Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Kenapa kau ada di sini?


__ADS_3

Sunan sedang duduk di kursi ruang kerja,melihat layar hpnya,menatap foto erika yang dia ambil beberapa taun yang lalu.Yaa..ini sudah empat taun berlalu setelah hubungan mereka Kandas.Kini umur sunan sudah menginjak tiga puluh taun,umur yang di bilang cukup matang bagi laki laki untuk menikah.Badannya masih sama,wajahnya lebih dewasa sekarang,dan hatinya..ah masih sama seperti dulu..Hanya untuk Erika.


''Apa kau sudah menikah dek?Aku merindukanmu.''Ibu jari tangannya mengelus foto Erika yang sedang tersenyum ke kamera


Perasaan sunan pada Erika tidak pernah berubah,masih seperti dulu.Bagi sunan,Erika adalah cinta pertamanya.


Tiba tiba Anan nyelonong masuk.


''Nan,keluar yuk cari angin.''


Sunan menoleh


''Kemana?''Tangannya masih memegang hp


''Kemana aja,ini akhir pekan jangan kerja terus.''


Semenjak putus dari Erika,sunan banyak menghabiskan waktu untuk kerja.Anan yang melihatnya merasa kasian,pernah suatu hari anan ingin mengenalkan wanita pada Sunan,tapi sunan menolak dan marah.Sampai sekarang Anan tidak berani lagi mencari dan mengenalkan wanita pada Sunan.Dia hanya berani mengajak keluar sekedar jalan jalan atau mencari makan.


''Baiklah.''segera menyimpan hp di saku kemeja dan beranjak pergi bersama Anan.


...**...


''Er,udah sampai mana?"Desi sudah antusias menunggu Erika


Mereka janjian di restoran cepat saji,saka dan desi sengaja ke bogor,maen.


Sudah lama mereka tidak bertemu,empat taun sudah setelah Erika memutuskan resign.


''Bentar lagi sampai.''


''Ok.''


''Yank,erika sama siapa kesini?''Saka kepo


''Sendiri.''


"Oh,apa dia sudah punya pacar sekarang?''masih kepo


''Gak tau yank,dia gak mau cerita..kalau telepon kita ngobrolin yang lain.''


''Em,apa kau lapar?kita pesan makan dulu.''


Mereka sudah menunggu selama lima belas menit


''Ntar aja yank,kita tunggu Erika sebentar lagi.''sambil menunjukkan senyum manisnya


''Ok.''


Akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga,erika berjalan cepat mendekat ke arah Desi dan saka duduk.


Desi dan saka melongo,melihat erika yang berubah jauh lebih cantik,mau dandan,rambutnya di gerai tidak seperti dulu selalu di kucir kuda.


Desi yang melihatnya langsung berdiri.


''Erika I miss you.''Desi langsung menghambur ke pelukan Erika


''I miss you too.''Membalas pelukan desi


Tak lupa dengan saka,erika juga gantian memeluknya,tapi cuma sebentar,takut desi cemburu.Hehe


''Gimana kabarmu er?''setelah melepaskan pelukannya


''Seperti yang kau lihat,aku baik.''Mulai mendudukan bokongnya di kursi


"Kau tambah cantik er."Puji Desi yang masih menatap Erika


''Trima kasih,kau juga tambah cantik.''Tersenyum


''Kalau aku?''Mendadak saka ingin di puji

__ADS_1


Erika dan desi saling berpandangan lalu menatap saka sambil tersenyum.


''Kau juga...''.


''Aku tampan lah,aku tau itu.''Memotong ucapan mereka sebelum mereka bilang saka cantik.Begitu pikiran saka


''Hahaha.''Erika dan desi tertawa bersamaan


''Kau mau pesan apa er?''Saka mulai melihat lihatnya menu


Mengalihkan topik


''Sama kayak kalian deh.''Tersenyum tipis


Mereka makan sambil asyik mengobrol kesana kemari.


''Kau kerja dimana er?''


''Di pabrik xx,aku sudah jadi karyawan tetap.''


Kinerja Erika tidak di ragukan lagi,sangat bagus.Lebih bagus daripada di pabrik sebelumnya,mungkin efek dirumah aja selama setaun.Erika mulai bangkit lagi, semangat kerja


''Kau memang keren er.''Desi mengacungkan kedua ibu jarinya


Erika hanya membalas dengan senyuman


''Makasih ya udah jauh jauh kesini''.Ucap erika


''Sama sama.''


Desi mengeluarkan selembar kertas undangan pernikahan lalu menyodorkan pada Erika


''Er,bulan depan kita mau menikah?''


''Benarkah?selamat ya akhirnya kalian menikah juga.''Erika terharu


syukurlah


Begitu pun desi


"Tentu,aku usahakan."Mengambil undangan tersebut lalu memasukkan ke dalam tasnya.


Aku akan mengambil cuti demi kalian


Mereka masih asyik mengobrol.


"Er,apa kau sudah punya pacar?"rasa penasaran saka muncul lagi


"Menurutmu?"malah suruh menebak


"Erika please jawab."Desi gantian memohon


Dia juga penasaran


"Aku belum mau menjalin hubungan dengan siapa pun saat ini,gimana kabar sepupumu itu?Apa sudah menikah?"Erika balik nanya sambil mengunyah makanan lagi


Jika sigit sudah menikah,aku tidak akan selalu merasa bersalah


Sejujurnya Erika merasa kesepian,hatinya selalu di selimuti rasa trauma untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis.Rasa sesal juga masih ada karena dia telah menyakiti dua pria tampan,sigit dan sunan.Walaupun bukan sepenuhnya salah Erika,dia pun tidak mau menyakiti mereka.


"Belum er,semenjak hubungan mereka berakhir,aku lihat kak sigit masih sendiri saat ini."Saka terlihat sedih


Erika terkejut,tapi berusaha tenang.Bagaimana mungkin dia belum menikah, sudah empat taun berlalu semenjak Erika resign dari pekerjaannya.Erika jadi tambah merasa bersalah.


Erika segera menghabiskan makannya.


...**...


''Hei,kenapa kau ajak aku kesini?mau kencan?''Sunan merasa kesal pada Anan

__ADS_1


Cari angin koq jauh jauh sampai ke bogor,memangnya yang dekat gak ada angin apa.


''Aku lapar,ayo turun.''Tidak menghiraukan omongan sunan


Dengan kesal sunan turun dari mobilnya dan masuk ke restoran cepat saji.Sunan memilih duduk di pinggir jendela.


''Kau mau pesan apa?''Anan sibuk melihat menu


''Apa saja.''Matanya melihat keluar jendela berharap bertemu Erika


''Baiklah,kita pesan menu yang sama.''


Beberapa saat pesanan datang,mereka makan dalam diam.


''Kapan kau menikah?''Tanya sunan di sela sela makan


''Masih tiga bulan lagi.''


''Lama sekali,kenapa?''


''Dia mau menikah di umur dua puluh tiga taun''.


''Sabar sekali kau''.mengejek


''Aku sabar untuk sesuatu yang sudah pasti,daripada kau jomblo gak jelas.''balik mengejek


''Hiis.''melempar tisu


Terdengar suara tawa di di meja seberang, hanya terhalang dua meja.Sunan terdiam,merasa mengenal suara tawa itu,kepalanya langsung menoleh dan menatap seseorang yang sedang tertawa.


Erika..Apa dia erika


Masih diam penasaran menatap.Anan tidak sadar masih sibuk makan.


Di meja seberang


"Aku ke toilet dulu ya."bangkit berdiri dan berjalan


Sunan segera menyusul


"An,aku ke toilet dulu.''


"Ok."Anan melanjutkan makan sendiri


Sunan berjalan di belakang Erika, memastikan orang yang dia lihatnya erika atau bukan.Dan erika tidak sadar sampai erika masuk ke dalam toilet.Sunan berdiri samping pintu,menyandarkan badannya di tembok.Menunggu sampai erika keluar.


Erika,benarkah itu kau


Beberapa menit Erika keluar,sunan segera berdiri tegak melihat siapa yang keluar.Erika berjalan ke kanan,sedangkan Sunan berdiri di sebelah kiri.Sehingga erika tidak tau keberadaan Sunan,sampai sebuah panggilan menghentikan langkah kakinya.


"Dek."Sunan pelan memangil Erika


Dek? seperti suara sunan


Erika berdiri mematung mendengar suara orang yang tidak asing baginya,walaupun sudah beberapa taun berlalu.


"Apa ini mimpi?"gumam erika lalu menggeleng pelan dan hendak berjalan


"Dek,benar kah itu kau?"Suara sunan kembali terdengar


Erika urung berjalan dan menoleh,memastikan suara siapa di belakangnya.


Sunan,kenapa kau ada disini?


Erika sangat terkejut melihat sunan,orang yang dia jauhi kini berdiri di hadapan Erika.


"Dek."panggil sunan lagi melangkah maju mendekati Erika


Bersambung....

__ADS_1


...🌸🌸...


__ADS_2