
Erika mengelap kedua matanya yang basah,berjalan menuruni tangga.Sekelebat bayangan dan ucapan ibu sigit melintas,meninggalkan luka.
''Kamu gak pantes sama anakku"
"Pergi dari sini!!"
Kenapa sakit ya,hiks hiks
Diruangan sigit,
"Ngapain kamu bilang begitu ke erika??"ucap sigit marah
"Memang faktanya begitu kan?"tidak merasa bersalah
"Riska,dengar ya sampai kapanpun aku gak suka sama kamu,aku cinta dan sayang sama Riri,mengerti."Berjalan keluar ruangan menyusul erika
Riska jengkel
Erika masih berjalan gontai,pelan pelan menuruni setiap anak tangga.
"Tunggu ri".teriak sigit
Erika berhenti,hanya berhenti tanpa menoleh.
Sigit segera melangkahkan kakinya dengan cepat lalu memeluk Erika dari belakang.
"Ri,maafkan aku.. jangan dengerin kata riska."Memeluk erat
"Lepasin kak,ini dipabrik."Menoleh ke bawah takut ada yang melihat
"Gak mau,maafkan aku dulu."
"Baiklah aku maafin,sekarang lepasin".pura pura
Sigit melepaskan pelukannya
Erika menghembuskan nafas berat
"Dengerin aku ya kak,turuti kata ibumu,dia mau yang terbaik buatmu kak dan itu bukan aku."tanpa menoleh lalu berjalan cepat menahan tangisnya yang hampir pecah lagi
Maaf
"Ri".gumamnya,mata sigit berkaca kaca
Lagu naff KENANGLAH AKU
cocok untuk hati sigit saat ini
Lirik
Karamnya cinta ini
Tenggelamkanku di duka yang terdalam
Hampa hati terasa
__ADS_1
Kau tinggalkanku meski ku tak rela
Salahkah diriku hingga saat ini?
Ku masih mengharap kau tuk kembali
Mungkin suatu saat nanti
Kau temukan bahagia meski tak bersamaku
Bila nanti kau tak kembali
Kenanglah aku sepanjang hidupmu
Karamnya cinta ini
Tenggelamkanku di duka yang terdalam
Hampa hati terasa
Kau tinggalkanku meski ku tak rela
Salahkah diriku hingga saat ini?
Ku masih mengharap kau tuk kembali
Mungkin suatu saat nanti
Kau temukan bahagia meski tak bersamaku
Bila nanti kau tak kembali
Mungkin suatu saat nanti
Kau temukan bahagia meski tak bersamaku
Bila nanti kau tak kembali
Kenanglah aku sepanjang hidupmu
######
Sepanjang kerja erika diam saja,desi yang melihatnya heran.
"Eri,kamu kenapa??"
"Aku gak pa pa des."
Ahh udah punya sunan tapi kenapa hatiku sakit saat melihat sigit dengan riska??
"Kamu yakin?"belum percaya
"Yakin,I'm fine."melanjutkan pekerjaannya sampai jam istirahat tiba
Jam istirahat
__ADS_1
"Eri,kamu kenapa tadi koq diam aja?"Tanya saka yang kini sudah berada didepan erika dan duduk disebelahnya desi
"Tau tuh,gak mau jujur."desi sebel
"Kalian kepo banget deh, gak kenapa kenapa."melahap makan siangnya
"Des,eri..aku mau nanya lagi boleh?"
"Boleh."kompak dan menatap saka
"Kalian jangan ngeliatin aku kayak gitu,aku jadi malu."nyengir
"Hisss,kita penasaran sama pertanyaanmu".Desi melotot
"Hehehe,sebenarnya disini ada yang namanya riri gak sih?"
Uhuk uhuk
Pertanyaan itu lagi
Erika terbatuk dan segera mengambil minuman lalu meneguknya cepat.
"Bukannya udah dibilang gak ada,kenapa masih nanya lagi?"Mencoba tenang
Desi diam diam mengamati sikap erika
Kenapa tiap menyebut nama riri,sikap erika begitu..hemmm curiga
"Eee anu,sepupuku katanya punya mantan pacar bernama riri,dia kerja disini."saka jujur
Apa??
''Siapa sepupumu itu??''Desi penasaran
"Iya,siapa dia?"pura pura tidak tau
Apa sigit itu sepupumu??Oh my God kenapa aku gak tau
''Ada deh,ya udah kita lanjut makan.''Ajak saka
Siapa riri itu kak??Ah aku penasaran sekali
''Eri,tadi kamu ngapain disuruh ke ruangan pak sigit??''Desi penasaran
''Hah??''Erika bingung
"Iya,apa kamu bikin kesalahan?"
Erika menatap Desi dan saka bergantian,apa yang harus dia jawab
Gak mungkin kan bilang sigit ketemu tunangannya dan pamer ke aku kalau mereka mau nikah
"Cuma disuruh nganterin laporan."nyengir
"Laporan??tumben..bukannya itu kerjaan pengawas bu dina ya."selidik desi
__ADS_1
"Emm kebetulan bu dina lagi Kebelet jadi nyuruh aku ..udah yuk.. aku udah kelar makan."bangkit lalu pergi meninggalkan desi dan saka
Ahh pusing ngadepin kekepoan kalian