
''Dek,sigit itu siapa??''
''Hah''.deg deg jawab apa nih
Erika terlihat berpikir
"Sigit itu atasanku dipabrik."menjawab dengan tenang padahal hatinya dag dig dug
Sebenarnya sunan sudah tau data diri pengganti Anan,namun dia tidak mengamati foto sigit hingga dia mendapat info bahwa sigit telah menolong erika dan membawanya ke klinik.Ada rasa penasaran kenapa sigit sangat peduli pada erika,padahal belum lama kerja di pabriknya.
"Oh,apakah dia tampan??"nanya lagi
"Biasa aja"jawab datar lalu menoleh
Dia sangat tampan,kalo aku jujur mas pasti marah
"Darimana mas tau soal pak sigit."memangil Pak
"Oh,aku tau dari temen yang kerja disana."
Aku kan anak bos,harus tau semua data diri pegawainya
"Siapa?"menatap sunan
Yang ditatap grogi
"Ada deh."tersenyum canggung
Humm.. mencurigakan
"Ok deh."
Erika mengunyah cepat makanannya agar bisa segera masuk dan mencuci piring dan gelas, juga menghindari obrolan tentang sigit.Makan sambil ngomongin orang yang bernama sigit bikin mood makan jadi berubah.
"Aku udah kelar mas."menaruh piring dan meneguk air
"Cepat banget makannya,kamu kalo ikutan lomba makan pasti menang."Sunan tergelak sambil menyerahkan piring kosong yang isinya sudah pindah keperut
__ADS_1
"Iya lomba makan kamu mas."cemberut lalu masuk kedalam membawa piring dan gelas kotor.
"Mau donk dimakan kamu dek".goda sunan
**
Sigit yang sudah sampai dirumah sedang rebahan diatas ranjangnya,menatap layar hp yang terpampang wallpaper foto erika dua taun lalu ketika mereka masih bersama.Sigit masih menyimpannya sampai sekarang,jika merindukan erika dia akan selalu menatap layar hpnya.
"Ri,aku sayang kamu sampai saat ini."Raut wajahnya sedih
Hingga suara ketukan pintu kamar membuyarkan kesibukannya melihat foto erika.
Tok tok
"Kak,boleh aku masuk".suara saka dibalik pintu
"Masuklah".segera duduk dan menyimpan hp kedalam laci meja.
Saka membuka pintu kamar sigit dan berjalan menuju kursi didekat ranjang.
"Ada apa ka??"Tanya sigit yang kini ikut duduk dikursi sebelah saka
"Tanyalah".
"Riri itu nama lengkap apa nama panggilan?Tadi nanya sama dua temenku cewek, mereka bilang gak ada yang namanya riri."ucap saka jujur
Sigit tersenyum
"Kenapa?kamu penasaran?"
"Ya aku pengin tau aja,cewek seperti apa yang bikin kak sigit susah move on."menatap sigit ingin tau
"Nanti kamu juga akan tau".
Riri itu yang tadi pagi pingsan dan ku bawa ke klinik
"Kamu udah punya pacar belum?" giliran sigit kepo
__ADS_1
"Belum kak,baru naksir udah patah hati."terlihat sedih
"Kenapa?apa dia sudah punya pacar??"menebak nebak
Saka mengangguk lemah
"Iya kak."
Sigit tergelak,
"Hahaha,kasian sekali nasibmu."
"Kakak."Cemberut
"Hei,bukankah cewek dipabrik itu banyak,kenapa gak cari yang lain yang masih jomblo."meledek
"Dia itu cewek special,aku baru pertama kali melihatnya langsung terpesona."membayangkan wajah Erika
Terpesona??
"Siapa dia?"penasaran
"Nanti juga kakak tau."membalas kata tadi
"Kau suka balas dendam rupanya."Meninju pelan bahu saka
Saka nyengir
"Sebenarnya ada cewek yang naksir aku,temennya cewek yang ku taksir,tapi aku belum menyukainya."Tersenyum bangga
"Kenapa gak kamu sukai aja,biar bisa move on..aaah belum bisa dibilang move kamu kan belum jadian udah patah hati dulu."Ejek sigit
Saka melotot
"Kakak".
Sigit terkekeh
__ADS_1
"Aku penasaran sama cewek yang kamu suka,seperti apa dia?"Menyipitkan kedua matanya
"Aku mau mandi dulu kak."berdiri dan berjalan meninggalkan sigit yang penasaran