
Anan akan segera kembali ke tanah air,tapi dia akan naik jabatan. Semua sudah di putuskan dalam rapat para petinggi pabrik.Anan juga sudah di beritahu melalui sambungan telepon,dia menyetujuinya.Karena Anan percaya dengan kinerja sigit saat menggantikan dia selama di luar negeri.
Posisi sigit masih aman terkendali menjadi HRD.Dia bekerja sangat baik.Tadinya sigit sangat pesimis dengan posisinya yang hanya pengganti sementara Pak Anan.Tapi kini hati sigit sangat senang karena dia masih bisa bertahan di tempat kerjanya dan akan terus melihat erika.
Lain lagi dengan sunan,hatinya gelisah memikirkan erika yang bakal lebih lama bekerja satu pabrik dengan sigit.Mau ke pabrik aja nungguin Anan pulang dari luar negeri.
Sial
Sunan segera menghubungi anan.
Hallo bro
Hemm
Ada apa?
Kapan balik?
Lusa,kenapa gak sabar gitu?
Aku pusing,kenapa sigit gak di pindah bagian aja,aku gak suka dia tiap hari ketemu erika
Hei bro,sigit kerjanya bagus,kalau kau cemburu datengin aja ke pabrik,bilang anaknya Bos dan suruh sigit jauhin erika.
Hening
Hallo..hallo
Hemmm..aku butuh waktu..aku nunggu kamu pulang
Ya udah sabar dulu Ok
Baiklah
Sambungan telepon terputus,sunan masih diam merenung di kursi kerjanya
Kenapa aku gak berani jujur sih,pengecut sekali..huff
Memaki diri sendiri
#
Briefing perkenalan Riska
Semua karyawan pabrik bagian produksi berbaris rapi.Erika memilih berdiri di bagian paling belakang bersama desi.Saka berada sedikit jauh karena dia berbaris bersama laki laki lainnya.
Sigit dan riska berdiri berdampingan,leboh tepatnya riska menempelkan lengannya ke lengan sigit agar lebih.Sigit diam saja.
Aku sanggup gak ya liat mereka setiap hari..huhuhu andai kamu kerja disini sini mas
Erika begitu malas.
"Er,kamu kenapa?"Tanya desi
"Gak papa."
"Kayaknya bu riska ganjen deh,noh liat nempel nempel pak sigit."
"Hemm."
''Udah tunangan dua tahun lebih tapi belum nikah juga ya.''ngoceh
"Sigit kan masih cinta sama kamu er,hihihi..kasian ya riska..eh bu Riska."ngoceh lagi tapi mengecilkan suara
"Jangan berisik des."mengingatkan
"Oh iya,kamu masih punya utang sama aku."menepuk jidatnya sendiri
Lah inget aja kamu,kirain lupa
"Iya ntar aku jelasin."
"Ok."desi mengangkat satu ibu jarinya
"Selamat pagi semuanya."Ucap Manager Pak Aji
"Pagi."jawab serempak
Pagi
Erika menjawab dalam hati.
__ADS_1
"Pagi ini saya akan memperkenalkan asisten baru pak sigit.Dia akan menggantikan Pak Ardi yang sekarang naik jabatan menjadi asisten saya,silakan bu perkenalkan diri anda."Ucap Pak Aji
Riska maju satu langkah.Dia terlihat cantik,memakai blouse putih dan rok hitam sepanjang lutut.Rambutnya yang lurus di biarkan tergerai.Make upnya agak tebal,karena dia suka dandan..bibirnya dipoles lipstik merah.
Ah tapi bagi sigit masih cantik erika yang natural.Coba aja erika dandan pasti sangat cantik dan lebih cantik dari Riska.
"Selamat pagi semuanya,perkenalkan nama saya Riska Putri Aprilia,senang bisa bertemu kalian,mohon kerja samanya."Ucap Riska sopan di tambah senyum semanis mungkin
Banyak respon dari karyawan perempuan dan laki laki,ada yang kagum, memuji,ada yang biasa aja.Macam macam lah
Briefing selesai
Semua karyawan pabrik membubarkan diri menuju tempat kerjanya masing masing,begitu juga erika dan desi.
Sigit menuju ke ruangan nya di susul Riska di belakang.Begitu masuk ruangan riska langsung menempel manja.
"Sayang."ucapnya lembut
"Riska,tolong jaga sikapmu."menggeram kesal.
Riska merengut,lalu menjauh
"Apa yang harus aku kerjakan?"menatap ke sekeliling
Sigit lalu menjelaskan semua hal hal yang harus Riska kerjakan,sebanyak mungkin agar dia tidak menempel nempel terus.
Sigit menyeringai
Kerjakan semuanya
Erika yang sedang bekerja sesekali melihat ke atas,mengamati jendela ruangan kerja sigit.
Desi yang berada di sampingnya heran.
Erika kenapa ya
"Er?"menepuk bahu erika
"Eh,apa des."terkejut
''Kamu udah punya sunan,jangan mengawasi mereka.''desi mengingatkan
''Er,kamu buka hati buat sunan,dia sayang sama kamu..lupain sigit.''Mengecilkan suara takut ada yang dengar
gimana mau lupa,orangnya nongol terus tiap kerja.
"Iya."
"Kamu cemburu?"
''Hah?"
"Jawab".
"Gak lah..aku hanya.."menggantung kalimat
"Apa?"
"Kebelet pipis,kamu tungguin mesinku".Berjalan cepat menuju toilet
"Erikaaaa."menggeram kesal
Kalau saja bukan di dalam gedung pabrik,sudah berteriak si Desi karena kesal.
Beberapa menit Erika balik dari toilet.
"Kamu tidur di toilet er?"Masih kesal
''Enggak..Kau nyalon."ucap asal
"Erika.."gemas
"Sstt..Ada bu dina lewat."Menunjuk melalui ekor matanya
Erika dan desi diam lalu fokus bekerja sampai waktu istirahat.
#Di tempat lain
Sepasang laki laki dan perempuan sedang duduk berhadapan,menikmati waktu bersama di sebuah cafe.
"Lusa aku akan kembali ke tanah air,bisakah kita menghabiskan waktu yang tersisa sebelum aku pulang?"Menatap dalam wajah gadis di depannya
__ADS_1
"Tentu bisa,aku pasti akan merindukanmu."gadis itu tersenyum
''Aku akan sering menghubungimu.''meraih tangan dan menggengam erat
Pertemuan tidak di duga mereka saat laki laki itu berada di tempat dia bekerja.Awalnya mereka saling membenci,cuek.Tapi seiring berjalannya waktu mereka saling menyukai.
#
Waktu istirahat telah tiba
Seperti biasa Erika desi dan saka berjalan bersama menuju kantin dan memesan makanan dan minuman.
''Er,sepertinya sepupuku menyukaimu."ucap saka saat mereka sudah duduk dan menyantap makanan mereka.
Erika menghentikan sendok berisi bakso yang sudah hampir masuk ke dalam mulutnya.
''Tentu saja,pak sigit kan man..."desi hampir keceplosan
Sorot mata tajam Erika menatap Desi.Desi nyengir lalu menyantap baksonya.
''Apa dia bilang padamu?"erika berusaha tenang
''Enggak,kemarin dia liatin kamu kayak Singa liat mangsa..menatap lekat lekat.''Ucap saka asal
''Hahaha.''Desi ketawa
Erika tambah melotot
''Gak mungkin,aku kan jelek."
Kamu cantik erika
''Andai kamu masih jomblo er,aku comblangin sama kak sigit.''Goda Saka
"His jangan lah,pacar erika ganteng lho."Bela Desi
Erika terdiam
"Kalian tau Riska?dia adalah tunangan kak sigit yang tidak di anggapnya tunangan karena kak sigit masih sangat mencintai Riri,dua tahun lebih tidak merubah hatinya untuk berlabuh ke hati Riska,kak sigit pasti sangat terluka ditinggal Riri,apalagi riska yang terlalu lama menunggu,,kasian juga dia."jelas saka panjang lebar
Jadi aku yang salah??
''Apa kamu menyalahkan Riri?"
''Iya,dia meninggalkan kak sigit begitu saja..kalian tau semenjak di tinggal Riri,kak sigit jadi pendiam,waktunya di habiskan untuk belajar agar lulus kuliah dan pergi mencari kerja sekaligus mencari Riri, ibunya menjodohkan dengan riska,sampai tunangan juga..itu yang aku dengar dari Ibuku.''Ada kemarahan dimata saka
Erika hendak menangis,tapi ditahannya.
Aku yang salah
''Apa kamu tau alasan gadis itu pergi??''Erika hati hati bertanya
Desi hanya bisa diam menatap iba Erika,dia tidak berani berbicara takut salah.
Maaf saka aku gak bisa ngomong jujur
''Aku tidak tau."Masih ada rasa marah
Bagaimana kau bisa nyalahin aku kalau kau sendiri tidak tau alasanku pergi?
"Kamu bahkan tidak tau alasannya,kenapa sepertinya kamu marah sama riri?"Erika bangkit dan pergi meninggalkan desi dan saka
Air mata yang ditahannya tadi mengalir deras.
Makanan yang di pesan tidak di habiskan,selera makannya hilang seketika.
"Er,kamu kenapa marah?? kita kan lagi ngomongin riri?"Saka bingung
Desi menatap saka kecewa.
Andai kamu tau riri itu Erika
"Biar aku yang nyusul,kamu di sini aja ka."Ikut bangkit dan berjalan menyusul Erika
Saka mengangguk
Kenapa Erika marah ya
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Bersambung...
__ADS_1