlahan dia membuka mata karena cahayanya yang terang. Dilihatnya jam di meja menunjukkan pukul 09.30. Ternyata sudah siang, batinnya. Dennis segera mencuci muka dan menuju ke ruang keluarga.


"Mama sama papa kemana bi?" Tanyanya kepada bi Inda yang sedang mengelap kaca.


"Ada acara di rumahnya pak Beni pemilik restoran katanya mas. Mas kalau sudah bangun di suruh nyusul ke sana. Bibi sudah siapkan sarapan. Silahkan di makan mas mumpung masih hangat"


"Baik mas" Bibi segera menuju ke dapur dan tak lama kemudian kembali dengan segelas teh hangat. Dennis segera menghabiskan sarapan dan teh-nya. Sudah menjadi kebiasaan Dennis untuk meminum teh campur madu saat dirinya merasa kelelahan.


Dennis telah selesai mandi. Dilihatnya di meja ada secarik kertas lalu di bacanya. Ooh ternyata acara syukuran atas di bukanya restoran baru pak Beni. Sudah setengah 11. Dennis harus bergegas agar tidak terlambat.


Suasana di rumah pak Beni sangat ramai. Dennis segera menuju ke ruang keluarga. Dennis sering di ajak mama papanya ke rumah pak Beni, jadi Dennis sudah hafal letak rumahnya. Segera dia mendekati Mamanya yang tampak mengobrol dengan tante Mira, istri pak Beni.


"Ma.." Panggil Dennis begitu telah dekat dengan mamanya.

__ADS_1


"Kamu sudah tiba? Salim dulu sama tante Mira" Dennis menuruti kata mamanya.


"Waah baru beberapa bulan tak jumpa kamu sudah beda banget. Makin ganteng." Puji tante Mira.


"Makasih tante."


"Kuliahnya gimana?"


"Makin sibuk tante. Soalnya sudah mulai menyusun proposal" Jelas Dennis.


"Waah semangat yaa. Sebentar lagi sudah mau sarjana." Kata tante Mira lagi. Dennis pun tersenyum.


"Oh iya kamu sudah ketemu Stella belum?" Tanya tante Mira. Stella adalah anak tante Mira. Lebih muda setahun dari Dennis. Sedang kuliah di luar kota. Mungkin sekarang lagi liburan.


"Belum tante" Jawab Dennis.


"Naahh itu dia" kata mamanya Dennis sambil menunjuk si gadis cantik yang mengenakan jumpsuit berwarna merah maroon.

__ADS_1


__ADS_2