Apakah Itu CINTA

Apakah Itu CINTA
Aku mau resign


__ADS_3

Seminggu sudah erika ngambek,mengabaikan sunan.Begitu pun sigit juga di abaikan.Ketika keduanya bergantian datang ke kontrakan Erika,pintu sengaja ditutup rapat.Di ketuk pun gak di bukain.Benar benar ngambek parah nih.


''Er,kamu kenapa seminggu ini jadi lebih pendiam?''


Desi sudah mulai bertanya


Mereka sedang duduk di taman sehabis makan di kantin.


''Aku kayaknya mau resign des.''Menatap kosong ke depan


Erika sudah tidak bersemangat lagi bekerja,tiap hari di liatin sigit.Belum lagi sunan datang tiap hari,melihatnya bekerja.Kadang dekat kadang jauh.Erika yang sudah tau Sunan yang sebenarnya jadi minder.


Erika masih marah,bukan marah sama sunan.Tapi sama keadaan yang menurutnya rumit.Kedua kalinya berpacaran dengan orang kaya,ah anaknya orang kaya.


Traumanya belum hilang sampai sekarang,ketakutan di hina lagi membuat nyalinya menciut.Terpaksa harus menjauhi sunan.


''Kenapa er?''


''Aku gak mau ketemu sunan dan sigit.''


''Hah''.melongo


''Sunan anaknya Bos pabrik ini des,aku gak mau pacaran sama anak orang kaya lagi,dia lebih kaya daripada orang tua Sigit..Mau jadi apa aku coba.''Matanya mulai berkaca kaca


''Apa??Sunan anak bos?''Menutup mulutnya karena terkejut


Erika mengangguk lemah


''Aku gak bisa lanjutin hubungan ini des..aku takut.''Gemetar


''Erika,kamu koq bisa gak tau dia anak bos..Apa karena penampilannya?''

__ADS_1


''Aku mana tau des,dia kan selalu naik motor,penampilan biasa aja.''mengingat awal ketemu sampai berpacaran dengan sunan.


''Gak ada hal lain yang mencurigakan gitu?''


Sejenak berpikir,beberapa kali erika melihat sunan ke pabrik dengan penampilannya yang berbeda.Terakhir dia melihat orang yang mirip sunan waktu di pabrik ketika pakai masker.Aahh..itu memang sunan..baru ngeh erika


''Kamu inget gak waktu pak anan keliling produksi bersama seseorang yang pakai masker.''


Desi berpikir sejenak lalu teringat


''Iya Er..Dia itu..''


''Sunan.''kompak mengucapkan


''OMG kenapa baru tau sih.''


''Dan seminggu yang lalu dia jujur padaku siapa dia sebenarnya.. kaget donk lalu aku suruh dia pergi.''


''Kamu ngusir dia?''Merasa tidak percaya


Desi mengusap lembut bahu erika


''Er,sunan sangat mencintaimu..Dia pasti punya alasan tersendiri kenapa gak jujur dari awal sama kamu.''


''Karena aku orang gak punya des..Dia takut aku bakal memanfaatkannya..iya kan des.''


Desi menggeleng


''Jangan terlalu berpikir yang jelek er,mungkin dia punya alasan lain.''


''Aku benar benar mau resign des..mau pergi diam diam.''membulatkan tekad

__ADS_1


''Terus aku gimana?''


''Kamu kerja aja des.''


''Aku sendiri er''.matanya berkaca kaca


''Kan ada saka.''


''Er..jangan tinggalin aku.''air matanya menetes deras


Erika kembali terdiam


Kalau gak resign bisa gak ya


''Baiklah,aku pikir pikir lagi deh.''Memeluk desi yang sudah terlanjur menangis


''Makasih Er.''


''Erika,kamu di panggil pak Anan...disuruh ke ruangannya''.Ucap Yuni yang tiba tiba datang


Erika dan Desi melepaskan pelukannya lalu menoleh.


''Iya.. makasih infonya.''


''Sama sama''.pergi meninggalkan erika dan desi


''Des..Ada apa lagi nih des??''mulai berpikir


''Er,tumben kamu di suruh ke ruangan pak Anan.''mengelap sudut matanya yang basah


''Anterin yuk.''menarik tangannya

__ADS_1


''Bentar er,aku ke toilet dulu cuci muka.''Gantian menarik tangan erika menuju toilet


Mereka berjalan ke toilet sama sama sambil berpikir ada apa erika di panggil pak Anan.


__ADS_2