
Erika masuk kedalam kontrakannya dengan hati yang masih deg deg an.
''Dia ngasih apa ya??''membuka bungkusan plastik
Teh manis dan martabak..Astaga dia masih inget
Erika segera menuangkan teh manis yang masih panas kedalam gelas dan menaruh martabaknya diatas meja.Kemudian erika bergegas mandi,badannya sedikit basah karena gerimis tadi.
Selesai mandi erika menyeruput teh manis tersebut dan memakan sepotong martabak manis cokelat.Tangannya membuka tas dan meraih hp.
Astaga sunan
Sepuluh panggilan telepon tak terjawab oleh Erika dan lima pesan yang sama.
Dek,udah pulang belum?
Maaf mas datengnya agak malam lagi sibuk kerja
Erika segera menekan tombol hijau untuk menelepon sunan.
Hallo sayang..
Hallo mas,maaf baru sampai tadi gak sempet liat hp..Ujan deras dan petir
Iya gak papa,kamu pulang naik motor??
Enggak,aku naik mobilnya si..si taksi online..aku takut naik motor kalau ujan sama petir.Hampir keceplosan
O ya??mas baru tau kamu takut petir hehehe
Apa tadi macet sampai jam segini baru sampai??
Iya mas,kamu lagi apa?
Lagi mikirin kamu dek
Ishhh gombal,cepatlah kesini aku kangen
Baiklah,setengah jam lagi mas kesitu..daa sayang.
Menutup sambungan telepon.
Naik mobil??motor ditinggal??Ah apa benar kamu naik taksi online..hhuuf
Sunan menghembuskan nafas berat,memikirkan erika yang bekerja ditempat yang sama dengan mantannya.
#
Saka diam diam masuk kekamar sigit,mencari tau siapa riri sebenarnya.Tangannya bergerak kesana kemari,berhenti setelah menyentuh benda pipih bernama Hp.Jarinya hendak membuka power,namun terhenti ketika ada suara.
"Ngapain kamu sama hpku?"pake nada tinggi
Sigit baru keluar dari kamar mandi
Saka diam membeku,bingung mau jawab apa
Mati aku ketahuan
Sigit berjalan mendekat,lalu meraih hpnya dengan paksa.
"Jangan menyentuh hpku tanpa seijinku."Tegas berkata
"Maaf kak,aku tadi mau numpang hotspot,paketanku habis males mau beli keluar,masih gerimis."pinter nyari alesan
Sigit menatap saka tajam,lalu membuka hpnya
"Nih,sudah ku aktifkan hotspot ku,ini sandinya."Memperlihatkan sandi
Saka segera membuka hp lalu mengaktifkan WiFi dan menulis sandi hotspot sigit.
Sandinya keren
"Makasih kak,aku keluar dulu."kabur mencari tempat yang aman
"Jangan jauh jauh,nanti sinyalnya jelek."teriak sigit lalu menutup pintu kamarnya dan memakai baju
Dari tadi cuma pakai handuk??OMG
"Huh,susah amat nyari tau siapa riri."gumam saka dibalik pintu kamar sigit
#
Erika menghabiskan martabak dan teh manisnya seorang diri.Ya iyalah kan dia ngontrak sendirian.Muat ya perutnya ngabisin yang manis manis.
"Kenyangnya".mengelus perutnya
__ADS_1
Tok tok tok
Suara pintu diketuk membuat Erika terpaksa bangun dari duduknya,tadinya mau merem karena kekenyangan,tapi gak jadi.
Ceklek
Nampak seseorang dengan senyum manisnya
"Hai dek."Merentangkan kedua tangannya minta dipeluk
"Hai mas."
Erika mendekat lalu memeluk sebentar
"Koq cuma sebentar,gak kangen."goda sunan
"Kangen,tapi kalau lama lama takut di grebek tetangga dan disuruh kawin."ucap asal
"Bagus malahan".Sunan terkekeh
"Bagus wudelmu kui."mengerucutkan bibirnya
"Ngomong apa dek?"
"Bukan apa apa,mas kesini bawa apa?"melihat ke tangan sunan
"Bawa hatiku untukmu,hehe."ngegombal
"Ish,gombal."
"Aku bawa martabak cokelat."
Apa??
"Kamu suka gak?"
Aku baru aja ngabisin sekotak dan kekenyangan
"Su suka banget mas,sini..mau makan bareng?"mengambil bungkusan plastik dan menaruhnya di piring
"Aku ambil air putih dulu ya."masuk kedalam
Astaga gimana ini,bisa eneg kalau makan lagi..sekotak aja cukup
"Ini di makan dulu."membawa sepiring martabak dan dua gelas air putih
Sunan menoleh,
"Suapin."manja
"Baiklah,ini aaa."mengambil sepotong dan menyuapi sunan
"Kamu gak makan??"tanya sunan disela sela mengunyah
Udah makan tadi
"Masih kenyang mas,tadi abis makan."
"Makan apa?''
Martabak
"Makan pecel lele."bohong
"Oohh..aaa lagi."
Erika dengan telaten menyuapi sunan makan martabak sampai tiga potong
"Udah,eneg kalau banyak banyak."Mengambil air dan meminumnya
"Makasih".mengelus pipi kiri erika
Erika hanya tersenyum
Kalian co cweeetttt banget sama aku,gak tega nyakitin salah satu dari kalian hiks hiks
"Dek."
"Iya."
"Berapa mantan kamu?"
"Hah?"
Sunan menatap erika lekat lekat,erika yang ditatap grogi.
__ADS_1
Apalagi ini
"Cuma satu mas."hati hati menjawab
"Benarkah?"
"I ya".
"Apa kamu sudah melupakannya?"kepo
Gimana mau lupa in,orangnya ada disini dan selalu perhatian
"Kenapa nanya begitu,mas gak percaya sama aku?"
Sunan balik bingung
"Aku percaya,hanya saja.."menggantung kalimat
"Apa?"deg deg an
"Aku sangat mencintaimu dek."Nyengir
"Hemmm..kamu ya,mau bilang cinta pake muter muter."mencubit lengan sunan
"Aww sakit dek."meringis pura pura sakit
"Biarin."mengerucutkan bibirnya
"Jangan gitu bibirnya,nanti mas jadi pengin nyium."goda sunan
Erika langsung menarik kembali bibirnya
Sunan tergelak
"Haha,kamu gemesin ya dek."mencubit pipi erika
"Mas sakit."beneran sakit
"Maaf."
"Dek."
"Iya."
"Kamu betah kerja dipabrik?"
"Betah gak betah,sekarang nyari kerja susah,apalagi aku yang cuma lulusan SMA."menunduk
"Apa atasan kamu baik??"
Erika menoleh
Baik,sampai terlalu baik
"Baik".
"Apa dipabrik ada yang naksir sama kamu?"
Ada
"Gak tau,aku gak pernah nanya nanya."terkekeh
"Apa ada yang perhatian banget sama kamu?"
Kamu kenapa sih mas
Erika bingung
"Gak ada mas,aku cuma kerja,ngumpulin duit buat bantu keluarga."jelas erika menyakinkan
Percaya donk
Sunan merasa lega,
"Kapan kamu siap menikah?"pertanyaan tiba tiba
Uhuk uhuk
Kenapa pada nanya sesuatu yang bikin erika terbatuk sih.Heran
Erika segera minum dengan cepat
"Em aku..."
Bersambung
__ADS_1