
''Aku kenapa ada disini?''Hendak bangkit dari tidurnya
Sigit segera membantu erika
''Kamu tadi pingsan ri,maafin aku''.merasa bersalah
''Kakak kenapa disini??''bertanya tanpa menatap
''Aku yang membawamu kesini,kenapa kamu gak sarapan dulu sebelum berangkat kerja??''khawatir
Aku udah sarapan dan semuanya keluar gara gara mabuk naik mobilmu kak
Erika hanya diam
Sigit segera mengambil mangkok bubur yang berada dimeja samping ranjang.
"Makanlah,aku suapin."Menyendok bubur
"Aku bisa makan sendiri,kakak bisa pergi dan terima kasih."mengulurkan tangannya hendak mengambil mangkok tapi gemetar karena lemas
"Menurutlah aku akan menyuapimu."ucapnya tegas lalu menyodorkan sendok ke mulut erika
Erika diam,belum mau membuka mulutnya
Aku bisa makan sendiri kak
"Kalo gak mau membuka mulut aku akan mencium bibirmu itu."pura pura mengancam
"Kakak".kesel namun segera membuka mulutnya
Satu suapan dua suapan tiga suapan dan akhirnya habis bubur didalam mangkok pindah keperut erika.
"Makasih kak."setelah menghabiskan bubur dan meneguk air
"Sama sama."sigit tersenyum
Ternyata kamu takut dicium,apa mungkin pacarmu gak pernah nyium kamu
Kini tubuh erika sudah mendingan karena perutnya sudah terisi makanan.
''Aku udah baikan,mau balik kerja lagi''.hendak bangkit dari ranjang
Namun tangan sigit menahannya.
''Istirahatlah dulu,kamu belum benar benar pulih."
__ADS_1
Erika melihat jam di pergelangan tangannya,baru pukul sebelas,satu jam lagi istirahat.Erika mengurungkan niatnya.
''Aku balik kerja dulu,cepat sembuh ya ri.''ucapnya lembut sambil mengusap pelan rambut erika
Deg deg..kenapa hatiku deg deg an lagi sih
Erika hanya mengangguk,dan sigit berjalan meninggalkan ruang klinik untuk kembali bekerja.
Kak,kau merapuhkan hati yang udah kuat ini dengan perhatianmu dulu
Erika menatap kepergian sigit dari ruang klinik,menyadari bahwa masih ada perasaan yang tersisa buat sigit.
Sunan sedang sibuk kerja,hingga ada yang memberitahu bahwa Erika pingsan.Ya asisten anan yang kini menjadi asisten sigit.
^^^Pak,mbak Erika pingsan dipabrik,sekarang lagi di klinik Pesan dari asisten yang bernama ardi^^^
Sunan membulatkan matanya,kaget sekaligus bingung.
Apa dia baik baik saja sekarang??Balas sunan
^^^Dia baik pak,tadi ada pak sigit yang menolongnya^^^
Sigit?
^^^Sama sama pak.^^^
Sunan terdiam menatap layar hpnya,melihat foto erika yang di jadikan wallpaper hp lalu matanya beralih menatap jendela,hatinya bingung.Jika dia kepabrik nengokin erika bisa gawat nanti rahasianya kebongkar, tapi rasa khawatirnya kepada erika juga besar.
"Huuhh,apa yang harus aku lakukan??''Menarik nafas berat
Jam istirahat tiba,
Erika mengambil hpnya lalu menelepon sunan.
Hallo dek (pura pura tidak tau,padahal sangat khawatir)
Halo mas,lagi sibuk gak?
Enggak,,kenapa dek??
Pulang kerja bisa bisa jemput aku??
Tentu bisa dek,
Ya udah aku tunggu ya,daa
__ADS_1
Baiklah,daa sayang
Sambungan telepon terputus,sunan merasa lega karena di telepon duluan oleh erika.Dan erika yang merasa gak enak bakal dianter sigit juga merasa lega bakal dijemput sunan.
"Hai eri,sudah mendingan??"tanya desi yang tiba tiba berada dipintu klinik
"Udah,ayo ke kantin."bangkit dan berjalan
"Ayo,sini aku gandeng."Meraih tangan erika
Erika hanya diam sampai dikantin
"Eh eri,tau gak tadi yang bawa kamu ke klinik siapa??"
Tau,sigit
"Gak tau,aku kan pingsan".pura pura tidak tau
"Pak sigit eri,dia khawatir banget sama kamu,bahkan dia sampai merebutmu dari saka yang tadinya mau membawamu ke klinik,uhhh co cweeetttt."
"Oohh."menjawab singkat lalu mengunyah bakso yang masih hangat
"Hai eri,sudah baikan?"giliran saka bertanya setelah duduk disamping desi
"Udah."
"Kamu koq bisa sakit sih,apa karena kehujanan?"Saka kepo
"Iya".
Padahal aku mabuk naik mobil huhu
"Eh des,eri,,aku boleh nanya gak?"
Desi dan Erika menoleh,
"Boleh,nanya apa??"jawab serempak
Ragu,tapi akhirnya bertanya
"Dibagian produksi ada cewek yang namanya Riri gak sih?"
Uhuk uhuk
Erika terbatuk
__ADS_1