
''Ahhh kenapa hujannya gak reda reda sih''.gerutu erika saat dia mau berangkat kerja tapi ban motornya bocor,sedangkan payungnya di pinjam desi belum dikembalikan.Erika berdiri didepan kontrakan sambil menatap hujan
Setiap hari sigit selalu memantau erika sebelum berangkat kerja.Walaupun hanya dari kejauhan,memastikan erika baik baik saja sudah membuatnya lega.
Karena hari ini hujan,sigit mengendarai mobil,sendiri..dia tidak mau bareng saka.
Matanya terus menatap gang kontrakan erika,sudah sepuluh menit dari waktu biasanya erika keluar,tapi belum nampak batang hidungnya.Akhirnya sigit keluar dari mobil,memakai payungnya berjalan menuju kontrakan Erika.
''Riri''.Suara sigit mengagetkan erika yang sedang galau menatap hujan
''Kakak,ngapain kesini??''
''Kamu kenapa belum berangkat??''Balik nanya
''Bukan urusanmu''.Jutek
Sigit menghela nafas panjang
''Riri,walaupun kamu udah mutusin aku,tapi kita masih bisa jadi teman baik kan??''
Erika diam
''Ayo aku anter''.Meraih tangan erika yang masih terdiam
Erika tidak menolak
Payung yang tidak terlalu besar membuat sigit dan erika harus berdekatan,tangan sigit merengkuh lengan erika agar tubuhnya tidak terkena air hujan.
Erika hanya diam menurut,entah apa yang dipikirkannya hingga mereka sampai samping pintu mobil.
''Masuklah''.sigit membukakan pintu mobilnya
Erika diam
aku mabuk naik mobil
''Apa kamu masih mabuk naik mobil??''sigit tersenyum menatap erika
Koq tau sih
''Aku masih inget semuanya ri''.mengelus pelan rambut erika
__ADS_1
''Masuklah,aku bawa minyak angin dan kantong plastik.''
''Hah??''Erika tidak percaya jika sigit mengingat semuanya
''Masuklah atau kita akan terlambat,aku masih pegawai baru jangan sampai aku kena SP atasan.''Ucapnya lagi
Erika menurut dan masuk kedalam mobil,disamping kemudi.Kemudian sigit menutup pintu dan mengitari mobilnya ikut masuk disamping Erika.Sebelum melajukan mobilnya sigit memberi apa yang tadi dia bawa,minyak angin dan kantong plastik.
''Nih,olesin dulu minyak anginnya agar mengurangi mual diperutmu.''
''Palingkan wajahmu dulu.''malu karena harus mengoles minyak angin ke perut,malu jika sigit melihatnya.
Sigit tersenyum,namun menoleh kejendela.
''Udah,ayo berangkat''.selesai mengoles perut
''Pakai dulu seatbeltmu''.
Erika mamasang seatbelnya namun kesusahan,sigit yang melihatnya segera membantu.
''Apa kamu gak pernah naik mobil selama disini??''Tanya sigit
Erika gugup lalu menggeleng pelan,takut hidungnya menyentuh bibir sigit
Huhh aku deg deg an
Sigit terkekeh lalu menjauhkan wajahnya dan mulai melajukan mobilnya.
Jika kamu masih kekasihku,sudah kucium bibirmu itu
Hening
Suasana didalam mobil sigit,erika hanya sibuk memejamkan matanya menahan mual dan pusing yang mulai datang.
"Ri,kamu baik baik saja??''tanya sigit
Sudah lima belas menit mobilnya melaju
Khawatir erika mabuk
''Aku baik baik aja kak''.Padahal rasa mual mulai terasa tapi ditahannya
__ADS_1
''Gimana hubunganmu dengan cowokmu??''
''Baik baik aja''.masih memejamkan mata
Kenapa nanya itu
"Apa kamu bahagia?"penasaran
Entahlah,kenapa kepo
"Tentu saja."jawab singkat
"Sudah berapa lama kalian pacaran??''makin penasaran
Hei..kau kepo bener kayak wartawan gosip ya
"Diamlah kak,jangan nanya mulu,aku pusing dan mual tau."
Sigit khawatir
"Apa perlu mampir ke apotek beli obat?"
"Gak usah,bentar lagi nyampe."membuka mata dan melihat jalanan
"Berhenti didepan aja,gak usah masuk parkiran."tangannya menunjuk
"Kenapa?masih gerimis ri."
"Aku bilang berhenti." menaikkan nada suara
Sigit menurut dan menepikan mobilnya
Erika hendak membuka pintu,tangan sigit menahannya.
"Ri,maafin aku."
Erika menoleh
"Makasih tumpanganya".Membuka pintu mobil lalu menutupnya kemudian berlari menuju gerbang pabrik.
"Ri."gumam sigit menatap erika yang sudah menjauh
__ADS_1