Antara kau dan aku

Antara kau dan aku
Jus Apel Dan Jus Jeruk


__ADS_3

Dennis terkejut. Pengunjung itu adalah Dera. Dia menggunting rambutnya menjadi pendek sehingga Dennis tidak mengenalinya dari belakang.


Dera pun tak kalah terkejutnya. Dia tidak mengenali suara Dennis karena Dennis sedang batuk dan suaranya sedikit serak.


Saking terkejutnya Mereka pun saling bertatapan tanpa bisa berkata-kata.


"Dera.." Sapa Dennis setelah berhasil mengendalikan suasana.


"Dennis" Jawab Dera masih sedikit gugup.


"Aku nggak mengenali kamu dari belakang karena rambut kamu yang sudah pendek"


Dera pun tersenyum.


"Kalau kamu nggak ada urusan, aku mau ngobrol-ngobrol sama kamu dulu" Ajak Dennis.


"Boleh" kata Dera.


"Oh ya mas tolong bajunya di tukar sesuai keinginan pelanggan ini ya. Nanti saya yang akan bertanggung jawab" Kata Dennis kepada karyawan toko.


"Baik pak" Kata sang karyawan yang kemudian mengambil baju di tangan Dera dan menukarnya sesuai ukuran yang Dera mau.

__ADS_1


Mereka pun pergi menuju ke sebuah cafe. Setelah mereka memilih tempat dan duduk, pelayan pun segera datang menyodorkan daftar menu.


"Kamu mau pesan apa?" Tanya Dennis.


"Aku pesan minum aja. Tadi barusan makan sama teman-teman."


"Baiklah. Kalau begitu 2 jus apel sama cake cokelat 2 ya" Kata Dennis kepada pelayan cafe.


"Kok pesan 2 jus apel?" tanya Dera.


"Kan kamu suka jus apel?" Jawab Dennis.


"Iya tapi kan kamu sukanya jus jeruk"


"Kamu makin cantik deh Setelah beberapa bulan nggak ketemu. Makanya aku sempat nggak ngenalin kamu. Tapi sepertinya kamu agak kurusan ya" Kata Dennis.


"Iya. Makanya aku gunting pendek rambutku karena biar pipiku kelihatan berisi" Kata Dera sambil tersenyum manis.


Jantung Dennis berdegup kencang melihat Dera tersenyum. Rasanya seperti baru pertama kali dia melihat senyuman yang sangat manis itu


"Kamu mau gemuk atau kurus tetap cantik kok" Puji Dennis. Kembali wajah Dera memerah.

__ADS_1


"Kalau urusan gombal emang kamu ya jagonya." Kata Dera sambil mencubit lengan Dennis. "Tapi kamu juga makin tampan. Makin berwibawa." Lanjut Dera.


Yaah memang Dera akui, Dennis semakin tampan. Setiap saat wajah tampannya selalu menari-nari di benak Dera. Dia sangat terkejut saat berhadapan dengan Dennis, Pria tampan yang selalu dirindukannya tiba-tiba saja ada di hadapannya.


Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan mereka. Baik Dennis maupun Dera segera mencicipi pesanan itu.


"Kaki kamu gimana? apa Sudah pulih sepenuhnya?" Tanya Dera sambil memakan cake cokelat.


"Alhamdulillah sudah" Jawab Dennis kemudian terhenti dan menatap Dera.


"Dari mana kamu tahu kalau kaki aku sakit?" Tanyanya. Dera terlihat gugup


"Itu aku tahu dari..."


"Jangan bilang selama ini kamu sudah kembali dari kampung halaman" Dennis memotong percakapan Dera.


Dera menghela nafas.


"Baiklah. Aku akan jujur. Alasan kenapa aku lebih kurus dari sebelumnya, itu karena aku sekarang sudah bekerja. Dan aku bekerja di Rumah sakit tempat kamu di rawat." Jelas Dera. Dennis sangat terkejut mendengar penjelasan itu. Kemudian Dera menjelaskan semua rahasia yang selama ini di sembunyikannya. Dia merasa untuk saat ini tak ada gunanya menyembunyikan hal itu dari Dennis.


"Jadi firasat aku selama ini tentang kamu itu benar?" Dera mengangguk.

__ADS_1


Tanpa sadar air mata Dera menetes.


"Maaf Den, aku nggak bermaksud membohongi kamu. Tapi itulah caraku agar ku bisa selalu mendukungmu. Aku nggak bisa membiarkanmu begitu saja tanpa berbuat apa-apa saat aku tahu kamu sedang terkena musibah. Semoga kamu bisa mengerti posisi aku" Jelas Dera sambil terisak.


__ADS_2