
Erika sudah pulang dari rumah Desi,menepati janjinya yang akan datang ke pernikahan desi dan saka.Walaupun berat karena harus bertemu sigit dan ibunya.Ya..ibunya sigit tentu datang ke pernikahan keponakannya itu.Saka kan termasuk keponakan kesayangan.
Erika masih kepikiran kejadian tadi,padahal sudah sekitar dua jam yang lalu,saat ini erika masih berada di dalam mobil bersama Deva yang di suruh kakaknya untuk mengantarkan Erika kondangan.
...#Flashback on#...
Erika sedang duduk di menyantap hidangan prasmanan di pesta pernikahan desi,duduk sendiri karena deva sedang mengantri mengambil makanan.
''Hai ri,apa kabar?''Seseorang menyapa erika yang sedang lahap makan
Ikut duduk disampingnya
''Baik.''Memilih tetap menikmati makanan
Sudah hafal suara siapa,sikap erika kini berubah biasa saja.Mungkin waktu beberapa taun ini membuat perasaannya pada sigit berkurang.Entahlah,erika sudah banyak merenung dengan kebimbangan hatinya.
''Aku merindukanmu.''Ucapnya menatap erika serius
Beberapa taun tidak bertemu,sigit masih berharap perasaan erika padanya masih sama seperti dulu.
Erika menghentikan aktivitas makannya,menoleh kepada sigit yang sedari tadi menatapnya lekat lekat lalu menghembuskan nafas panjang.
''Aku sudah melupakanmu kak,jadi tolong jangan ganggu aku.''Menatap serius wajah sigit
Tidak merasakan lagi jantung yang berdebar debar saat di dekat sigit seperti dulu.Erika meyakinkan hatinya saat ini,dia harus tegas pada siapa hatinya memilih.Walaupun dirinya sudah memutuskan meninggalkan sigit maupun sunan,tapi sampai saat ini dia masih sendiri.
''Benarkah??''Seketika berubah sedih
Apa ini akhir perjuanganku?
"Hem,pergilah..Aku gak suka di ganggu saat sedang makan."kembali sibuk dengan makannya
Maafkan aku kak
"Baiklah,nanti kita bicara lagi."pergi meninggalkan erika sendiri
Deva datang menghampiri Erika
"Hai,siapa tadi yang kesini?"Pura pura bertanya padahal deva tau laki laki tadi pasti punya hubungan dengan Erika,entah apa itu.Terlihat dari ekspresi wajahnya,deva bisa melihat dari jauh saat erika dan laki laki itu berbicara.
"Bukan siapa siapa."Terus melanjutkan makanannya hingga habis tak tersisa
"Aku ke toilet dulu,kamu tunggu disini aja."bergegas pergi
"Tapi eri."Teriak deva
Akhirnya makan sendiri.
Walaupun banyak tamu di sekitarnya, tapi tidak ada yang deva kenal.
Erika sudah semakin menjauh,masuk ke toilet beberapa saat dan keluar lagi.
Berjalan kembali ke arah deva,sigit yang melihatnya segera memanggil.
"Ri,bisa kita bicara lagi."Dengan nada memohon
''Bicaralah."berhenti melangkah
"Ayo ikut aku."meraih tangan Erika dan membawanya keluar.
"Lepasin,bicaralah."Menahan tangannya
Tidak mau terlalu jauh keluar,cukup di tempat yang sedikit sepi agar pembicaraan mereka terdengar.
"Aku masih mencintaimu ri,aku dan Riska sudah mengakhiri hubungan kami karena Riska selingkuh,mama juga sudah tau,aku ingin kita kembali seperti dulu ri,kau mau?"berucap penuh harap
Tidak peduli ucapan erika tadi.
__ADS_1
Erika terkejut tapi berusaha tenang,hatinya kini sudah berubah untuk sigit.
"Maaf kak aku gak bisa".
Terlihat raut wajah kecewa dari sigit
Apakah ini benar benar berakhir?
"Apa karena laki laki itu?"menebak nebak
"Bukan,perasaanku padamu sudah berubah kak,aku tidak merasakan apapun lagi saat di dekatmu..ini yang terakhir.. Hubungan kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi.Aku doakan kakak dapat penggantiku yang jauh lebih baik."Merasa lega dan juga sedih setelah mengatakan kalimat itu.Ini sudah keputusan erika,sekarang beban perasaannya sudah berkurang satu.Tinggal Sunan.
"Apa kau yakin ri?"masih mencoba memastikan
Erika mengangguk
"Kakak,kita bisa jadi teman hem."Tersenyum
Walaupun kasihan
Ayolah kak,biarkan kerumitan ini berakhir
Sigit berpikir cukup lama
"Baiklah,aku akan menganggapmu teman."Menarik erika ke pelukannya
Aku akan berusaha ri,
Tak terasa air mata sigit keluar,ini akhir perjuangan cintanya.Dia tidak mau lagi memaksa perasaan Erika,sigit akan membiarkan erika bahagia tanpa dirinya.
"Makasih kak."Hanya diam tanpa membalas pelukan sigit
Maaf..maafkan aku
"Lepasin kak,ada orang."
"Ayo masuk,kita ketemu mama."melepaskan pelukannya lalu menarik tangan Erika
Ada rasa takut di hati Erika
Sigit tersenyum
"Kenapa?sebentar saja."
Erika tidak jadi bicara hanya diam menuruti langkah kaki Sigit yang membawanya pada ibu sigit.
''Ma,ini Riri ma,masih inget kan?"Ucap sigit
Bu Ratna yang sedang sibuk menerima tamu menoleh,terkejut menatap penampilan Erika.
Erika yang di tatap merasa khawatir tapi berusaha tenang.Ini pertemuan pertama setelah sekian taun.Berusaha tersenyum ramah.
''Mau apa dia?''Tidak berubah sama sekali sikapnya
Kehilangan calon menantu bernama riska tidak akan merubah hati bu Ratna untuk memilih Erika.
''Dia..''
''Saya merasa senang bisa bertemu anda kembali,saya dan kak sigit hanya berteman dan tidak lebih,jangan salah paham.''Berucap setenang mungkin
Sekarang,erika punya keberanian menghadapi ibunya sigit.
''Baguslah kalau begitu,aku mau mencarikan calon istri lagi yang pantas untuk anakku Sigit,dan pasti bukan kamu.''Masih sejudes dulu
''Saya juga tidak tertarik menjadi menantu anda,masih ada laki laki yang lebih baik dari anak anda dan pantas untuk saya,permisi.''Memilih pergi meninggalkan sigit dan ibunya
Dia tidak berubah,ini memang takdir kita kak
__ADS_1
Tidak lagi menangis seperti dulu,tapi kini erika lebih tegar.
"Dev,udah makannya?Ayo salaman sama pengantin dan pulang."Ajak Erika di sertai senyuman
Tumben senyum padaku,kesambet apa dia?
"Ayo."
Berjalan menuju panggung tempat sepasang pengantin berada.Setelah bersalaman dengan orang tua Desi kini giliran desi dan saka.
"Selamat ya,semoga bahagia selalu.''ucap erika memeluk desi dan saka bergantian
"Makasih er,udah datang jauh jauh."ucap desi
"Ini pacarmu er?"Tanya saka yang baru saja salaman dengan Deva.
"Aku teman dekatnya."Deva yang menjawab
Erika melotot horor
Saka dan desi tersenyum
"Jangan galak galak sama cowok er,ntar susah dapet jodoh."ucap desi
"Iya er,ayo foto dulu."Ajak saka
"Ok."
...#Flashback off#...
''Apa yang sedang kau pikirkan?''Tanya Deva memecah keheningan di dalam mobil
Dua jam lebih hanya dia menatap jalanan.
''Enggak''.Satu kata yang keluar dari mulutnya
Kebiasaan erika ketika naik mobil,memilih menutup kedua matanya sambil menyenderkan tubuhnya di kursi mobil.Tapi ini berbeda,erika sedang berpikir.
Oh ya,erika sudah tidak mabuk lagi naik mobil,cuma kadang sedikit pusing.Tapi lumayan ada kemajuan, kakaknya jasmine sering mengajak jalan jalan bersama di akhir pekan bersama suami dan anaknya.Kan yang nyetir mas Regi pasti di ajak donk.
''Kau masih memikirkan mereka?''
Deva tau erika sedang berpikir,bisa di bedakan orang yang sedang tidur sama orang yang matanya merem sambil berpikir.
Deva melihat kejadian tadi di acara pernikahan desi dan saka.Ketika erika sedang berbicara dengan sigit dan ibunya, ada sedikit perdebatan.
''Enggak''.
"Siapa mereka?"mulai kepo
"Bukan siapa siapa."Masih merem
"Apa dia mantanmu?"mulai menebak nebak
"Bukan urusanmu,jangan banyak nanya atau aku turun di sini aja.''Kumat lagi ancaman erika ketika banyak di tanya di dalam mobil
"Sorry."Diam fan fokus menyetir
*Bagaimana aku bisa mendapatkan dirimu kalau kamu galak begitu,huh
Masak aku yang polisi takut sama cewek ini
Ah dasar cinta...
...@@@...
Makasih udah baca novel ku,
__ADS_1
Maaf lama gak up
Mohon maaf lahir dan batin*