
''Eri,apa Sigit permana itu mantan kamu??''
''Ee anu ituu ...eee''.Gugup menjawab
''Aku curiga''.Desi menyipitkan kedua matanya menatap erika
''Bukan,nama sigit bukan cuma dia kali''.Ngeles
''Eriii''.Melotot tajam
''Udah ah aku mau masuk''.Berjalan pergi menghindari pertanyaan Desi
Saka yang melihat erika beranjak pergi jadi ikut berdiri dan berjalan menyusul.
''Kamu kenapa eri??''Tanya saka saat langkah kakinya sejajar dengan Erika
''Gak papa''.jawab ketus
Sebel deh sama kalian
Erika mempercepat langkahnya,desi yang berada dibelakang saka menyusul
"Huh..Capek".ngos ngosan mengejar langkah Erika
"Eri kenapa des??Masih penasaran
"Gak papa saka,ini urusan cewek."
Saka gak boleh tau nih,ntar aku di semprot erika
Dan mereka berjalan menuju gedung tempat mereka bekerja.
Perasaan desi dan saka sama,mereka penasaran dengan sikap Erika,namum tidak berani bertanya lagi karena yang di tanya lagi marah
Sepulang kerja
__ADS_1
Erika dan Desi pulang bareng,sementara saka pulang duluan
"Des,nih cokelat nya.''Menyerahkan dua batang cokelat ukuran sedang
"Kamu yakin gak mau makan satu?"Tanya lagi
"Enggak,ayo pulang."Berjalan mendahului setelah mengambil tas dan jaket.
Erika mengantarkan desi pulang ke rumahnya,lalu balik lagi kekontrakan.
Sesampainya dikontrakan erika menghempaskan tubuhnya ke kasur.
"Huhh Capek."gumam Erika
Sejenak pikirannya kembali pada seseorang yang lagi viral dipabrik,pengganti sementara pak Anan yang berinesial S.
Apa benar kamu,kenapa harus kamu
Dan cokelat itu apa Kamu yang ngirim?
Erika menghembuskan nafas berat,memikirkan cara untuk menghadapi sigit.
Halo dek
Halo mas
Kamu udah pulang kerja??
Udah
Udah mandi?
Belum
Makan??
__ADS_1
Belum juga
Hemm..buruan mandi terus makan
Hemmm
Kamu kenapa dek?? cemas
Gak papa,mas mau kesini gak?Berharap
Iya ntar mas kesitu tunggu ya..mas kerja dulu sayang daa
Lagi lagi sunan mengakhiri sambungan telepon setelah mengucapkan kata manis yang membuat Erika sebal tapi seneng(Lho koq gitu)
Dasar mesum,tapi aku mulai suka deh hihii
Erika beranjak mandi untuk membersihkan diri dan pikirannya.
Setelah selesai Erika keluar untuk membeli makanan,perutnya terasa lapar setelah seharian bekerja dan berpikir.
''Pak,beli nasi goreng satu yang pedes''.Ucap erika setelah sampai dikedai nasi goreng
''Baik mbak''.
Sambil menunggu pesanan, jarinya bermain ponsel.Mengecek pesan dan media social,status erika dan sunan belum berubah,masih lajang.Entahlah kenapa mereka belum mau merubahnya.Mungkin Sunan yang sibuk kerja dan jarang online,ataupun erika yang belum siap merubah statusnya.Hanya mereka yang tau.
Setelah 10 menit nasi goreng pesanannya jadi,seporsi nasi goreng pedas dibungkus kertas minyak,masih panas karena baru saja di masak.
"Ini uangnya pak". menyerahkan dua lembar uang berjumlah lima belas ribu
"Terima kasih mbak."
"Sama sama pak".Melangkah pergi menuju kontrakan
Jarak dari kedai nasi goreng ke kontrakan Erika cukup dekat,sehingga erika memilih untuk jalan kaki,sendiri baginya sudah biasa,jalan yang selalu ramai membuat Erika berani keluar membeli apapun yang dia butuhkan termasuk nasi goreng yang dia bawa saat ini.
__ADS_1
Erika berjalan seperti biasa,belum setengah jalan sampai kontrakan,ada seseorang yang mengikutinya.Tiap erika menoleh orang tersebut tidak ada,akhirnya erika berjalan cepat agar sampai dikontrakan.Baru sampai di halaman depan kontrakan,sebuah suara membuat Erika berhenti melangkah.
"Hai Ri."