
Sigit sedang sibuk di ruangannya, mengetik laporan didepan komputer,ketika tiba tiba ketukan pintu membuatnya menghentikan aktivitas jarinya.
''Masuk''.
Seorang wanita cantik,berambut lurus dan giginya berpagar,tersenyum.
''Pagi sigit''.ucapnya lembut
''Kamu''.sigit terkejut dengan kedatangan riska
''Aku kangeeennn..''berjalan mendekati sigit
''Duduklah disofa.''Cepat cepat berdiri lalu berjalan menuju sofa
Sofa tersebut memang di sediakan untuk tamu.
Riska menurut sambil cemberut.Dia mendudukan bokongnya disofa, tubuhnya bergeser lagi agar lebih dekat dengan sigit.
''Ngapain kamu kesini,sudah ku bilang jangan.''Ucapnya datar
''Aku kangen kamu''. tangannya bergelanyut manja dilengan sigit, kepalanya menempel
Sigit jengah dengan sikap riska
''Jangan begini ris,aku gak suka.''Mencoba melepaskan tangan riska
Sia sia, tangan riska masih menempel.Hanya kepalanya sedikit menjauh
''Kita udah gak ada hubungan apa apa lagi ris,jaga sikapmu.''tegas
''Apa kamu udah punya pacar disini?"tanya riska
Sigit berpikir sejenak lalu punya ide.Mengeluarkan hpnya dan menghubungi sekretarisnya,ardi.
''Hallo pak''.ucap ardi
''Suruh erika ke ruanganku .''
''Baik pak''.
Sigit memasukkan lagi hpnya ke saku baju.
__ADS_1
"Siapa erika."riska penasaran
"Nanti kamu juga tau,tunggu aja."
Ardi menghubungi pengawas untuk menyuruh erika datang ke ruangan pak sigit.
''Erika,kamu di panggil ke ruangan pak sigit.''ucap pengawas bernama Dina
Erika terkejut
ada apa,apa aku bikin salah??
"Ngapain bu,apa saya bikin kesalahan?"Erika merasa takut
"Ibu gak tau eri,pergilah biar aku suruh temanmu menggantikan kerjamu sementara."
"Baik bu."Erika berjalan ke ruangan sigit
Ditangga
"Naik gak ya,naik gak ya."Ragu ragu namun akhirnya melangkahi satu persatu anak tangga.
Sampai didepan ruangan sigit,tangan erika gemetar mengetuk pintu
Sigit yang mendengar ketukan pintu segera beranjak berdiri,tangannya memaksa melepaskan tangannya riska yang menempel di lengannya.
Riska jengkel dan melepaskan.
Ceklek
"Masuklah ri."tersenyum
Erika diam
Ngapain??
"Ayo masuk."menarik tangan erika
Terpaksa melangkah karena tangannya ditarik paksa oleh Sigit.
"Riri."Ucap riska terkejut saat erika masuk
__ADS_1
"Riska."gemetar mengucapkan nama itu
Tangannya ditarik dari tangan sigit
"Kamu ngapain disini??aaahh jangan bilang kamu kerja disini."ucap Riska
Matanya menatap ujung rambut sampai ujung kaki erika,melihat seragam yang dipakai erika
"Iya,aku kerja disini."mencoba tenang
"Jadi erika itu riri maksud kamu?? menoleh ke arah sigit
lalu kembali menatap erika
"Iya."jawab sigit
Jadi kamu baru tau??
"Ada apa bapak memangil saya??"mengalihkan topik
"Aku.."belum sempat ngomong riska sudah memotong
"Kita mau bilang kalau kita mau menikah."riska berjalan dan mengapit lengan sigit dengan manja
"Apa apaan kamu ris,bukan begitu ri"sigit emosi kepada riska
"Aku mau bilang kalau aku dan riska gak ada hubungan apa apa."jelas sigit
"Sayang,kamu lupa ibu kamu jodohin kita,dan dia gak suka sama riri inget itu."tersenyum miring
"Tapi ris..aku cinta sama riri,kamu paham itu."tegas sigit
"Apa perlu aku bilang ke ibumu bahwa kamu kabur kesini mengejar riri,kalau dia tau pasti dia marah dan menyuruhmu pulang."ancam riska
Sigit terdiam
Erika emosi,tangannya mengepa
"Ngapain juga ngomong sama saya,bukan urusan saya juga,saya kira ada hal penting apa sampai menyuruh saya kesini.''mengejek
"Kalau begitu saya permisi,selamat ya atas rencana pernikahan kalian."meninggalkan ruangan
__ADS_1
Hiks hiks..Huaaaaa
Menangis setelah keluar ruangan