
''Aku merindukanmu dek.''Sunan sudah memeluk Erika dengan erat
Sekian lama tidak bertemu membuat sunan sangat merindukan Erika,wanita yang sangat dia cintai.
Sementara erika diam saja,dia masih belum percaya bahwa sunan berada di hadapannya bahkan memeluknya.
''Dek,benarkah ini kau?''Bertanya sekali lagi setelah melepaskan pelukannya
Menatap wajah Erika lekat lekat,wajah yang kini sudah bertambah dewasa dan semakin cantik.Sunan saja ragu tadi apakah dia erika atau bukan.
''Dek.''kedua tangan sunan sudah berada di pundak Erika
Erika tersadar
''Hah?''malah kebingungan
Aku harus bagaimana ini?kenapa bertemu denganmu
Erika ikut menatap lekat lekat wajah Sunan yang berada di depannya.Wajah yang semakin dewasa dan matang menambah ketampanannya.Tapi ada yang lain,matanya terlihat sendu.Terlihat sangat terluka,apa karena dirinya.Ingin sekali erika mengusap wajah tersebut tapi dia tidak berani.Sejujurnya erika juga merindukan Sunan.
Sunan yang di tatap terus lalu tersenyum
"Apa kau merindukanku?"sebelah tangannya mengusap lembut pipi Erika
Erika tersentak
"Ah,maaf aku harus pergi."menepis tangan Sunan dan pergi
Tidak tau harus bagaimana,perasaan itu tiba tiba muncul.Erika memilih kabur,tangannya mengusap dadanya yang terasa deg deg an.
Kenapa jantungku berdebar debar ya
"Dek."Suara sunan tak menghentikan langkah kaki Erika
"Ku pikir semuanya berakhir,dia sudah melupakanku tapi apa tadi."gumam Erika semakin mempercepat langkah kakinya kembali ke tempat duduk di mana Desi dan saka menunggunya.
"Sorry lama."mulai duduk lagi
Terlihat ngos ngos an
Efek buru buru jalan kabur dari Sunan
"Iya gak papa.''ucap desi
__ADS_1
''Kau kenapa Er?''Saka menatap Erika
''Hah,gak papa..kalian mau nginep gak ayo pulang sekarang.''Melihat ke sekitar ada sunan atau tidak
''Enggak er,tapi kita boleh main ke rumahmu sebentar gak?''
''Tentu boleh ayo.''Erika berjalan ke kasir hendak membayar
''Biar aku saja er.'' Saka mendahului Erika
''Ok makasih.''
Erika melihat sosok sunan muncul dari arah toilet
''Des,aku tunggu di parkiran ya.''Buru buru keluar sebelum sunan melihatnya
''Tapi er.''
Kenapa dengan erika?
"Erika mana yank?"Saka bingung melihat desi sendirian
''Udah nunggu di parkiran,,ayo.''Ucap desi
Anan heran
''Kenapa lama?''Sudah selesai dengan makannya
''Aku bertemu Erika tadi?''
''Apa?dimana?''terkejut
''Di depan toilet..huh.''Menghela nafas berat
''Terus apa yang kau lakukan?''
''Menurutmu?''
''His aku bertanya malah kau balik nanya''.
''Aku belum sempat ngobrol tapi dia sudah keburu pergi?''
Tapi sudah sempat memeluk dia Sih
__ADS_1
"Dia menghindarimu?''
Sunan menunduk lemah
''Hem."
"Kenapa kau masih mengharapkannya?ini sudah terlalu lama nan..lupakan dia."
Anan merasa kasihan pada Sunan yang masih sangat mencintai Erika
''Aku tidak bisa..ku pikir kita harus sering sering ke bogor,siapa tau aku bisa ketemu lagi sama erika.''Sunan beranjak pergi
''Hei tunggu,aku bayar dulu.''Buru buru ke kasir membayar dan mengejar sunan
...**...
''Er,tadi kau kenapa?''Saka bertanya sekali lagi
''Hem,gak pa pa..oya nanti pesta kalian di adakan dimana?''
''Di rumahku er.''jawab desi
Erika berpikir sejenak
jika saka menikah,orang tua sigit dan sigit pasti datang,aku harus bagaimana ya
"Kau takut bertemu dengan ibunya sigit er?''tanya desi hati hati
''Em..bukan takut..hanya sedikit khawatir.''Tersenyum masam
''Semoga saja tanteku tidak lagi membencimu er.''Saka sangat berharap erika datang ke pernikahan mereka
''Dan aku akan bertemu sigit lagi.''Menghembuskan nafas kasar
''Maaf ya er.''Saka dan desi merasa bersalah
''Aku pasti bisa menghadapi semuanya,tenang saja aku akan usahakan datang ke pernikahan kalian.''Mencoba menguatkan diri walaupun sedikit khawatir
Bagaimana tidak khawatir,belum lama ketemu sunan terus ketemu sigit.Serasa sia sia empat taun erika menghilang dari mereka.
''Makasih er''.
Erika hanya membalas dengan senyuman.Entah apa yang akan di lakukan nanti ketika Erika datang ke pernikahan saka dan desi,Erika masih bingung.
__ADS_1