
Kehidupan rumah tangga baru Dennis dan Dera begitu membahagiakan. Dengan kesibukan mereka masing-masing tapi tak mengurangi keharmonisan rumah tangga yang baru di bangun itu.
Tiga bulan sudah berlalu sejak mereka resmi menikah. Pagi itu Dera tampak enggan untuk beranjak dari tempat tidur. Dia merasa tubuhnya kurang sehat. Sementara Dennis yang tengah bersiap untuk pergi bekerja mencoba membangunkan Dera
"Dera, hari ini kamu nggak dinas ke rumah sakit? kan kamu jadwal piket pagi" Kata Dennis sambil membelai rambut istrinya itu.
"Aku lemes banget. Aku juga sudah minta ijin kok."
"Apa perlu aku temani kamu periksa ke dokter?" Dennis mulai cemas.
"Nggak usah. Nanti juga baikan kok. Mungkin kecapekan aja. Tolong bilangin ke bi Inda untuk buatkan aku teh hangat ya"
"Iya. Tapi nggak papa kan aku tinggal kamu sendirian?".
"Iya nggak papa."
"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya. Nanti aku akan bilang sama bi Inda untuk selalu nemenin kamu di kamar".
"Iya. Kamu sarapan sendiri nggak papa kan?"
Dennis mengangguk. "Aku berangkat ya" Katanya sambil mengecup kening Dera.
__ADS_1
Berat rasanya untuk pergi meninggalkan Dera dalam keadaan sakit. Apalagi ini pertama kalinya Dera sakit semenjak mereka menikah. Tapi karena urusan yang sangat penting jadi Dennis harus pergi. Nanti dia akan pulang cepat untuk melihat kondisi Dera.
"Loh Dera mana? Nggak ikut sarapan?" Tanya mama yang tengah menikmati sarapan bersama papa.
"Dera lagi kurang sehat ma." Kata Dennis setelah duduk di kursi dan bersiap untuk sarapan.
"Kenapa? Demam?" Tanya papa.
"Demam enggak sih. Cuma dia bilang badannya lemes aja. Ini rencana aku mau ke kantor sebentar, terus mau cepet balik"
"Kalau gitu biar mama saja yang temani Dera di rumah. Kalian ke kantor saja"
"Terima kasih ma. Aku nggak bakal lama kok" Kata Dennis. "Bi Inda tolong buatkan teh hangat ya buat Dera. Antarkan di kamar soalnya Dera lagi kurang sehat." Sambung Dennis saat bi Inda meletakkan nasi goreng kesukaannya.
Hoooeekk...
Hoooeekk...
Terdengar suara orang sedang muntah dari kamar milik Dennis.
Dennis segera menghentikan sarapannya dan berlari menuju kamar diikuti oleh mama, papa dan juga bi Inda.
__ADS_1
Dennis membopong Dera dari kamar mandi dan menidurkannya di kasur, kemudian memberikannya minuman teh hangat yang di buat bi Inda.
"Gimana sudah mendingan?" Tanya Dennis.
"Masih lemes. perut aku nggak enak banget." Kata Dera
"Kamu nggak salah makan kan?" Tanya mama sambil mengelus tangan Dera. Mama Tampak sangat khawatir.
"Nggak tahu ma. Akhir-akhir ini aku nggak selera makan sama sekali. Mungkin itu yang membuat asam lambungku naik."
"Ya sudah, Dennis kamu nggak usah masuk kantor. Biar papa saja yang urus masalah kamu. Kamu temani Dera periksa ke dokter" Kata papa.
"Aku pusing banget. Apalagi di luar cerah. Aku merasa semakin lemes kalau melihat sinar matahari" Kata Dera.
"Kalau begitu mama panggil dokter saja ke rumah ya. Kamu harus di periksa oleh dokter. Kamu udah lemes banget Dera" Kata mama kemudian langsung keluar kamar untuk menghubungi dokter keluarga mereka.
Tak lama kemudian mama masuk kembali ke kamar.
"Sebentar lagi dokter bakal sampai" Kata mama.
"Kalau begitu papa tunggu saja dokter tiba baru papa ke kantor." Kata papa Dennis.
__ADS_1
Sambil menunggu dokter tiba, Dera mencoba memejamkan mata sambil memegang tangan Dennis.