
Dokter mengatakan bahwa proses penyembuhan Dennis termasuk sangat cepat. Dia di ramalkan bisa sembuh lebih cepat dari perkiraan. Hal itu di karenakan posisi tulang Dennis yang patah tidak terlalu besar. Dan Dennis juga selalu menuruti perintah dokter mulai dari mengkonsumsi makanan yang sehat dan tinggi kalsium, istirahat yang cukup dan juga tidak mengkonsumsi kopi yang dapat menghambat penyerapan kalsium yang mengakibatkan proses penyembuhan terlambat.
Dennis semalam mendapat kiriman mi ayam lengkap dengan toping ceker ayamnya. Dia menanyakan kepada kedua orang tuanya siapa yang mengirimkan, tapi kedua orang tuanya tidak tahu.
Dia juga menanyakan kepada teman-temannya dan jawaban mereka pun sama, tidak mengirimkan mi ayam untuk Dennis. Bahkan jawaban Fery sedikit menggelikan, dia bilang
"Kalau kirim do'a pasti aku orangnya. Tapi kalau mi ayam jangan tanya deh. Kamu tahu kan kalau selera mi ayam kita beda. Nanti kalau aku beli terus kamu nggak mau, kan aku yang rugi" 🙈 Dasar Fery..
Setelah Dennis mencicipi mi ayam tersebut, Dennis sangat terkejut karena mi ayam itu sangat cocok dengan keinginannya. Tidak terlalu pedes, tidak terlalu manis dan asamnya pun pas. Yang pasti ini bukan kiriman teman-temannya. Karena teman-temannya mempunyai selera pedas yang luar biasa. Jadi pasti bukan mereka yang mengirim ini.
Yang ada di pikirannya hanyalah seorang, yaitu Dera. Tapi di manakah Dera sekarang? Kalau dia tahu Dennis di rumah sakit, kenapa dia tidak juga kunjung menengok?
Ah mungkin saja semuanya hanya kebetulan. Nomornya juga sampai saat ini belum aktif. Bisa jadi dia masih berada di kampung halaman.
__ADS_1
"Ooh jadi kamu belum bisa datang ya? Iya nggak papa. Semoga sukses ya.."
Mama Dennis menelepon dengan seseorang kemudian masuk ke ruangan. Sementara papa Dennis duduk sambil menonton TV.
" Abis Teleponan sama siapa ma?" Tanya Dennis begitu mamanya tiba di kamar.
"Sama Stela" Jawab mama kemudian duduk di sofa sambil ikut papa menonton TV.
"Katanya dia belum bisa menjenguk kamu. Soalnya lagi persiapan mau balik lagi ke kampus." Jelas mama.
"Sejak aku kecelakaan dia nggak pernah datang. Hanya mama dan papanya yang datang ke sini. Padahal dia lagi liburan kan? Harusnya banyak waktu luang dong" Kata Dennis. Mama dan papanya menatap Dennis menunggu dia melanjutkan kata-katanya.
"Atau jangan-jangan setelah dia tahu aku patah kaki, terus dia nggak mau lagi ketemu sama aku. Malu mungkin punya teman cacat. Apalagi pacar" Sambung Dennis.
__ADS_1
"Kok kamu ngomong gitu sih nak" Kata mama Dennis sambil menghampirinya dan memegang tangannya. Papa Dennis sendiri tampak terkejut mendengar perkataan Dennis.
"Buktinya dia selalu menghindar kan?. Pertama dia mau datang sore pas aku kecelakaan. Ternyata yang datang hanya orang tuanya. Kemudian dia janji besok besok dan besok lagi. Bahkan sekedar mengirim sesuatu pun tidak." Kata Dennis, Lalu dia menatap kedua orang tuanya dan berkata,
"Ma, pa sekarang kalian tahu kan bahwa Stela itu seperti apa. Dia mungkin bukan wanita yang tercipta untuk aku. Kali ini aku mohon sama mama dan papa, biarkan aku menentukan sendiri wanita yang akan menjadi pendamping hidupku kelak." Lanjutnya.
Mama dan papa Dennis saling bertatapan mata. Kemudian Papa mendekati Dennis.
"Anak bungsu papa ternyata memang sudah besar. Selama ini kami menganggap kamu adalah anak kecil yang masih harus di atur orang tua. Kali ini papa tersadar bahwa kamu sudah bisa menentukan pilihan kamu sendiri." Kata papa. Mama tampak berkaca-kaca dan kemudian mengangguk.
"Maafkan kami yang telah salah menilai Dera." Kata mama
"Mama dan papa nggak salah. Mama dan Papa melakukan ini semua demi aku kan? Aku bersyukur sekali memiliki kedua orang tua seperti mama dan papa" Kata Dennis sambil memegang tangan kedua orang tuanya.
__ADS_1