
''Dev,minggu depan aku pindah kerja.''Ucap erika di sela sela makan bakso bersama Deva
Hubungan mereka semakin dekat walaupun belum ada status lebih.
Deva yang sedang lahap makan bakso berhenti sejenak,terkejut.
''Pindah?''bertanya lagi,memastikan
Erika mengangguk
''Kemana?''
''Ke kota xxxx.''
''Jauhnya."Deva terlihat lesu
Hubungan yang kian membaik malah akan berjarak tiga jam an dari bogor.
''Sama siapa?tinggal di mana?''tiba tiba bertanya banyak hal
''Aku sendiri,di sana sudah di siapkan mes putri,nanti berangkatnya di antar supir dan satu staff pabrik,Bu Sri.''Menjelaskan dan mulai lagi menyantap baksonya
''Sendiri?Apa kau tidak takut er?''merasa khawatir
Erika menoleh
''Kenapa takut?Aku sudah pernah tinggal sendiri di kontrakan setelah mbak jasmine sudah menikah dan pindah ikut mas Regi,jangan khawatir,kau bisa berkunjung seminggu sekali kalau mau.''terkekeh
Pasti lelah bolak balik kesana,belum jalannya kalau macet
Deva menghabiskan baksonya cepat,memikirkan apa yang akan terjadi jika jauh dari erika membuatnya sedih.Tapi baksonya tetap di habiskan.Hehehe
"Aku sudah selesai,ayok jalan jalan."Ajak Erika bangkit berdiri
"Baiklah,kita habiskan waktu seminggu ini berdua."Beranjak juga menuju ke kasir membayar bakso mereka
...##...
Sebelah tangan sedang mengepal keras ketika kedua matanya menatap sepasang anak manusia sedang berjalan berdampingan dan naik ke motor entah pergi ke mana.
Apa kau benar benar melupakanku dek?
Mendesah,lalu memilih melajukan mobilnya kembali ke rumah barunya.
Ya,semenjak tau erika ada di bogor,sunan sengaja membeli rumah baru untuk dirinya.Berharap akan bertemu lagi dengan orang yang sampai saat ini masih sunan cintai.
Tapi apa yang di lihatnya tadi membuat hatinya gelisah,masih adakah hadapan untuknya memiliki Erika.Sunan masih ingin berjuang,sekali lagi.
Dirumah
__ADS_1
Sunan membuka kembali kotak berwarna merah yang berisi cincin berikan.Cincin yang sengaja dia beli untuk melamar erika dulu,tapi belum sempat sunan memberikan pada erika,erika meninggalkan dirinya.Hanya karena sebuah alasan konyol bagi sunan.Karena sunan anak orang kaya,anak nos di pabrik erika bekerja.
Aku akan berjuang sekali lagi dek,ini yang terakhir
Memasukkan kembali cincin itu ke tempatnya dan menyimpannya.
...##...
Sebulan kemudian
Erika sudah pindah ke kantor pusat,tugasnya sebagai staff marketing.Kinerjanya sangat bagus, erika menyukai marketing,karena sesuai dengan jurusan waktu sekolah.
Sunan hanya mengamati dari jauh,belum berani menyapa lagi,takut erika kabur.Menunggu waktu yang tepat entah kapan.
Sunan memang tidak salah pilih,erika benar benar bekerja keras di manapun dia bekerja.
Sampai tiba waktunya
"Erika,kamu di panggil bos ke ruangannya,ayo ikut aku."suara bu Tari menghentikan aktivitas erika yang sedang sibuk bekerja.
"Baik bu."beranjak mengikuti bu Tari
Tok tok tok
"Silakan masuk".Orang kepercayaan sunan membuka pintu
"Aku saja?"erika merasa bingung ketika bu Tari diam saja tidak melangkah masuk
"Silakan bu."suara seorang laki laki yang tadi membukakan pintu
"Baik Pak."Melangkah masuk ke ruangan yang masih asing baginya
Dan laki laki tadi keluar ruangan.
Kedua mata erika mengitari ruangan dan berhenti pada sosok lali laki yang sedang duduk di kursinya menghadap dinding.
''Permisi pak?"
Yang di balik kursi tersenyum
Pak,kau memangilku pak?
"Mendekatlah."Masih duduk menghadap dinding
Erika diam,merasa takut
Apa yang akan bapak lakukan padaku?
Malah berpikir macam macam,bibirnya bergetar.
__ADS_1
Lima menit dalam diam,erika tidak bergeming karena takut.
Sedangkan sunan yang tidak mendengar langkah kaki Erika akhirnya memutar kursinya.
Seketika kedua pasang mata mereka saling bertemu.
Erika terkejut,kakinya mundur selangkah
Bagaimana bisa? Mas
Lain lagi tatapan mata sunan,rasa rindu begitu terlihat di sana.Ingin mendekat tapi ragu ragu.
"Gimana kabarmu dek?"
Erika masih diam,tidak percaya dengan semua ini.Pertanyaan demi pertanyaan muncul di kepalanya.
Tidak mendapatkan jawaban,sunan beranjak dari kursinya mendekati erika.
"Dek,aku merindukanmu."Ibu jari tangan kanannya mengelus pelan pipi Erika.
Yang empunya pipi terkejut lagi,sadar dari lamunannya.
Menatap wajah sunan dari dekat.Berusaha mengendalikan perasaan nya.
"Apa aku terlalu menyakitimu?sampai kau tak bisa melupakanku?"Matanya sudah berkaca kaca
Bagaimana mungkin waktu beberapa taun tidak merubah perasaan sunan padanya,terlebih erika selalu menghindarinya.Tapi tidak untuk kali ini.
"Tidak,kau tidak menyakitiku dek..tapi aku yang terlalu mencintaimu."Masih mengelus pelan pipi Erika
Mata sunan ikut berkaca kaca.
"Kau tau,aku tidak bisa melupakanmu,senyummu,usilmu,perhatianmu,wajahmu.Dan semenjak kau memutuskan hubungan kita,aku tidak mau punya pacar lagi". Menatap Erika dalam dalam
Air mata erika akhirnya menetes,betapa jahatnya dia selama ini.Meninggalkan sunan yang sangat mencintainya.Dia melakukan kesalahan dua kali menjauhi laki laki yang dia cintai.
Apa tadi? Cintai?
Apakah aku juga mencintai sunan?
Bahkan karena perasaan itu erika masih betah menyendiri sampai saat ini.Dia tidak sadar.Walaupun dekat dengan deva,tapi dia tidak ingin menjalin status hubungan yang lebih.Kasihan deva kan...
"Maaf,maafkan aku."Terisak karena menyesal
Dia pikir menjauhi sunan akan membuat sunan bahagia,tapi sebaliknya.
Meraih tubuh Erika dan memeluknya erat.
Akhirnya Erika tidak kabur lagi.
__ADS_1
"Aku juga minta maaf,tidak bisa melupakanmu."Air matanya ikut menetes
Rasa sedih dan bahagia menjadi satu.