Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Hujan


__ADS_3

''Ahhh kenapa hujannya gak reda reda sih''.gerutu erika saat dia mau berangkat kerja tapi ban motornya bocor,sedangkan payungnya di pinjam desi belum dikembalikan.Erika berdiri didepan kontrakan sambil menatap hujan


Setiap hari sigit selalu memantau erika sebelum berangkat kerja.Walaupun hanya dari kejauhan,memastikan erika baik baik saja sudah membuatnya lega.


Karena hari ini hujan,sigit mengendarai mobil,sendiri..dia tidak mau bareng saka.


Matanya terus menatap gang kontrakan erika,sudah sepuluh menit dari waktu biasanya erika keluar,tapi belum nampak batang hidungnya.Akhirnya sigit keluar dari mobil,memakai payungnya berjalan menuju kontrakan Erika.


''Riri''.Suara sigit mengagetkan erika yang sedang galau menatap hujan


''Kakak,ngapain kesini??''


''Kamu kenapa belum berangkat??''Balik nanya


''Bukan urusanmu''.Jutek


Sigit menghela nafas panjang


''Riri,walaupun kamu udah mutusin aku,tapi kita masih bisa jadi teman baik kan??''


Erika diam


''Ayo aku anter''.Meraih tangan erika yang masih terdiam


Erika tidak menolak


Payung yang tidak terlalu besar membuat sigit dan erika harus berdekatan,tangan sigit merengkuh lengan erika agar tubuhnya tidak terkena air hujan.


Erika hanya diam menurut,entah apa yang dipikirkannya hingga mereka sampai samping pintu mobil.


''Masuklah''.sigit membukakan pintu mobilnya


Erika diam


aku mabuk naik mobil


''Apa kamu masih mabuk naik mobil??''sigit tersenyum menatap erika


Koq tau sih


''Aku masih inget semuanya ri''.mengelus pelan rambut erika

__ADS_1


''Masuklah,aku bawa minyak angin dan kantong plastik.''


''Hah??''Erika tidak percaya jika sigit mengingat semuanya


''Masuklah atau kita akan terlambat,aku masih pegawai baru jangan sampai aku kena SP atasan.''Ucapnya lagi


Erika menurut dan masuk kedalam mobil,disamping kemudi.Kemudian sigit menutup pintu dan mengitari mobilnya ikut masuk disamping Erika.Sebelum melajukan mobilnya sigit memberi apa yang tadi dia bawa,minyak angin dan kantong plastik.


''Nih,olesin dulu minyak anginnya agar mengurangi mual diperutmu.''


''Palingkan wajahmu dulu.''malu karena harus mengoles minyak angin ke perut,malu jika sigit melihatnya.


Sigit tersenyum,namun menoleh kejendela.


''Udah,ayo berangkat''.selesai mengoles perut


''Pakai dulu seatbeltmu''.


Erika mamasang seatbelnya namun kesusahan,sigit yang melihatnya segera membantu.


''Apa kamu gak pernah naik mobil selama disini??''Tanya sigit


Erika gugup lalu menggeleng pelan,takut hidungnya menyentuh bibir sigit


Huhh aku deg deg an


Sigit terkekeh lalu menjauhkan wajahnya dan mulai melajukan mobilnya.


Jika kamu masih kekasihku,sudah kucium bibirmu itu


Hening


Suasana didalam mobil sigit,erika hanya sibuk memejamkan matanya menahan mual dan pusing yang mulai datang.


"Ri,kamu baik baik saja??''tanya sigit


Sudah lima belas menit mobilnya melaju


Khawatir erika mabuk


''Aku baik baik aja kak''.Padahal rasa mual mulai terasa tapi ditahannya

__ADS_1


''Gimana hubunganmu dengan cowokmu??''


''Baik baik aja''.masih memejamkan mata


Kenapa nanya itu


"Apa kamu bahagia?"penasaran


Entahlah,kenapa kepo


"Tentu saja."jawab singkat


"Sudah berapa lama kalian pacaran??''makin penasaran


Hei..kau kepo bener kayak wartawan gosip ya


"Diamlah kak,jangan nanya mulu,aku pusing dan mual tau."


Sigit khawatir


"Apa perlu mampir ke apotek beli obat?"


"Gak usah,bentar lagi nyampe."membuka mata dan melihat jalanan


"Berhenti didepan aja,gak usah masuk parkiran."tangannya menunjuk


"Kenapa?masih gerimis ri."


"Aku bilang berhenti." menaikkan nada suara


Sigit menurut dan menepikan mobilnya


Erika hendak membuka pintu,tangan sigit menahannya.


"Ri,maafin aku."


Erika menoleh


"Makasih tumpanganya".Membuka pintu mobil lalu menutupnya kemudian berlari menuju gerbang pabrik.


"Ri."gumam sigit menatap erika yang sudah menjauh

__ADS_1


__ADS_2