
Erika segera masuk ke toilet setelah berlari melewati gerimis,kepalanya pusing dan perutnya mual.
Huek..Erika menumpahkan semua sarapan paginya
Wajahnya pucat,tubuhnya lemah bersandar ke dinding.
''Huuuuh.''menarik nafas panjang dan mulai berjalan pelan pelan menuju loker
''Pagi eri''.sapa desi disamping loker erika
Desi terkejut melihat penampilan Erika
''Eri,kamu kenapa?? sakit??''menempelkan tangannya di kening Erika
''Enggak,aku cuma mabuk''.menempelkan tubuhnya dipintu loker
''Ma mabuk??''kaget
''Mabuk naik mobil.''ucap Erika yang melihat ekspresi kaget desi
''kamu naik mobil?''kali ini penasaran
''Iya.''
''Motormu kemana??''
''Bannya bocor.''
''Terus kamu naik mobil siapa?''Tambah penasaran
''Taksi online''.berbohong
Naik mobilnya sigit
''Mahal donk,kenapa gak naik angkot?? katanya ngirit''.
Kamu koq kepo banget kayak sigit sih
''Terpaksa''.berjalan menjauh agar desi tidak banyak nanya lagi
__ADS_1
''Eri tunggu''.berlari mengejar erika
Erika terpaksa tetap bekerja padahal mual dan pusing masih dia rasakan.Badannya masih lemas tapi berusaha kuat, semua sarapannya sudah di keluarkan tadi,dan menunggu waktu istirahat masih lama
Sigit terus menatap erika dari jendela ruang kerjanya,ada rasa khawatir ketika matanya melihat Erika bekerja dalam keadaan lemas.
''Ri,apa kamu baik baik saja??maafin aku yang memaksamu naik mobil.''terlihat sedih ketika mengucapkan kalimat itu
Sudah tiga jam erika bekerja,tubuhnya semakin lemas karena perutnya kosong,larangan makan saat bekerja membuat Erika tersiksa saat ini.Hanya mengisi perutnya dengan air putih.
''Eri,kamu baik baik aja??''desi khawatir
''Iya''.
''Tapi mukamu pucat,kita ke klinik yuk.''
''Gak usah,aku masih kuat.''memejamkan mata menahan sakit
''Tapi eri.''
''Diamlah des,aku pusing.''hendak berdiri dan
Erika jatuh pingsan didekat desi.
''Eri,,,tolong tolong''.teriak desi
Saka segera mendekat,apalagi sigit yang melihatnya dari atas langsung berlari turun.Suasana menjadi ramai karena para karyawan berusaha mendekati erika,tapi para pengawas menahan mereka dan menyuruhnya melanjutkan pekerjaan masing masing.
''Eri,kamu kenapa??''saka panik menepuk nepuk pipi erika
''Dia sakit ka,aku udah nyuruh ke klinik gak mau.''desi merasa bersalah
''Ayo bawa ke klinik.''Saka hendak membopong tubuh erika
''Lepaskan,biar aku yang membawanya,kalian lanjutkan pekerjaan kalian.''Ucap sigit merebut tubuh erika dari saka
Membopongnya menuju klinik pabrik.
Saka dan desi melongo
__ADS_1
Co cweeetttt.desi
Kakak,kenapa kamu peduli sama erika?saka
Akhirnya mereka melanjutkankan pekerjaan masing masing.Ada rasa penasaran dihati saka,namun belum sempat bertanya.
Sigit merebahkan tubuh erika di ranjang klinik,menatap wajah pucat erika.
''Maafin aku ri''.tangannya meraih tangan erika dan menggengamnya
''Harusnya aku gak maksa nganterin kamu.''lanjutnya lagi mengecup tangan erika
Dokter segera datang dan memeriksa erika
''Gimana keadaannya dok??'Tanya sigit
''Dia baik baik saja,hanya perutnya kosong,dia belum sarapan,jadi maagnya kambuh,nanti saya suruh perawat mengantarkan makan kesini.''Ucapnya
Belum sarapan?
''Baiklah trimakasih dok''.
''Sama sama,kalau begitu saya permisi dulu''.Melangkah pergi
Sigit kembali menatap erika, menunggunya sadar.
''Permisi pak,ini saya bawa makan buat mbak erika''.Perawat membawa makanan dan minuman
''Taruh dimeja mbak''.
''Baik,saya permisi''.melangkah pergi setelah menaruh makanan dan minuman dimeja.
''Ri,bangunlah..Maafin aku''.Mengelus tangan erika
Setengah jam akhirnya Erika sadar
Erika melihat sekeliling dan terkejut melihat sigit yang berada disampingnya.
''Aku kenapa ada disini??''
__ADS_1