
Erika merebahkan tubuhnya diatas kasur,sepuluh menit yang lalu desi pulang dari kontrakan Erika.
Erika terdiam,matanya menatap langit langit kamar kontrakannya.Pikirannya melayang jauh ke masa lalu,saat dirinya bersama sigit
Flashback on
''Ri,maukah kamu jadi pacarku??''Ucap sigit ketika mereka sudah duduk diatas pasir
Ya mereka saat ini berada di pantai,sore hari sambil melihat matahari tenggelam atau sering di sebut SunSet.
''Kau serius??''menatap mata sigit mencari kejujuran
''Iya ri,kita udah lama kenal dan aku sayang sama kamu,maukah kamu jadi pacarku??''sekali lagi bertanya
Erika mengangguk
''Aku mau''.sambil tersenyum
''Makasih''
Sigit tersenyum bahagia,tangannya menggenggam tangan erika,mengajaknya berjalan menyusuri bibir pantai,membiarkan kaki mereka terkena air.
Setelah hari itu erika dan sigit sering menghabiskan waktu bersama
Flashback off
...Erika memutar lagu naff TERENDAP LARAKU...
Resah jiwaku menepi
Mengingat semua yang terlewati
Saat kau masih ada di sisi
Mendekapku dalam hangatnya cintamu
Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu
Sekian lama aku mencoba
Menepikan diriku di redupnya hatiku
Letih menahan perih yang kurasakan
Walau kutahu kumasih mendambamu
Lambat sang waktu berganti
Endapkan laraku di sini
Coba 'tuk lupakan bayangan dirimu
Yang selalu saja memaksa 'tuk merindumu
Sekian lama aku mencoba
__ADS_1
Menepikan diriku di redupnya hatiku
Letih menahan perih yang kurasakan
Walau kutahu kumasih mendambamu
Lihatlah aku di sini
Melawan getirnya takdirku sendiriā¦
Tanpamu aku lemah dan tiada berarti
@@@
Tak terasa air mata erika menetes walaupun matanya terpejam,menikmati lagu ini.Hatinya masih menyimpan rasa kepada sigit.
Biarkan aku simpan rasa ini dilubuk hati yang paling dalam,hanya aku dan Tuhan saja yang tau,dan ruang hati yang masih sisa ini buat sunan.
Sigit masih betah membuka matanya,padahal waktu menunjukkan pukul sebelas malam.Entah apa yang sedang dipikirkannya.
''Kak,kamu belum tidur??''Saka nyelonong masuk kekamar sigit
''Belum,kamu sendiri??'' bertanya balik tanpa menoleh
''Belum ngantuk,gimana kerjaan kakak di tempat baru??''
Walaupun satu pabrik tapi beda bagian,sigit dikantor sedangkan saka di gedung produksi.
''Kerjaanku baik,bahkan sangat baik,aku tiap hari bisa melihat riri,tapi sayangnya aku belum berani menyapa.''Tersenyum getir
''Riri??''Saka bingung
Sigit mengangguk
''Dibagian apa kak??''saka penasaran
''Produksi,apa kamu tidak mengenalnya??''
Saka bingung
''Aku tidak kenal sama riri,orangnya kaya gimana??''
Sigit menoleh
''Dia cantik,bahkan tidak dandan lebih cantik,tapi yang bikin aku sayang adalah hatinya secantik wajahnya''.sigit tersenyum mengingat erika
''Benarkah??''
''Iya,kamu pasti terpesona ketika baru mengenalnya.''
Saka berpikir
Aku belum pernah terpesona sama cewek dipabrik kecuali erika
''Tidurlah sudah malam,besok kerja kan??''ucap sigit
''Iya kak,aku kekamar dulu''.melangkah pergi meninggalkan sigit sendiri
Saka masih penasaran dengan riri,tapi urung bertanya lagi karena disuruh tidur.
Sigit menatap ke langit dari jendela kamarnya,membayangkan wajah erika.
__ADS_1
"Riri,aku sayang kamu,aku cinta kamu,ingin sekali aku merebutmu dari cowok itu,tapi apa yang harus aku lakukan?bahkan kamu menolakku".gumam sigit
Tak terasa bulir bening keluar dari mata sigit
#
Lagu naff
Kau masih kekasihku
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan lagi angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup
Entah sampai kapan
Kutahankan rasa cinta ini
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Dan kuberharap semua ini
Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira
Seumur hidupku
Akan menjadi doa untukmu
Jauh dilubuk hatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu
Namun kutau itu tak kan mungkin terjadi
__ADS_1
Rasa ini menyiksaku
sungguh sungguh menyiksaku