Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Jujurnya sunan membuat Erika marah


__ADS_3

Sunan sudah berada di depan kontrakan Erika.Membawa banyak pertanyaan yang sudah nyantol dikepalanya dari pagi.


''Dek,kamu kenapa dua hari ini menghindari mas?''


Sunan sudah duduk di teras kontrakan Erika.


''Kan aku bilang sinyalnya jelek mas.''berusaha mengelak


''Kenapa gak ngabarin kalau sudah sampai sini?''bertanya lagi


Mulai bingung ngomong apa,akhirnya cuma


''Maaf mas.''Menunduk


''Ada apa dek?jujur sama mas.''mulai khawatir


''Gak ada apa apa mas.''


Erika tau sunan sedang curiga padanya,mau gak mau erika berusaha tenang untuk ngeles..hahaha


Sunan laki laki laki yang baik,sigit pun sama.Keduanya sangat mencintai Erika,entah apa kelebihannya sampai bisa di cintai di laki laki tampan dan juga kaya.Eits. .Erika belum tau kalau sunan anak orang kaya.


''Benarkah gak ada apa apa?''masih bertanya lagi


Kali ini tangannya sambil mengambil cemilan di toples yang sudah Erika sediakan dari tadi.


''Iya,aku ke bogor ke tempat mbak jasmine,sudah beberapa bulan gak ketemu karena setelah menikah dia ikut suami pindah tugas.''


''Owhh,,kamu gak pengin nikah gitu?''mencoba memancing lagi


''Belum pengin.''


''Kenapa?''

__ADS_1


''Belum pengin aja,aku masih mau bebas..kerja..bantu orang tua.''


''Kan kalau nikah ada suami yang ngasih uang bulanan.''


''Beda lah penghasilan sendiri sama di kasih suami.''


''Bedanya?''masih kepo


''Gak tau,aku belum nikah.''


''Kalau gitu ayo kita nikah''.


''Masss.''Gemas sama sunan


''Peace dek.''


''Jangan bahas nikah untuk saat ini,aku belum kepikiran..jika mas gak sabar bisa cari wanita lain.''


Sunan langsung terdiam


"Dek,kalau mas jujur siapa mas sebenarnya kamu bakal marah gak?''mulai bicara serius


''Kenapa harus marah?''balik nanya


''Mas takut kalau kamu tau kamu akan marah dan ninggalin mas.''menunduk lesu


''Jujur saja,aku orangnya gak gampang marah,cuma ngambekan doank.''jawab santai sambil mengunyah cemilan


Sunan melongo


Apa bedanya dek dek


Mulai mengumpulkan keberadaan untuk berbicara.Apa pun hasilnya yang penting sudah jujur,begitu pikiran sunan.

__ADS_1


"Dek."


''Iya.''


''Sebenarnya mas anak tunggal dan mas bukan pegawai biasa di pabrik."Hati hati berbicara


''Terus?''


''Sebenarnya mas anak Bos di pabrik kamu bekerja.''


''APAA??''teriak karena terkejut


Omegaaatt..Dia lebih kaya dari sigit..alamat aku bakal di tolak sama orang tuanya


"Dek,maafin mas."mencoba meraih tangan Erika


Keburu Erika menepis tangan sunan.Hal yang tak pernah dia pikir dan duga sama sekali,berpacaran sama laki laki yang erika anggap orang biasa tapi ternyata anak Bos.Rasa minder dan takut seketika muncul,bayangan ibu sigit yang menghina dan mengusir Erika muncul lagi.Bahkan kini Erika membayangkan orang tua sunan yang menghina dan mengusirnya,padahal belum pernah bertemu.


"Pulanglah mas."hawa panas sedang mengelilingi erika


"Tapi dek."merasa takut dan khawatir


"Aku bilang pulang mas.."sedikit berteriak


''Baiklah mas pulang..Maafin mas dek."mengelus pelan kepala erika dan hendak mencium kening


"Pergi lah ."


Sunan mengurungkan niatnya untuk mengecup sekilas kening Erika.Padahal bibirnya sudah monyong.


Akhirnya memilih pergi dan membiarkan erika duduk sendiri.


''Aku gak salah dengar kan tadi,sunan anak Bos..jadi dia anak Bos..omegaaatt kenapa nasibku kayak gini sih''.gumam erika pelan

__ADS_1


''Aku harus jauhin sunan sebelum terlanjur jauh hubungan ini''.beranjak masuk ke dalam kontrakan


__ADS_2