
Erika benar benar berencana pergi menjauh,resign dari pekerjaannya, Meninggalkan sunan dan sigit.Sebelum pergi Erika sudah menyiapkan Surat pengunduran dirinya untuk di titipkan kepada Desi.
''Des,aku nitip ini ya..tolong jangan kasih tau siapa pun.''Erika menyodorkan amplop berisi surat pengunduran dirinya
Mereka ada dikontrakan Erika saat ini,erika gak mau ada yang tau rencananya kecuali desi.
''Er,kamu serius?''Tangannya gemetar saat menerima amplop itu
''Serius,kamu kan udah jadian sama saka,aku gak perlu khawatir kan?''
''Kamu mau pergi kemana Er?''
''Aku mau pulkam dulu,setelah itu aku belum memikirkannya.''
Desi nampak sedih,
''Er,sering sering kabarin aku ya,kalau butuh apa pun bilang aja,aku akan selalu buat kamu.''meraih tangan Erika dan menggengamnya
''Makasih des.''
Ini adalah keputusan besar bagi Erika,meninggalkan pekerjaannya yang sudah karyawan tetap demi sesuatu yang belum pasti.Tapi bukan itu yang erika pikirkan sekarang.Dia hanya ingin menenangkan diri,menjauhi dua makhluk tampan yang sama sama mencintai Erika.Rasanya sulit memilih salah satu,erika belum memahami perasaannya sendiri,masih bingung.
Erika diam diam pergi,tidak memberitahu sunan mau pun sigit,nomer hpnya juga di ganti,cuma desi yang tau saat ini.
...**...
Setaun sudah Erika berada di kampung halamannya.Setiap hari dia membantu ibunya berdagang,waktunya dia habiskan untuk melakukan kesibukan apa pun agar tidak mengingat dua orang itu.Ah bahkan Erika malas menyebut nama mereka.
Berada di kampung sedikit mengurangi luka di hati Erika.
Tapi setiap sore Erika selalu pergi ke pantai,menengangkan pikirannya.Rumahnya memang dekat dengan pantai,indah bukan.Awalnya dia teringat sama sigit saat pertama kalinya datang ke pantai.Dimana di tempat itu sigit menyatakan perasaannya pada erika,tempat mereka jadian,tapi lama lama erika mulai sedikit lupa.Sekarang kalau datang ke pantai,erika ingin menghirup udara segar dan melihat sunset yang indah.
Erika berdiri di bibir pantai,membiarkan kakinya terkena air,rambutnya yang semakin panjang di biarkan tergerai dan tertiup angin,merentangkan kedua tangannya ke udara, kepalanya mendongak sambil memejamkan kedua matanya lalu menghirup udara segar dan mengeluarkan lewat mulut,dia lakukan berulang kali sampai beberapa menit,berharap beban yang ada di pikirannya menghilang.Luka di hatinya sedikit sembuh,ya..cuma sedikit..masih banyak yang tersisa.Entahlah,,
Ini sudah setaun kan,rasanya baru kemarin..masih ada yang sakit
Tiba tiba erika teringat kedua orang itu.Air matanya menetes.Erika membiarkannya.
Apa kalian baik baik saja?Semoga kalian sudah menikah dan melupakanku
Erika berharap kedua cowok tampan itu hidup bahagia saat dia tinggalkan,Erika merasa tidak pantas untuk sunan mau pun sigit. Mereka berdua terlalu sempurna.Erika sibuk dengan pikirannya sendiri, lelah berdiri akhirnya erika duduk di atas pasir,melamun memandangi pantai.
Hpnya tiba tiba berdering,Erika meraih dan menggeser tombol warna hijau.
"Hallo mbak."
"Hallo er,kamu lagi ngapain?"Suara jasmine di seberang telepon
"Lagi di pantai mbak."
"Kamu masih melakukannya?"
__ADS_1
"Masih,setiap sore."
Suara tarikan nafas panjang dari jasmine.
"Dek,apa kamu baik baik saja?"
"Aku baik mbak."
"Kau yakin?"
"Iya mbakku sayang."mencoba meyakinkan
"Syukurlah, oya dek besok lusa kesini ya,teman mas Regi bilang ada lowongan kerja di pabrik baru,dekat sini."
"Aku lagi malas kemana mana mbak."
"Dek,dengerin mbak ya,jangan biarkan orang lain menghalangi masa depanmu,kamu sudah setaun di rumah aja,sekarang saatnya kerja lagi,cari uang buat masa depanmu."
Siapa orang lain? maksudnya sunan dan sigit?
"Tapi mbak."
"Menurutlah dek,mbak mau kamu jadi orang yang sukses,karena mbak sendiri belum bisa membanggakan bapak dan ibu, mbak sudah menikah dan ikut suami,kamu satu satunya harapan mbak."suara jasmine memelas
Erika tersentuh mendengar ucapan jasmine.
"Baiklah."
Sambungan telepon di putus,Erika kembali berpikir.
Aku harus bangkit,cukup setaun sudah aku seperti ini.
Erika beranjak berdiri lalu berjalan lagi di bibir pantai menikmati sunset sampai akhirnya pulang.
...**...
"Pacar,kamu masih sering komunikasi dengan Erika."Tanya saka
Mereka sedang kencan,makan bakso
Cieee yang udah jadian setaun ada kemajuan
"Masih tapi cuma seminggu sekali."memakan baksonya lagi
"Apa yang dia lakukan di kampung?"penasaran
"Membantu ibunya berdagang."kali ini menyeruput es teh manis
"Ooh."
"Kau tau semenjak Erika pergi,kak sigit jadi pendiam lagi,saat dia bertanya padaku dimana Erika aku jawab gak tau."
__ADS_1
"Kasian ya,tapi ini sudah janjiku pada erika untuk tidak memberitahu siap pun,kamu harus rahasiakan yang."panggilan desi ke saka
"Ok."
...**...
Sunan sedang duduk di depan Anan.Dia sama seperti sigit jadi lebih pendiam,tapi soal kerjaan sunan selalu serius,hanya kadang di saat santai pikirannya kembali teringat kepada Erika.Sunan sangat merindukannya.Tak menyangka Erika akan resign dari pekerjaannya dan pergi jauh meninggalkan Sunan.
"Sunan."panggil Anan
"Hem."
"Kau tak bosan setiap hari kesini?udah setaun lho,erika sudah tidak bekerja di sini."
"Tidak,aku masih akan kesini setiap hari."
Anan bingung menghadapi Sunan yang keras kepala.
"Apa kau tak ingin punya pacar lagi?"Pertanyaan sensitive di tujukan ke Sunan
Sunan menatap tajam ke Anan
"Tidak."
"Kenapa?"
"Aku hanya mencintai Erika."menyenderkan kepalanya lalu memejamkan matanya
Bayangan wajah Erika melintas di pikiran sunan
Gimana kabarmu dek?Apa kau baik baik saja?
Sunan tidak tahu lagi nomer Erika,nomernya sudah tidak aktif lagi.Mungkin Erika sengaja menggantinya.Dia pun tidak tau erika berada di mana,pernah bertanya sama desi sahabatnya erika tapi desi bilang tidak tau.Walaupun di paksa jawab tetap sama jawaban Desi tidak tau,di tambah saka pacar desi juga mendukung jawaban dari desi.Apalah daya sunan.
...**...
Sigit pun sama,usahanya juga sia sia,dia tidak mendapatkan informasi apa pun tentang keberadaan Erika. Bertanya pada saka juga tidak tau.Saka benar benar menjaga rahasia bersama Desi.
Kini Sigit sedang duduk di kursi kerjanya,menyenderkan kepalanya memikirkan Erika.
Apa kabarmu ri,aku merindukanmu.. sangat rindu
Ini kedua kalinya kau pergi meninggalkanku
Oya..
Info terbaru sigit memutuskan hubungan pertunangannya dengan riska satu bulan yang lalu.Riska ketahuan selingkuh dengan staff pabrik.Karena kabarnya heboh,riska di keluarkan dari pekerjaannya.
Sigit sudah mengumpulkan bukti bukti dan mengirimkan pada ibunya.Ibunya syok dan sempat sakit,tapi kini sudah sembuh.
Sigit rasanya lega tidak lagi ada beban.Kini dia hanya perlu menemukan erika dan mengajaknya balikan lagi tanpa ada yang mengganggu.
__ADS_1