
Erika berjalan bersama Desi menuju ke ruangan pak Anan.Untuk ke ruangan pak Anan harus melewati ruangan Sigit.Membuat erika malas tapi mau gak mau harus lewat.Kaca ruangan yang terlihat transparan akan membuat sigit bisa melihat erika ketika lewat.
''Kamu sebelah situ des.''Menarik desi agar berada di sampingnya
menutupi tubuhnya agar tak terlihat oleh sigit.
Berjalan dengan cepat tanpa menoleh.
Sigit yang sedang bekerja mengangkat kepalanya melihat bayangan orang lewat.
Erika..ngapain dia ke ruangan pak Anan?
Penasaran tapi tetap melanjutkan pekerjaannya.
Tok tok tok
"Masuk..Dia sudah datang bicaralah baik baik dan selesaikan masalah kalian..inget jangan macam macam di ruanganku.''ngomong panjang lebar lalu beranjak pergi
''Pergilah.''malah mengusir yang punya ruangan
Anan membuka pintu,terlihat Erika dan desi yang sedang berdiri mematung.
''Masuklah Erika,dan kau kembali ke tempat kerjamu.''Menunjuk Desi
''Tapi pak.''
Anan menatap horor membuat nyalinya desi menciut dan memilih pergi.
''Aku pergi ya er..ati ati kamu di dalam.''Melangkah pergi meninggalkan Erika yang bingung
__ADS_1
''Masuklah erika.''Membukakan pintu lebar lebar
Desi sudah pergi dan Erika melangkah masuk.
''Aku tinggal dulu,selesaikan masalah kalian.''Mengingatkan kembali
Erika terdiam,berdiri mematung. Melihat seseorang yang sedang duduk santai di sofa.Orang yang erika hindari selama seminggu ini.Sedang menatap erika dengan sorot mata kerinduan.
''Sini duduk dek.''masih memangil panggilan kesukaan
Erika tidak bergeming
''Maaf pak,anda mau bicara apa?saya gak punya banyak waktu.''Hawa panas mulai menjalar di hati Erika.Ingin pergi segera dari ruangan itu.
''Apa kamu sudah makan?''mulai basa basi
''Bicaralah ke intinya''.mulai jengkel
Rasa hangat menjalar di tubuh Erika ketika Sunan memeluknya dengan Erat.Mengelus pelan rambutnya,menyalurkan kerinduan yang selama seminggu ini dia tahan.
''Maafkan mas dek.''masih memeluk Erika
Erika hanya diam,tanpa membalas apa yang sunan lakukan.Matanya mulai berkaca kaca.Ada kemarahan sekaligus kerinduan juga di hatinya.
''Mas gak bermaksud membohongimu,mas hanya takut kamu gak mau menerima mas karena mas anak bos..maaf dek.''Kini mata Sunan ikut berkaca kaca
Merasa bersalah pada Erika.Sunan tau semua masa lalu Erika.Dia menyuruh orang kepercayaan untuk mencari tau semua tentang Erika.Termasuk mantannya sigit serta perlakuan ibu sigit dulu terhadap Erika.
''Sebaiknya kita akhiri hubungan ini mas,aku gak pantes buat kamu.''Mencoba melepaskan pelukannya
__ADS_1
Sunan terkejut,melepas pelukan dan menatap Erika lekat lekat.
''Dek.''memanggil lirih
''Aku sudah memaafkan mu tapi aku gak bisa lanjutin hubungan kita ini..maaf.''Berbalik hendak pergi
''Kenapa??''menahan tangan Erika
Erika gemetar
''Aku gak pantas bersama orang kaya,aku gak mau kamu malu di lihat orang orang di sekelilingmu.''mulai melangkah
''Gak ada orang yang berhak menilai kamu pantas atau tidak bersamaku,membuatku malu atau tidak aku tidak peduli..Aku sayang kamu apa adanya dek.''Air matanya jatuh juga
Sunan menangis
Erika sudah menangis dari tadi
''Aku yang menilai diriku sendiri pantas atau tidak bersamamu..carilah wanita yang sepadan denganmu mas..bukan aku.''Melangkah lagi,tangannya sudah terlepas dari sunan.
Sunan segera berjalan menghadang Erika sebelum Erika membuka pintu.
''Aku hanya mencintaimu dek.''
''Dan aku gak pantas untuk di cintai olehmu mas.''mendorong tubuh sunan dan membuka pintu lalu kabur.
Sunan terdiam mematung.Air matanya kembali menetes
Dek aku hanya mencintaimu
__ADS_1
Erika berjalan cepat meninggalkan Sunan di ruangan pak Anan sambil mengelap kedua matanya yang basah.
Aku harus resign..pergi jauh