Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Ketakutan Erika


__ADS_3

''Erika berjalan cepat menuju gedung tempat dia bekerja dengan perasaan senang,senang bisa membuat Riska marah.Tapi tiba tiba hatinya khawatir.


Bagaimana kalau Riska membalas??


Sejenak berpikir lalu melanjutkan pekerjaannya lagi.


***


Diruangan HRD


''Apa yang kamu lakukan sama riri?"suara sigit marah


''Aku hanya ngobrol."berbohong


''Ngobrol?"menyipitkan kedua matanya


''Iya,hanya ngobrol.''


''Obrolan apa sampai tanganmu terangkat ingin menampar Riri?''


Riska tersentak


Sigit tau apa yang mau aku lakuin ke riri


"Maaf."berucap pelan


"Tolong jaga sikapmu,kalau tidak aku gak akan menerimamu kerja disini."Ucap tegas sigit lalu keluar dari ruangannya


Awas kamu ri,aku akan membalasnya.Riska


*


Pulang kerja erika menuju parkiran,mengambil motornya yang sudah sehari menginap di parkiran pabrik.


Mulai hari ini aku harus berani menghadapi hujan dan petir agar gak diantar pulang lagi sama sigit


Begitu batin Erika,namun tiba tiba


Duar..suara petir menggelegar


Erika terkejut,kedua tangannya reflek terangkat menutup kedua telinganya.


Ya Tuhan,baru mau mulai tapi malah takut lagi


Tubuhnya beringsut ke bawah,di samping motornya berjongkok,tangannya masih menutupi kedua telinga.Berjaga jaga kalau ada suara petir susulan.Kedua matanya melihat ke sekitar,sepi.Parkiran sedikit sepi karena para karyawan sudah pulang satu persatu.Erika masih diam di tempat.Desi dan saka sudah pulang dari tadi,meninggalkan erika sendiri.


Mas,coba kamu bekerja di sini..hiks hiks


Erika kesepian..


"Er,ngapain kamu jongkok di situ?Gak pulang?mau hujan lho."Seseorang bertanya sambil berjalan mengambil motornya


Erika mendongak,terlihat teman Erika bernama Yuni.


"Enggak papa,aku cuma lagi buang angin."ucap asal


"Hah,ada ada aja kamu,sopan sekali kamu sampai buang angin di tempat sepi pakai jongkok dan tutup telinga segala."menggeleng pelan


"Hehehe."erika nyengir


"Aku duluan ya."melajukan motornya


"Iya hati hati."melambaikan tangannya


Huff


Erika berdiri hendak memakai mantol dan helm.


"Ri,belum pulang?"


Erika menoleh


"Ini mau pulang."ucapnya datar


"Mau bareng?"menawarkan diri


"Gak,makasih aku bawa motor."Masih datar


"Mau ujan lho ri."Mencari alasan lagi


"Memangnya kenapa?"


"Ada petirnya juga ri."menakut nakuti


"Aku udah gak takut."pura pura


Aku lagi berusaha berani


Dueerrr.. suara petir lagi

__ADS_1


"Aaahh."Erika terkejut lagi dan berjongkok disamping motornya.


Sigit tersenyum


Lucu sekali kamu ri,udah gede masih takut aja


"Ayo pulang bareng."Melangkah mendekati Erika


"Jangan mendekat."Teriak Erika


Aku gak mau naik mobilmu lagi


Sigit berhenti melangkah


"Kenapa Ri?"


"Pokoknya jangan mendekat."Erika beranjak dan menaiki motornya lalu menyalakan mesin dan melaju pelan


Aku harus berani


"Ri,tunggu."teriak Sigit


Nekat sekali kamu ri,aku harus mengikutimu


Sigit melangkahkan kakinya menuju mobilnya lalu masuk,menyalakan mobil dan melaju menyusul erika.


**


Sunan sudah berencana ke kontrakan Erika lebih awal tanpa memberi tahu Erika lebih dulu,ingin menunggunya pulang..memastikan erika pulang sendiri.Karena beberapa kali sunan mendengar kabar erika pulang diantar sigit.Hati sunan terasa panas.


Sunan sudah rapi dengan pakaiannya,dia sengaja memakai mobil karena tidak mau ketahuan oleh Erika.


Dua puluh menit sudah sunan berada di dalam mobil dekat gank kontrakan Erika.Yang di tunggu belum menampakan batang hidungnya.


Lima menit, seseorang datang menaiki motornya sendirian,tapi ada yang aneh.Sebuah mobil mengikutinya dibelakang.


Sunan menatap heran,sampai motor erika berbelok.Mobil itu berhenti,satu menit dua menit hingga lima menit mobil itupun pergi.


Apa itu sigit?? kenapa mengikuti erika,apa masih ada sesuatu diantara mereka??


Sunan frustasi dengan pikiran jeleknya.Keluar dari mobil,memakai payung lalu masuk ke gank kontrakan Erika.


Erika sudah sampai di kontrakan,sudah mandi dan keramas.Sedang duduk manis sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


Untung aku berani,eh tapi mobil sigit kayak ngikutin ya..


Erika sedang asyik dengan kegiatannya mengeringkan rambut.


Suara ketukan pintu membuatnya berhenti sejenak dengan aktivitas rambut.Beranjak berdiri dan membuka pintu.


Ceklek..


Seseorang yang lebih tampan dari biasanya sedang tersenyum di depan Erika.Erika melongo.. kagum


"Apa aku sangat tampan?"tanya sunan


Erika mengangguk pelan,masih melongo melihat Sunan.


Perlahan kaki Sunan melangkah mendekati erika dan mengecup kening sekilas.


Erika tersadar


"Eh mas."mundur selangkah


Sunan tergelak


"Apa kamu baru liat mas seperti ini?"


"Iya,mas lebih rapi dari biasanya."


Padahal sunan cuma memakai celana jeans dan kaos hitam polos di padu jaket denim


"Kamu suka??"


"Iya..mas gak bawa motor?"melihat ke sekitar kontrakan


"Enggak."


''Terus naik apa kesini??''


''Mobil.''


''Taksi online??''


''Em''.terpaksa berbohong


''Ooh..ayo duduk.''Mengajak duduk di teras


Hening sesaat

__ADS_1


''Tumben mas dateng cepet?''


''Iya, pengin cepat cepat liat kamu dek..kangen''.mulai deh gombal


Padahal Sunan ingin memastikan Erika pulang bareng siapa.


''His gombal.''menepuk lengan Sunan keras


''Aw sakit.''


''Biarin..mas."


''Hem.''


''Kamu gak bawa makanan kesini??''Perut Erika keroncongan


''Enggak,mau makan di luar??"Sunan sampai lupa membawa makan untuk mereka makan


''Gak mau,masih ujan.''


''Ayolah,kita jalan kaki berdua pakai payung."mengedipkan sebelah matanya


Apa?mau modus kayak sigit??


"Makan apa?"


"Apa aja yang kamu mau?"


"Serius??"mata erika berbinar senang


"Tentu saja sayang."panggil mesra Sunan


Erika cemberut lalu masuk ke dalam kontrakan.


Suka banget manggil sayang,aku kan jadi baper huhu


Sunan tersenyum sendiri


Kamu ya dek..gemesin


Erika keluar lagi dengan berbalut jaket dan membawa payung.


"Kenapa bawa payung,mas sudah bawa."heran


"Aku mau pakai payung sendiri."mulai menutup pintu dan menguncinya


Payung masih di pegang Erika.


"Gak usah bawa dua,satu aja cukup."mendekati erika mengambil payung ditangannya


''Gak mau.''mempertahankan payung di tangan


"Dek."Sunan menggeram kesal


Sepertinya dia marah


"Iya iya."Meletakkan payung di kursi depan kontrakan


Mau tidak mau erika harus lebih dekat dengan sunan.. Seneng kan sunan


*


Di rumah saka


Sigit masih di dalam kamar sedang sibuk didepan komputer,mengerjakan pekerjaan pabrik yang belum kelar.


"Kak,malam minggu keluar yuk,aku mau ngenalin gebetan sama sahabatku juga."Ajak saka yang nyelonong masuk ke kamar sigit


"Kemana?"


"Lippo,kau bisa ajak Riska juga biar jadi triple date."


Sigit menghentikan gerakan jarinya,ada rasa kesal ketika nama Riska di sebut.


"Aku gak punya waktu." melanjutkan pekerjaannya kembali


"Kak,nanti aku kenalin sama sahabatku Erika."


Kali ini sigit menoleh


"Erika??"


"Iya,yang kak sigit tolongin waktu pingsan di pabrik.


Ada senyum tax terlihat di bibir sigit.


Jadi kamu sahabat saka,aku bisa tau lebih banyak tentang kamu selama disini


"Kak."panggilan saka menghentikan lamunan sigit

__ADS_1


"Baiklah,kamu atur saja waktunya."


Aku mau lihat pacarmu Ri,apa lebih baik dariku


__ADS_2