
Erika yang baru sampai dijalan depan kontrakan tiba tiba kaget melihat sosok didepan kontrakan,sedang menunggunya pulang.
''Su uuu..''
Sunan yang mendengarnya sedikit jengkel.Karena Erika memangil nama depannya seperti itu,tapi dia masih menahan emosi.Coba yang manggil orang lain,bisa dimarahin habis habisan.
''Hemmm...''
''Kamu udah lama disini?''tanya Erika sambil memarkirkan motornya kedepan kontrakan
''Lumayan,aku sengaja gak ngabarin kamu.Aku mau ngajak kamu jalan jalan,mau??''
Sejenak Erika berpikir,hari ini kan jawaban cinta sunan akan dia berikan.
'Mau,aku mandi dulu ya.''
''Ok,dandan yang cantik''.Goda Sunan
Selesai mandi Erika memakai celana jeans panjang dengan atasan kaos dan sweater berwarna biru.Warna kesukaannya, rambutnya dikuncir kuda,tak lupa memakai bedak dan lipstik berwarna peach.Wajahnya yang putih bersih dipoles sedikit saja sudah cantik.
''Udah,ayo''
Sunan yang melihatnya hanya diam,terpesona.
''Gitu doank udah cantik,gimana kalo pake dress dan make up sedikit.''gumam sunan
''AYO''erika menambah volume suaranya karena sunan hanya diam.
''ayo''.meraih tangan Erika agar mengikutinya
Wajah Erika memerah
Koq aku deg deg an ya..
__ADS_1
sunan mengendarai motornya ke sebuah restoran.
Sesampainya disana Erika terdiam
''Ayo turun''.
''Kita ngapain kesini??''masih nongkrong di boncengan
''Makan,ngapain lagi??''
''Ini kan restoran mahal,jangan kesini deh aku gak sanggup bayar.''
Sunan yang mendengarnya tersenyum
''Aku traktir.''
''Gak usah,aku gak bisa balik traktir kamu makanan mahal''.Wajahnya sedih jika harus balik mentraktir sunan,setengah gaji bulananya pasti abis.
''Aku bisa ngasih jawaban tanpa harus makan mahal koq Su.''
Dahi sunan mengkerut,rencana yang sudah dia rancang bakal gagal.Makan malam romantis berdua.Selain itu ada rasa khawatir jika Erika menolak.
''Suuu..''Menghela nafas panjang huuuuff
''Aku..mau terima kamu jadi pacar.''
Sunan yang mendengarnya tersenyum lebar.
''Benarkah??''
''He em.''erika menganggukkan kepalanya pelan.Ada rasa sesak di hatinya,mengingat kembali kalimat yang dulu dia katakan pada sigit.
Gue harus bisa buka hati lagi
__ADS_1
''Terima kasih Erika''.Sunan memeluk Erika dengan erat,sementara ya dipeluk diam membeku
Deg..peluk
Saat tau Erika masih terdiam,sunan menjahilinya dengan mendekatkan wajahnya,pelan pelan wajah mereka semakin dekat.Tinggal sesenti saja wajahnya nempel,erika tersadar.
''Wooyyy mesum.''Mendorong tubuh sunan menjauh dengan wajah cemberut.
''Hahaha.''Sunan terbahak bahak melihat ekspresi Erika
''Ayo pergi dari sini.''
''Kemana??''
''Jalan jalan aja dulu,ntar kalo ada pedagang kita mampir di pinggir jalan.''
Sunan mengagumi kesederhanaan Erika,bagaimana tidak.Ketika banyak cewek diluar sana mau diajakin makan di restoran mahal,erika malah ngajakin makan di pinggir jalan.Untung perut sunan gak sakit waktu dulu diajakin makan mie.
Motor sunan melaju membelah jalanan yang selalu ramai.Sepanjang jalan sunan menggenggam tangan Erika
''Jangan pegang terus,aku gak kabur koq''.Ucap erika mencebikkan bibirnya
Sunan hanya menoleh tersenyum sambil terus menggenggam tangan Erika
Erika yang malu akhirnya menoleh ke kanan,menatap lalu lalang kendaraan.Tak menyangka dia akan bertemu dan berpacaran dengan sunan.
Motor yang dikendarai sunan berhenti di pinggir jalan,erika mengajak sunan makan nasi padang.Tadinya mau makan bakso,tapi perut Erika minta di isi nasi.
''Pak,nasi padang dua pake lauk rendang,yang satu sambelnya banyakin.. minumnya es teh manis''.
''Iya mbak.''jawab sang pemilik warung
Sambil menunggu,mereka asyik ngobrol.Sampai ada sosok yang memperhatikan mereka.
__ADS_1