Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Apa kamu cemburu?


__ADS_3

Pulang kerja,cuaca sedang tidak bersahabat.Pagi cerah tapi sore mendung dan petir sudah memberi kode jika akan turun hujan.


Erika segera berlari menuju ke parkiran,tapi sayang hujan sudah terlanjur turun dengan deras di sertai petir.Reflek erika terdiam mematung,antara terkejut dan takut.Sedikit lagi hampir sampai,sekitar sepuluh meteran.


Asyeeeem hampir sampai juga


Erika mengumpat dalam hati.Akhirnya memilih berjongkok di samping tembok.Menatap hujan sendirian.Salahnya sendiri dia kebelet di toilet cukup lama.Desi dan saka sudah pulang duluan.Tinggalah sendiri di sekitar parkiran,semua karyawan sudah pulang,banyak yang tergesa gesa karena takut kehujanan.


Nasib nasib tinggal sendiri hiks hiks


Tiba tiba seseorang berdiri di belakang Erika.


"Belum pulang ri?"suara yang di kenal Erika


"Belum."tidak mau menoleh karena sudah hafal suara siapa


"Ayo pulang bareng."


"Gak mau,sama Riska aja sana."ucapnya datar


Sigit tersenyum


"Apa kamu cemburu?"


Erika menoleh sebal


"Ngapain aku cemburu."bangkit berdiri


Terdengar Suara petir yang lebih keras membuat Erika berjongkok lagi dan menutup kedua telinga.


Sigit tersenyum tipis lalu ikut berjongkok,tangannya mengelus pelan kepala erika.


"Kenapa masih takut?ada aku."masih tersenyum


"Ayo aku antar pulang."


Erika masih diam


Jangan perhatian lagi sama aku,galau jadinya huhu


"Sudah sore ri."


"Kenapa gak anter pulang Riska aja?"malah bertanya yang lain

__ADS_1


"Dia sudah pulang duluan di jemput sepupunya karena aku bilang akan pulang jam enam."Terkekeh mengingat sudah mengerjai Riska


Kenapa kakak tega sekali


Masih menunggu hujan reda


"Kenapa kakak seperti itu?tidak kah kakak memikirkan perasaan Riska yang dua taun lebih berjuang mendapatkanmu?"


Sigit terdiam


Aku hanya menginginkanmu ri


"Kenapa tidak menjawab,kakak gak kasian sama Riska?"mulai kesal sendiri


''Tidak."jawab singkat


"Aku mau pulang". bangkit berdiri dan hendak berjalan


Tangan sigit meraih lengan Erika dan memeluknya erat.Erika terkejut dan reflek mendorong tubuh sigit.


Sia sia, sigit tidak bergerak sedikit pun.Erika mengalah dan diam.


Huaaaaaaa aku deg deg an..Maafin aku su


''Aku sudah punya pacar kak,ingat juga ibumu tidak merestui kita..anggap aja ini takdir."mencoba menjelaskan walaupun sakit jika mengingat itu semua


"Ayo pulang."tidak menggubris kata kata Erika malah meraih tangan Erika


"Gak mau,pulang lah sendiri kak aku bawa motor,aku akan nunggu hujan reda." keukeuh menahan tangannya


Kamu keras kepala juga ya


''Baiklah aku tunggu hujan reda juga,kamu gak mungkin berani sendiri di sini lama lama,sepi ri.''Mengamati ke sekitar


Erika mengiyakan kata kata sigit dengan tetap diam di tempat.Merasa takut juga.


Tangan sigit masih memegang erat tangan erika.Meski pun erika meronta ronta melepaskan tangannya tapi sigit tidak bereaksi,tangannya terlalu kuat.Mengalah lebih baik pikir erika.Membiarkannya,toh bukan erika yang megang.


''Kak,aku udah punya pacar.. jangan begini."Meronta dengan kata kata karena dengan tenaga sudah percuma


Masih pacar belum suami


Kata kata yang membuat sigit terus berjuang untuk mendapatkan erika kembali.

__ADS_1


''Kakak.''mulai merengek


tapi sigit cuma diam


Hujan akhirnya reda


''Aku pulang dulu.''menarik tangannya lalu kabur meninggalkan sigit yang terdiam melihat kepergian Erika


Aku masih ingin berjuang ri


Dari kejauhan


"Lihatlah nan,erika kabur begitu,apa kamu masih tidak percaya padanya?"Ucap Anan pada Sunan


Mereka berada tidak jauh dari tempat erika dan sigit berada tadi saat mau pulang menuju ke parkiran.Tapi yang mereka lihat saat erika kabur dari sigit,coba kalau yang di lihat adegan tadi sigit memeluk Erika,bisa bisa sunan memukul sigit karena cemburu.


"Hemm,aku mau nyusul Erika ke kontrakan, anterin aku."ada rasa kesal saat melihat tangan erika di pegang sigit


"Kau yakin dengan pakaian itu?"menunjuk penampilan sunan


"Yakin."lupa kalau tadi hampir ketahuan saat di lihat seksama oleh erika


"Kau mau jujur sekarang sama dia?"


Baru teringat


"Astaga..lupa..ayo anterin ke rumah dulu..mau ganti baju dan pake motor."berjalan cepat ke mobil Anan


"His nih bocah,dia yang pacaran kenapa aku yang repot ."menggeleng pelan






Terima kasih


Jangan lupa beri like dan vote


biar aku lebih semangat lagi buat nulis

__ADS_1


__ADS_2