Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Sembunyi


__ADS_3

Dennis segera pergi ke tempat yang di tunjuk Indra. Dia sangat yakin bahwa buket bunga itu dari Dera. Karena bunga mawar merah itu persis seperti yang dia berikan untuk Dera.


Namun dia tidak melihat sosok Dera sama sekali. Besar keinginannya untuk menemui Dera. Banyak sekali hal yang ingin dia bagi bersamanya. Tapi sepertinya dia harus mengubur dalam-dalam keinginannya itu. Lagi-lagi dia harus menelan rasa kecewa.


Dari kejauhan di balik pohon mangga yang besar dan rindang, ada sesosok gadis yang sedari tadi mengamati polah tingkah Dennis. Ya, dia adalah Dera. Gadis yang sedang di cari-cari Dennis.


Dera tersenyum melihat Dennis memegang bunga yang di berikannya. Dera bahagia bisa melihat Dennis memakai baju Toga, meskipun hanya dapat melihat dari jauh. Dia masih tak bisa menemui Dennis karena dia telah berjanji dengan mama Dennis untuk menjauhinya, dan membuat Dennis menjadi anak yang berbakti kepada orang tua.


"Aku telah memenuhi janjiku tante." Kata Dera dalam hati. Sekarang Dennis telah berhasil membuat keluarganya bangga. Dapat di bayangkan bagaimana wajah bahagia mama dan papa Dennis saat menghadiri wisuda anak kesayangannya itu.


Dera jadi teringat bapaknya. Teringat bagaimana antusias bapaknya untuk menghadiri wisuda Dera. Yaa semua orang tua itu sama. Pasti ingin sekali melihat anaknya bahagia.


Dan karena keinginan orang tua yang ingin anaknya bahagia itulah, maka sampai saat ini Dera masih tetap setia menjauh dari Dennis.


Mungkin ini saat terakhir Dera untuk melihat Dennis. Selanjutnya dia akan menjalani kehidupannya tanpa Dennis. Mungkin juga Tuhan hanya mempertemukan mereka, tapi tidak menyatukan.


Walaupun begitu, Dera tetap bersyukur karena telah mendapat cinta pertama yang begitu mengesankan. Dia sama sekali tidak menyesali segala sesuatu yang telah terjadi.


.

__ADS_1


.


Seminggu setelah selesai wisuda, Dennis bertekad menemui bapak Dera untuk mencari tahu keberadaannya. Sore itu dia berjalan sendiri menuju perumahan tempat kediaman Dera.


"Assalamu'alaikum" Salam Dennis.


"Wa'alaikumsalam" Jawab Bapak Dera dari dalam rumah.


"Ooh nak Dennis mari masuk" Bapak Dera menyilahkan Dennis masuk begitu beliau membuka pintu.


"Nak Dennis mau minum apa?"


"Pak, bagaimana kabar Dera?" tanya Dennis.


"Alhamdulillah baik. Dia tidak mengabari kamu?"


"Tidak pak. Nomornya juga tidak aktif."


"Yaa kamu tahu sendiri kan Dera di tempat yang tidak ada signal" Jelas bapak Dera.

__ADS_1


"Kira-kira kapan Dera kembali pak?"


"Wah kalau itu bapak kurang tahu nak"


"Ooh begitu ya pak" Kata Dennis sambil menahan kecewa.


Setelah berbincang-bincang sebentar kemudian Dennis pamit pulang.


"Keluarlah. Dia sudah pulang" Kata bapak Dera. Dan Dera pun keluar dari kamarnya.


Sore ini Dera sedang menonton TV, tiba-tiba petugas penjaga perumahan menghubunginya dan mengatakan bahwa ada orang yang mengatakan akan berkunjung ke rumah Dera. Petugas itu mengatakan ciri-cirinya dan Dera sangat yakin bahwa itu Dennis.


Dengan sigap Dera segera menyembunyikan sendal dan sepatu miliknya ke dalam kamar. Kemudian mengatakan ke bapaknya bahwa Dennis akan tiba di rumah. Lalu dia pun bersembunyi di kamarnya.


"Sampai kapan kamu akan bersembunyi seperti itu" Tanya bapak Dera begitu Dera duduk di kursi.


"Entahlah pak. Mungkin sampai kami saling melupakan." Jawab Dera.


"Apa tidak sebaiknya kalian saling bertemu dan saling mengungkapkan masalah yang ada. Melihat keseriusan dia mencari kamu, bapak merasa dia tidak main-main dengan hubungan kalian. Ini sudah beberapa bulan berlalu dan kamu tidak memberi kabar sama sekali. Tapi dia masih setia menunggu kamu. Apa kamu tidak berniat untuk menemuinya?" Jelas bapak Dera.

__ADS_1


"Aku tidak tahu pa. Aku akan mencoba memikirkannya kembali" Jawab Dera.


__ADS_2